Tak perlu kamu tanya tentang pedih yang ada, yang telah aku jaga, dan yang telah kamu sia-siakan. Kita bagaikan dua sisi yang berbeda, aku sebagai lingkaran mencintaimu tanpa batas. Sedangkan kamu sebagai segitiga yang selalu kau hadirkan dia di antara aku dan kamu. Bagiku kamu adalah titik, bagimu aku adalah tanda tanya…


Jangan salahkan aku sempat percaya bahwa kau istimewa, bagaimanapun kita pernah bahagia.


Advertisement

Kau pernah aku perjuangkan sampai menciptakan sembilu yang perihnya masih terasa sampai hari ini, kini aku putuskan berhenti, aku tak mau lagi jadi opsi. Lebih baik aku habisi semua luka hari ini dari pada terus berjuang untukmu yang tidak punya hati.

Pergilah, tidak usah berlari, aku takut jatuh terluka jika terlalu cepat melangkahlah perlahan maju kepadanya. Aku pun akan mundur selangkah demi selangkah darimu. Maaf sayang aku harus melepasmu dengan cara yang sangat sederhana, meski kamu melukai aku dengan cara yang sangat hebat.

Bilang pada perempuanmu! Aku tidak iri apa lagi benci! Tapi dia harus tahu yang dia ambil adalah salah satu dari harapan terbesarku. Cukup lelakiku, tidak perlu lagi merangkai kebohongan yang indah untuk alasan, tidak usah lagi sibuk menulis skenario manis untuk sandiwara antara kamu dengan dia. Kamu tidak perlu tahu berapa banyak air mata dan harga diri yang telah aku gadai, kamu tidak perlu tahu pernah ada gadis yang mencintaimu sedalam ini.

Advertisement


Percayalah! Aku orang yang cukup pintar mengobati kekecewaanku sendiri.


Aku dipaksa jadi yang kalah, kamu yang membuka pintu untuk dia masuk, dia yang menutup jalan dari pengorbananku untuk mempertahankanmu. Ternyata tak cukup hanya aku dan kamu, masih ada dan lain setelah itu, lanjutkanlah dengan dia tanpa aku, kamu dan dia. Aku berhenti.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya