#RemajaBicaraKespro-Aku dan Cerita tentang Jerawat Masa Remaja

Penerimaan terhadap diri semasa remaja akan membangun kepercayaan dirimu

Orang bilang bahwa masa remaja adalah masa pencarian identitas atau jati diri. Dengan penuh gejolak kita akan mencari tahu apa tujuan hidup kita, apa yang paling kita anggap bernilai, dan penerimaan terhadap setiap kelebihan bahkan kekurangan dalam diri kita. Ketika kita telah menemukan jati diri kita maka kita akan merasa lebih percaya diri dan menjalani hidup dengan penuh makna. 

Advertisement

Masa remaja adalah masa peralihan dari kehidupan anak-anak menuju ke dewasa, yang normalnya ditandai dengan adanya perubahan biologis dan psikologis baik pada laki-laki maupun perempuan. Masa remaja juga merupakan masa-masa yang paling indah di mana kita akan mengalami banyak momen for the first time in my life. Saat ini aku sedang berada di akhir masa remajaku karena usiaku telah menginjak 20-an. Artinya aku telah melewati masa-masa awal remaja yang penuh dengan lika-liku.

Salah satu hal yang membuatku cukup depresi adalah jerawat. Jerawat pertamaku muncul ketika aku duduk di bangku kelas dua SMP. Tentu saja ini adalah hal yang normal karena adanya perubahan hormonal. Seiring berjalannya waktu, jerawatku selalu muncul setiap bulan, khususnya saat menjelang menstruasi. Yang paling menyebalkan adalah jerawat itu masih ada bahkan ketika menstruasi di bulan berikutnya akan tiba. Tentu ini membuat jerawatku semakin banyak dan bertambah parah.

Rasanya tidak mau pergi ke sekolah, tidak mau keluar rumah, tidak mau bertemu siapapun, dan tidak mau bercermin. Setiap kali ada momen untuk bertemu atau berkumpul dengan keluarga maupun teman, aku selalu mencari alasan untuk menghindar karena aku malu dengan wajahku.

Advertisement

Jujur, jerawatku ini membuat aku sangat minder dan merasa diriku jelek. Aku berpikir bahwa orang lain akan menghina aku sekalipun hanya dari dalam hati kecilnya. Mungkin orang mengira aku ini jorok dan tidak pernah mencuci muka. Padahal aku orang yang selalu menjaga kebersihan. Masalah ini tidak membuat aku tinggal diam.

Aku mencoba berbagai obat jerawat, dari yang alami hingga yang terdapat di apotek. Tapi semuanya tidak ada yang bekerja maksimal di wajahku. Bertahun-tahun aku hidup dengan jerawat. Setiap kali aku melihat ke cermin, aku selalu berandai-andai jika di wajahku tidak ada jerawat pasti aku cantik. Tak jarang aku pun meneteskan air mata karena begitu frustrasi.

Advertisement

Hingga akhirnya aku menyadari bahwa dunia ini punya standar cantik masing-masing. Orang tua dan sahabat-sahabatku selalu mengatakan bahwa setiap perempuan itu memiliki sisi cantiknya tersendiri. Lambat laun aku mulai menerima diriku apa adanya.

Aku mencoba kembali membangun relasi dengan banyak orang. Nyatanya mereka selalu menerimaku. Aku menjadi percaya diri dan menyadari bahwa apa yang paling bernilai bukanlah bagaimana bentuk fisik kita, namun keberadaan diri dan hidup kita yang membuat kita berharga.

Sekarang jerawatku sudah jauh membaik. Tidak ada perawatan khusus yang aku lakukan. Hanya menerima diri dan bersyukur dengan apa yang ada. Kalau kalian saat ini sedang berjuang melawan jerawat terlebih melawan rasa minder di dalam diri, yuk kita sama-sama belajar mencintai diri sendiri dan merawatnya sebaik mungkin. Nanti seiring berjalannya waktu, kamu akan menyadari bahwa dirimu sangat cantik dan berharga.


Masa ini hanyalah sebagian kecil dari garis waktu hidupmu. So, gunakan waktumu bukan untuk meratapi nasib, tetapi untuk menjadikan hidup lebih bermakna.


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE