Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang. Selama kemajuan itu, berkembang juga globalisasi. Nah, globalisasi berdampak juga pada banyak hal salah satunya hal-hal yang berbau up to date dalam berbagai aspek yang kita sebut dengan "Trend". Trend fashion terbaru mencakup banyak aspek yang berbeda dari kehidupan masyarakat. Misalkan pakaian,mobil,perangkat elektronik. Lalu, kebanyakan orang terutama remaja yang mengikuti trend ini sebagai cara untuk mengekspresikan diri mereka sendiri dan sebagai pembeda jati diri. Namun, dengan adanya trend ini bakal menimbulkan dampak positif maupun negatif lho!

Zaman sekarang sebagian remaja masih malu jika tidak mengikuti trend. Sehingga mereka mau saja merelakan uang saku mereka untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Sebenarnya boleh saja up to date kekinian tetapi juga harus tau kapan harus mengeluarkan uang dengan benar. Apalagi masih meminta uang jajan sama orang tua.

Advertisement

Kebanyakan para remaja selalu mengikuti saja trend yang ada tanpa melihat motif apapun. Hal ini yang mengakibatkan mereka membeli suatu barang secara spontan tanpa harus direncanakan. Dengan perkembangan budaya ataupun zaman menuntut sebagian orang untuk mengikutinya namun hal tersebut dengan tidak sengaja membentuk pola hidup dan karakteristik anak lalu dapat berdampak pada perilaku buruk untuk kedepannya, yaitu dapat menjadi pribadi yang boros, pribadi yang tidak puas, dan pribadi yang tidak bisa mengontrol akan hal sesuatu.

Jumlah para remaja putri bisa di bilang merupakan persenan terbanyak yang cenderung dapat dipengaruhi untuk berperilaku konsumtif. Dimana mereka memiliki karakteristik khas seperti mudah tertarik pada mode, mudah terbujuk iklan dan rayuan penjual, tidak hemat, kurang realistik, romantis dan impulsif. Karakteristik ini tampaknya memudahkan mereka terjerat dalam perilaku membeli kurang efisien.

Kita sebagai remaja dan sebagai calon pemimpin masa depan harus memiliki pribadi yang positif dan hemat, mengapa? Dengan terlalu mengikuti hal-hal berlebihan dalam membeli atau yang kita sebut pribadi konsumtif akan mengakibatkan pribadi yang tidak baik. Mengisi waktu remaja dengan yang positif dan bermanfaat lebih baik selain harus mengikuti trend kekinian yang tidak ada habisnya.

Advertisement

Misalkan, berbisnis kecil-kecillan seperti buka online shop. Mengisi kegiatan di sekolah atau kampus seperti "ekskul-ekskul" yang bakal membuat keterampilan pribadi bertambah. di zaman yang serba ada atau modern ini, mari kita sebagai penerus bangsa Indonesia harus memajukan bangsa Indonesia. Hindari hal-hal yang berdampak negatif, hindari pergaulan bebas, hindari narkoba. Terutama sifat konsumtif yang akan membentuk pribadi yang boros dan buruk. Berikut tips-tips yang dapat diikuti agar tidak menjadi pribadi yang konsumtif:

1. Berani katakan "TIDAK"

Kalau kamu punya uang buat hangout sama temen, pasti nyenengin banget. Kalau ada temen kamu yang ngajak hangout, kamu boleh kok menerima tawaran itu, tapi juga perlu mempertimbangkannya ya. Kalau ke mall atau ke bioskop yang memerlukan biaya banyak, lebih baik kamu berani katakan "tidak" ke temanmu. Tahan keinginan kamu untuk menggunakan uang yang sudah kamu kumpulin.

2. Jangan mau ikut-ikutan

Kalau tidak-ikutan yang update terbaru pasti takut dibilang ketinggalan zaman.Tapi ada saatnya untuk tidak terus-menerus mengikuti trend update yang tidak terlalu penting.

3. Prioritaskan kebutuhan

Penting lho dipahami bahwa kebutuhan tidak sama dengan keinginan dan keperluan. Sederhananya, butuh selalu perlu, sedangkan perlu tidak selalu butuh. Jadi, kebutuhan memiliki ‘derajat’ yang lebih tinggi daripada keperluan atau hanya sekadar keinginan. Nah, untuk beranjak dari perilaku konsumtif, prioritaskanlah kebutuhan kamu. Jika kebutuhan telah terpenuhi, maka keinginan atau keperluan bisa dipenuhi ketika ada dana sisa. Bukan kebalikannya, memenuhi keinginan lebih dulu dan mengesampingkan kebutuhan. Ketika uang telah habis untuk memuaskan keinginan, muncul kebutuhan yang mau tak mau wajib dipenuhi sehingga harus merogoh kocek lebih dalam.

4. Kurangi cuci mata di mall

Jalan-jalan dan cuci mata di mall atau pusat perbelanjaan memang mengasyikkan, namun akan berbahaya, jika hal ini menjadi kebiasaan, maka lama-lama akan menguras kantong kamu. Mengapa? Cuci mata di pusat perbelanjaan berpotensi menimbulkan niat belanja yang tidak terduga dan terencana. Ketika melihat suatu barang yang di display di toko, bisa jadi kamu langsung tertarik dan ingin membelinya meskipun tidak ada rencana untuk membelinya dalam daftar belanja yang telah kamu buat.

5. Menabung

Meski tampak sederhana, namun tidak semua orang bisa menyisihkan uangnya untuk ditabung, apalagi mereka yang bergaya hidup konsumtif. diakui atau tidak, banyak yang belum menyadari akan pentingnya menabung. Sekadar kesadaran mungkin sudah ada, tetapi belum terealisasi secara terus-menerus.

Bagaimana bisa menabung kalau uang jajan sedikit? Menabung tidak harus dalam jumlah banyak. Namanya juga menyisihkan sebagian. Kalau hal ini dilakukan secara terus menerus, pasti nilai tabungan akan semakin banyak, sehingga bisa menjadi uang cadangan ketika memiliki kebutuhan mendadak.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya