Lesunya dinamika kampus saat ini memang menjadi permasalahan yang cukup mencemaskan untuk beberapa kalangan, yang semestinya kampus menjadikan mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan cerdas. Kampus sekarang hanya sebagai ajang industri gelar saja. Pengetahuan tak bisa diraih jika kita berangkat dari ketakutan, kekerdilan berfikir dan ketidak mauan untuk berpetualang.

Mahasiswa zaman sekarang terlalu banyak dikekang oleh peraturan sedemikian rumit oleh kampus. Jika melanggar atau memprotes akan diberikan sanksi. Dunia pendidikan sekarang ini tidak seindah yang dibayangkan.  Kebijakan kampus yang tidak bersahabat, pemangkasan masa studi, beban jam kuliah padat, semakin tingginya biaya beban kuliah, serta tuntutan kampus yang mengharuskan agar cepat lulus, wisuda hingga mendapatkan pekerjaan. Ada dua pilihan gerakan pada mahasiswa yaitu bangkit melawan atau diam tertindas.

Paradigma tujuan kuliah mahasiswa bukan hanya sekedar mendapatkan nilai IPK tinggi. Kuliah, lulus,kerja itu adalah gagasan yang sudah lapuk atau singkat katanya lagu lama. Bersaing dengan nilai kumulatif yang semakin tinggi semakin bagus, Semua itu hanya formalitas semata. Justru, hal lain yang justru berpengaruh besar dalam kehidupan adalah petualangan dan persentuhan dengan persoalan-persoalan sosial itu yang justru lebih banyak memberi arti. Karena petualangan disertai persentuhan dengan dunia sosial yang ada, yang justru akan lebih membuat pemikiran lebih berkembang dan terbuka.

Kampus yang seharusnya menjadi ladang atau arena untuk menumbuh kembangkan gagasan, ide serta keberanian adalah tugas yang harus di lakukan oleh para mahasiswa.

 Soekarno dan Hatta adalah contoh konkrit dan sosok anak muda yang nekad dan berani menantang penjajah. Mereka menjadi radikal karena menjalani kuliahnya dengan berpetualang bersentuhan langsung dengan dinamika sosial yang berkembang, dan tentunya menjalankan banyak organisasi. Sebab,  dengan berorganisasi dan terlibat langsung pada dinamika yang terjadi, di sanalah para mahasiswa kemudian menjalani proses pembentukan sikap kritis, berani mengungkapkan pendapat dan melatih kepemimpinan.

Mahasiwa harus giat berhimpun dan berorganisasi agar tidak tuna gagasan dan ide. Karena di dalam organisasilah mahasiswa dapat melihat langung kondisi sosial, politik, ekonomi yang menghawatirkan yang sedang terjadi. Mahasiwa yang sebagai agent of change harus peka terhadapa lingkungan sekitar dengan salah caranya aktif kedalam organisasi. Melalui organisasilah mahasiswa memiliki arti yang sesungguhnya. Hal-hal yang tidak mampu diajarkan di bangku kuliah terkadang seringkali didapat melalui kegiatan di organisasi. Karena tak bisa dipungkiri bahwa fungsi kampus sangatlah strategis untuk melahirkan gebrakan-gebrakan yang diharapkan mampu membawa perubahan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya