Akhirnya Aku Bisa Jatuh Cinta Lagi Bersama Dia yang Jauh Lebih Bisa Menghargai Aku.

Aku pun mulai menghikhlaskannya, karena sekarang aku sudah bertemu dengan calon masa depanku.

Banyak sekali kisah-kisah menarik mengenai percintaan dan itu selalu menarik untuk kita bahas. Momen-momen unik, lucu, ataupun menyedihkan. Dan kita tidak harus selalu mengalami terlebih dulu kejadian yang tidak mengenakan untuk belajar. Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, atau kegagalan percintaan orang lain.

Advertisement

Kali ini aku ingin membagi pengalamanku kepada kalian. Buat aku pribadi mendapatkan "pacar" bukanlah suatu hal yang sulit. Bukannya sombong tapi memang seperti itu kenyataannya, tapi itu dulu saat aku masih SMA ataupun kuliah. Aku mudah sekali mendapatkan pacar, dan sebaliknya mudah juga lepas.

Dan titik balik wanita itu adalah umur 20 ke atas. Saat ini umurku sudah 26 tahun  , pasti temen-temen yang yang menginjak usia tersebut sudah mengerti arti pacaran yang sesungguhnya. Yang masih berpikir untuk main-main stoplah bukan waktumu lagi.

Aku pernah mencintai seseorang dengan sebegitu dalamnya. Bahkan sampai lupa mencintai diri sendiri hanya dialah yang aku cinta, aku ingin membahagiakannya, aku ingin dia menjadi milikku. Aku mau dia, karena terlalu cinta kata anak muda sekarang, aku pun tidak bisa melihat laki-laki lain. Tidak ada laki-laki sebaik dia, tidak akan ada laki-laki yang bisa buat aku nyaman selain dia.

Advertisement

Dan sampai ada di satu titik aku mulai berpikir. Mau sampai kapan? Aku mendewakannya, tapi dia hanya memperlakukan aku seperti teman biasa yang ada dia malah menceritakan kisahnya dengan wanita lain, dia percaya kepadaku dia nyaman kepadaku yah, nyaman sebagai sahabat baiknya, dia bukanlah orang yang jahat. Tapi kita tidak bisa terus berhubungan tanpa status. Saat aku berusaha meminta kejelasan dia pun tak bisa memberikanku kejelasan. Dan akhirnya aku mundur secara perlahan, ini juga salah satu cara untuk mengobati hatiku cara agar aku bisa segera mengikhlaskannya.Aku pun tak pernah membencinya karena dia bukanlah orang yang pantas untuk dibenci.

Butuh waktu 2 tahun untukku membuka hati lagi. Meyakinkan pikiran dan hatiku dan berkata .

Advertisement

"Aku pantas untuk dicintai"

"Aku pantas untuk dihargai"

"Bukan aku yang tak pantas untuknya, tapi dialah yang tak pantas untukku "

Aku juga selalu melibatkan Tuhan, setiap aku mulai dekat dengan laki-laki . Karena aku pun tak ingin gagal lagi, aku pun ingin memilik pasangan yang baik dan saling mencintai, saling menerima kekurangan masing-masing dan saling menghormati satu sama lain.

Dan akhirnya saat ini aku bisa jatuh cinta lagi bersama dia yang jauh lebih bisa menghargai aku. Dia bisa menghargai aku dengan cara-cara sederhana seperti misalnya saat kita bercakap-cakap dia tidak sibuk melihat ponselnya, dia meluangkan waktunya kepadaku, dia selalu berusaha ada untukku.

Ternyata hubungan yang sehat memanglah harus seperti ini. Bukan hanya kamu yang berjuang. Bukan hanya kamu yang berkorban. Harus keduanya. Jauhilah hubungan yang toxic. Karena kalian tidak akan berkembang dan kalian pasti akan tertekan,

Aku pun mulai menghikhlaskannya, karena sekarang aku sudah bertemu dengan calon masa depanku. Ingatlah saat dia lebih memilih orang lain dibandingkan kamu. Saat kamu sudah memberikan semuanya. Jangan pernah menyesal. Karena kamu hanya kehilangan orang yang tidak mencintaimu. Tapi dia kehilangan orang yang tulus mencintainya.

Tetaplah berbuat baik, cintai dirimu sendiri, dan temukan cinta sejatimu. Di luar sana mungkin dia juga sedang memperbaiki dirinya, memantaskan dirinya. Agar kelak bisa bertemu di waktu yang tepat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE