Saya duduk di teras rumah sendirian, menikmati air limpahan Tuhan yang Maha Baik dalam bentuk hujan, air yang menyuburkan, air yang menghidupkan. Di halaman rumah juga saya buat kolam ikan supaya suara air selalu bisa saya dengar. Karena menurut saya, suara gemiricik air melengkapi suasana yang santai dan penuh kedamaian. Itulah air, di manapun tempatnya gemiricik air ya sama saja. Yang namanya air itu menyegarkan. Air itu memang memiliki sifat yang mengalir sehingga bisa dijadikan zat pelarut dan pembersih. Kenapa saya menulis tentang air? Karena saya gemes melihat banyak orang “mengklaim” bahwa air menjadi mujarab ketika sudah mereka isi, sudah diberi mustika, sudah ditransfer energi, sudah didoakan oleh mereka, padahal bukan airnya yang mujarab melainkan hal yang satu ini.

Air memang sudah diciptakan oleh Tuhan dengan karakteristik yang khas, bahkan tubuh manusia hampir 80% didominasi oleh air. Dengan kebutuhan air hampir 80%, maka tentu membuat air menjadi sumber kehidupan bagi setiap manusia. Oleh karena itu, Tuhan yang Maha Baik sudah membuat sistem sirkulasi air dalam bumi ini. Dari sumber air yang menguap, menjadi awan lalu kembali turun menjadi hujan masuk lagi ke bumi untuk diserap oleh semua makhluk, kemudian menguap lagi dan begitu seterusnya menjadi sebuah sistem. Tentu anda sudah memahami sistem ini sejak di bangku sekolah dasar ya.

Advertisement

Dengan karakter air yang seperti itu, lantas banyak dijadikan sebagai sarana “sugesti” yang tepat untuk dikonsumsi manusia. Bahasa lain dari sarana sugesti adalah sarana pengisian, sarana doa, sama saja kan? Tadi saya menerima pesan Whatsapp dari seorang teman yang hari Jumat kemarin mengeluh istrinya sering kumat asmanya dan sering mengeluh sesak nafas. Waktu hari Jumat kemarin, saya berikan air mineral yang saya tuangkan ke botol minumnya, lalu saya katakan ke dia “Air ini memiliki molekul yang bagus, air ini memiliki energi, aku punya adik yang sering sesak nafas juga aku suruh minum air ini sekarang sesak nafasnya berkurang. Coba kamu berikan dulu, nanti kalau bagus hasilnya aku kasih lagi”

Eh..tadi teman saya ini mengirim pesan bahwa istrinya sekarang enakan, dan sesak nafasnya hilang, malah mau minta air lagi. Kalau anda sebagai terapis, sebagai penyembuh tentu akan senang ketika klien anda repeat order kan? Tapi, saya memilih untuk mengatakan ke teman saya itu bahwa yang membuat istrinya itu sembuh sebenarnya bukan airnya tetapi pikiran dia sendiri. Hal ini sama ketika waktu hari Sabtu kemarin di kelas reguler AMC surabaya, ada peserta yang mengungkapkan ke saya “Mas Firman, berarti sebenarnya yang membuat air sakti itu bukan doanya si orang itu ya? Tapi, karena kerja sugesti di pikiran kita? Berarti saya juga bisa dengan cara tadi membuat air menjadi sarana penyembuhan juga?” Ya, saya jawab “Iya, Pak. Ya bisa aja kan, yang membuat sembuh juga sebenarnya bukan airnya juga tapi pikiran Bapak”.

Bagi yang belum memahami AMC dengan benar dan utuh pasti menganggap airnya yang mujarab karena dari si A, sudah diisi si B, padahal semua orang juga bisa membuat air menjadi “mujarab”. Bagi anda yang sibuk dengan profesi “mengisi” air tentu tidak akan memberi tahu rahasia ini kepada pasien/klien anda kan? Karena nantinya mereka tidak order lagi, kan bisa diisi sendiri airnya hehe.

Advertisement

Nah, bagi anda yang selama ini sibuk mencari-cari air yang bisa menyembuhkan (air mujarab), sadarilah bahwa anda pun sebenarnya juga bisa mengisi air, juga bisa mensugesti air asalkan paham bagaimana cara kerja pikiran dengan benar dan utuh. Memang tujuan saya membuat AMC untuk melepas ketergantungan dengan si A dengan si B, karena semua orang selama dirinya masih hidup dengan kekuatan pikirannya bisa sendiri untuk membuat air menjadi air yang mujarab, karena itu maka kenalilah Pikiranmu dengan benar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya