Ada Kalanya Seseorang Hadir dalam Hidupmu Hanya untuk Singgah, Bukan Menetap

merelakan seseorang

Tentang seseorang yang mungkin saja pernah hadir dalam hidupmu. Kamu sangat menyanyanginya, sangat mencintainya, dan sangat ingin ia selamanya ada hingga ajal datang menjemput. Namun seketika semua yang kamu inginkan tersebut tak sesuai dengan rencana muliamu itu. Karena dia pergi dari sisimu yang membuat dirimu begitu sulit untuk mengatakan aku merelakannya dan aku mengikhlaskannnya.

Advertisement

Sesadarnya kamu ketika mengatakan bahwa aku akan baik-baik saja setelah dia pergi, tetap saja kamu tak mampu membendung sepi yang selama ini tak kamu jumpai saat dia selalu ada di sampingmu, di dekatmu, memberi tawa yang kini tinggal cerita.

Sekuat apapun kamu melawan rasa rindu yang datang memenuhi ruang hampa yang mengisi waktumu, tetap saja kamu tak akan kuasa memendungnya, karena dia ada dalam hatimu, dia telah mengisi seluruh aliran darahmu.

Kamu tak akan bisa melawan arus tanpa sampan yang kuat, kamu tak bisa melawan rasa cintamu sendiri tanpa kamu mengerti dan memahami arti cinta sejati dalam hidupmu, hingga kamu tahu mana yang harus kamu kejar terus menerus, mana yang harus kamu ikhlaskan tanpa melibatkan ego untuk tetap bersisi keras meraihnya, itu tak akan pernah bisa kamu gapai.

Advertisement

Jika yang pergi dari dirimu adalah kehendak-Nya, takdir-Nya, kenapa harus terus mengejarnya. Kamu tak akan bisa, kamu tak akan mampu menantang kuasa-Nya. Bangunlah dari tidurmu, bangunlah dari mimpimu itu. Kamu hanya perlu hidup di alam nyata. Semesta seluas ini masih banyak menyimpan misteri yang harus kamu pecahkan, termasuk seseorang yang kamu inginkan lebih dari dia yang kamu perjuangkan mati-matian namun tak pernah menghargai itu semua, itu tak baik untuk dirimu.

Dia yang pergi, biarlah dia pergi menemukan apa yang telah menjadi takdirnya. Kamu yang ditinggalkan tak perlu terus diam ditempat menatapi luka begitu sakit kamu rasakan. Perlahan, waktu akan menyembuhkan lukamu itu, percayalah.

Advertisement

Jalani hidup sebagaimana dia menjalani hidupnya tanpa dirimu. Jika dia berhak bahagia dengan seseorang yang menurutnya bahagia. Kamu juga berhak bahagia dengan pilihanmu sendiri. Tentang hadirnya dulu, biarlah menjadi sebuah cerita dalam dirimu agar kelak kamu belajar untuk mencintai sewajarnya saja agar ketika dia hanya sekadar singgah, dirimu tak terluka seperti saat ini.

Cintai pemilik-Nya, maka kamu akan mendapatkan cinta seperti apa yang kamu inginkan. Jangan lagi kamu mencintai semesta ini tanpa melibatkan kekuasaan-Nya, termasuk dalam mencintai seseorang yang kamu begitu ingin kamu miliki, itu hanya akan membuat hatimu terluka.

Ingatlah, setiap orang punya bahagianya sendiri. Kamu tidak bisa memaksa seseorang untuk tetap tinggal bersamamu. Adakala seseorang yang hadir dalam hidup terkadang bukan untuk kamu miliki, namun hanya sekedar untuk mengisi halaman cerita hidupmu. Jadi, jangan terlalu menaruh harapan terlalu tinggi.

Berjuang untuk seseorang yang kamu inginkan, boleh. Berusaha untuknya, harus. Berdoa, apalagi. Namun sewajarnya saja, menyayangi juga sewajarnya saja, agar kelak nanti dia bukan untukmu, maka kamu tak terlalu terluka dan sakit hati dengan keputusan takdir yang telah tertulis dalam hidupmu dan juga hidupnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jejak Rindu Di Telaga Nurani"

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE