Aku mengingat kembali masa lalu tentang kamu dan aku. Tentang hal-hal yang belum kita sepakati sebagai cinta. Aku pernah jatuh hati kepada seseorang dengan teramat dalam. Hingga aku membiarkan diriku tenggelam dalam hal yang pelan-pelan membunuhku. Orang yang aku cintai itu menusuk pelan-pelan jantungku. Ia berkhianat atas segala hal yang dengan sepenuh hati kuperjuangkan. Ia mencampakan aku dan memilih orang lain melarikan dirinya. Ia terbang ke lembah yang terjauh. Menghilang setelah semua perasaan sayangku sekarat sebab ia bunuh.

Katanya, aku adalah orang yang tak lagi ia butuh. Waktu itu yang aku tahu hanyalah jatuh cinta bisa membuat luka terasa semerana itu. Selama satu tahun setelah hari itu aku memilih sendiri. Tak ingin jatuh hati lagi. Entah kenapa, aku merasa takut mempercayakan hatiku kepada orang baru. Perasaan yang dulu kutinggikan bisa dengan semena-mena mencampakanku. Semua kesakithatian itu membuatku merasa perlu sendiri untuk waktu yang entah berapa lama. Hingga, seseorang pelan-pelan membuka hatiku. Dia yang awalnya kupikir bisa menyembuhkan segala luka setelah dicampakan paksa oleh orang yang sepenuh hati kurindu. Namun, nyatanya dia sama saja. Hatinya tak lebih baik dari hati seseorang sebelumnya. Dia tidak hanya membunuhku. Dia bahkan mempermainkan perasaanku yang sekarat kepadanya.

Advertisement


Aku merasa betapa kejamnya cinta waktu itu. Jatuh hati hanyalah cara menjatuhkanku ke dalam hal-hal yang menyakiti.


Sejak mengalami hal-hal itu, aku mulai tidak ingin lagi jatuh hati. Aku pikir untuk apa menjalani semua itu, jika saat aku mencari bahagia aku selalu menemukan luka. Bukankah seharusnya jatuh hati adalah cara untuk membahagiakan diri? Namun yang aku dapatkan hanyalah rasa disakiti. Aku mulai fokus pada diriku sendiri. Aku menyibukan diri dengan menulis. Melakukan apa saja yang aku sukai. Satu hal yang akhirnya kusadari, kebahagiaan tak hanya datang dari jatuh cinta, tapi justru bisa datang dengan cara mencintai.

Aku mencintai kegiatan menulisku saat ini. Banyak hal yang datang membawa kebahagiaan. Salah satunya; kabar dari teman-teman pembaca, semuanya membuatku menemukan bahagia yang lain. Saat aku tidak lagi mencari seseorang untuk membuatku bahagia, justru aku bisa membahagiakan diriku sendiri. Aku bisa lebih banyak memberikan perhatian kepada diriku sendiri. Aku bisa pelan-pelan mencapai impianku satu persatu. Hingga, suatu hari aku bertemu denganmu. Aku menemukanmu saat aku tak pernah mencari. Waktulah yang membuat kita menyadari. Saat aku bisa membahagiakan diriku sendiri, cinta datang dengan sendirinya.

Advertisement

Kamu melengkapi kebahagiaan yang aku miliki. Hingga kini, kita sudah melewati waktu yang cukup lama. Aku tak pernah menduga, cinta yang datang tiba-tiba itu bisa lebih kuat dari perasaan yang tumbuh menggebu seperti dulu. Semoga apa-apa yang kita jaga hari ini tetap menjadi perasaan yang kuat dan menguatkan. Sebab, aku tak pernah mencarimu. Cintalah yang membawamu ke hadapanku. Semoga cinta juga selalu menjaga apa-apa yang kita perjuangkan dengan usaha dan doa-doa. Jaga hatimu di sana, sebab cintaku selalu memilihmu di sini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya