Saat pertama kali kita bertemu, aku tak pernah berfikir untuk jadi bagian dari hidupmu. Tak ada rasa apapun saat itu. Tak ada yang istimewa saat kita bersama. Hati pun tak terasa bergertar. Semua terasa biasa saja saat itu. Namun ada yang berbeda, aku sempat merasa nyaman ketika kita bersama. Namun, aku tak pernah menyangka bahwa itu cinta.

Aku yang hanya melihatmu sebagai pendahulu yang baik kini harus melihatmu sebagai penyemangat hidupku.

Advertisement

Hari demi hari telah kita lalui bersama,memang terasa cepat. Namun benih cinta yang kamu tamam dulu kini masih tertanam dihatiku. Tak pernah mati, bahkan tumbuh besar dan berakar kuat. Kita bukan lagi pasangan baru, bukan pasangan yang tebar asmara kesana kemari. Kita pasangan yang telah lama menjalin asmara lebih dari 720 hari. Berjuang melawan jarak bukan hal baru bagi kita. Menahan rasa rindupun sudah bagikan makanan sehari-hari. Makanan yang membuat aku bertahan sampai saat ini.

Kamu bukan pria yang setiap hari memberiku kejutan. Bukan juga yang setiap merayuku ketika aku marah. Bukan lagi yang memberiku kata-kata cinta setiap saat. Namun kamu yang memberiku motivasi hingga aku bisa lulus sarjana tepat waktu. Aku sangat berhutang padamu.

Pernahkah kamu bertanya, kenapa aku masih bertahan? Aku harap jangan tanyakan itu padaku. Karena aku tak akan mau menjawab. Aku hanya ingin melihat kita bahagia. Bahagia dengan rasa yang telah kita rawat bersama. Bahagia dengan perbedaan yang telah menyatukan kita.

Advertisement

Hingga detik ini harapanku masih sama : ingin melihat kita bersama lebih dari saat ini

Teruntuk kamu yang sedang berjuang bersamaku. Mari kita bersama melihat dunia yang telah mempertemukan kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya