Hai, kekasihku. Seorang lelaki dengan paras yang elok, dapat disebut good looking bagi banyak wanita, yang cerdas dan hebat dalam pendidikan, yang ramah, baik serta elegan dalam menjalin hubungan dengan teman-temannya, yang tulus mencintai keluarga serta adik perempuannya, yang selalu menopang dan mendukung untuk sahabat sahabatnya, yang rajin beribadah dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa, yang singgah di kota pelajar dan harus meninggalkan keluarganya yang jauh disana demi sebuah pendidikan, dan yang terakhir selalu sabar dalam mencintaiku apa adanya. Kamulah kekasihku, yang pertama kali menjalin hubungan asmara dan pertama kali dalam membuka hatimu, untukku.

Diriku sampai tak mampu berkata apapun karena selama aku denganmu, diriku merasakan hal yang berbeda, di mana dia pertama kali membuka hatinya untukku, seakan-akan dia selalu ada dan bersama untukku. Selalu mempercayai dan menomor satukan diriku, dan selalu sabar dalam mendengarkan semua keluh kesahku.

Advertisement

Ah, sungguh senangnya diriku menjadi seorang wanita yang amat disayang oleh seorang lelaki yang juga menyayangiku. Hingga aku terjebak dalam kehebatannya dalam meluluhkan perasaanku, sampai terjadi suatu kejadian yang tidak kuduga datang, dia menghilang tanpa kabar ataupun jejak begitu saja.

Aku harus bagaimana? Terus bertahan seperti ini? Sangat tidak mungkin, karena perlahan aku tidak mampu untuk menahan rasa perih ini sendirian. Apakah aku digantungkan olehnya? Atau aku pernah membuat kesalahan yang amat sangat besar terhadapnya?

Atau dia amat sangat benci bahkan kesal dengan perilaku dan sifatku ini? Atau jangan jangan dia sudah bosan dan tidak mencintaiku lagi? Tidak, tidak! Itu tidak mungkin terjadi, tetapi mengapa pertanyaan itu selalu muncul dibenakku, hingga aku sampai lupa bagaimana rasa sakit yang sedang kurasakan saat ini yang seharusnya ku pikirkan daripada memikirkan hal semacam itu.

Advertisement

Aku hanya bisa pasrah dan berdoa agar semua tetap baik baik saja, karena aku selalu percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang sangat indah dibalik yang kita duga.

1 tahun…

2 tahun kemudian…

Aku sempat melihat dirinya sedang pergi berdua dengan seorang perempuan yang sangat cantik parasnya, dan terlihat mereka sangat cocok. Apalah daya aku hanyalah wanita biasa seperti debu yang beterbangan diterpa angin hingga harus dibersihkan karena bersifat merugikan alias dapat mengotori semua tempat.

Jangan tanyakan bagaimana perasaan yang kurasakan pada saat itu. Ibarat kau sedang mengalami kelaparan dan tidak terdapat sisa makanan kecuali terdapat seribu duri ikan yang tersedia disana, dan kamu harus tetap memakan semuanya karena tak tahan untuk menahan kelaparan. Itulah yang kurasakan, tidak hanya pikiran yang lelah, tetapi batin dan perasaanku sangat perih tertusuk tusuk oleh ribuan duri ikan tersebut.

Selewat kejadian tersebut, aku belajar menjadi seorang wanita yang kuat dan tangguh, tetap jadi diriku sendiri tanpa harus ada yang dituntut untuk dirubah. Jangan langsung percayakan hal yang indah dari seseorang, karena bisa saja itu merupakan jebakan agar kau bisa "terjebak" didalam sosok seseorang tersebut, sampai kau hendak melepaskannya pun tidak mampu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya