Sumber Daya Alam sejatinya adalah pendukung kehidupan manusia. Alam menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia, mulai dari penyediaan pangan, sandang dan papan. Secara sederhana, bisa disimpulkan bahwa kehidupan manusia bergantung pada situasi dan kondisi alam.

Berdasarkan sejarah kita dapat mengetahui bahwa pada masa-masa purba, manusia hidup selaras dengan alam. Aktivitas pemenuhan kebutuhan pada masa itu tidak dilakukan dengan masif. Manusia pada jaman itu mengelola sumber daya alam sesuai dengan kebutuhan mereka.

Advertisement

Seiring berkembangnya zaman, peradaban berubah, kehidupa manusia pun berubah. Perubahan ini ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah manusia dan meningkatnya kebutuhan manusia menyebabkan pengeolaan sumber daya alam dilakukan secara masif.

Sayangnya, alam kita mempunyai batasan untuk bertahan menghadapi eksplorasi yang dilakukan manusia secara masif. Alam membutuhkan waktu untuk memulihkan dirinya dari dampak eksplorasi manusia.

Sumber daya alam yang paling masif dikelola adalah hutan. Semenjak Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, sudah banyak dikeluarkan izin pengelolaan hutan. Semenjak saat itulah deforestasi dimulai. Sampai saat ini, sudah sekitar 33 persen hutan Indonesia dieksplorasi dan dieksploitasi. Akibat pengelolaan yang sangat masif ini terjadi kerusakan hutan.

Advertisement

Salah satu dampak terparah akibat kerusakan hutan adalah berkurangnya daya serap karbon dioksida sehingga terjadi kepadatan jumlah karbon di atmosfer bumi menambah kepadatan gas rumah kaca yang memang sudah sangat padat di atmosfer bumi. Hal ini disebabkan fungsi vital hutan adalah menyerap dan menyimpan karbon untuk keseimbangan karbon di bumi.

Dampak terbesar dari kepadatan gas rumah kaca adalah peningkatan suhu bumi. Semakin hari bumi semakin panas sampai terjadi pemanasan global. Dampak paling nyata yang saat ini jelas terlihat dari pemanasan global adalah es di kutub-kutub bumi meleleh sehingga menambah volume air laut. Akibatnya permukaan air meningkat dan mengancam daratan. Dampak lain dari lelehan es kutub-kutub bumi adalah gangguan arus laut dan salinitas air laut.

Arus laut adalah salah satu komponen sistem iklim bumi. Perubahan pada arus laut mempengaruhi kondisi iklim. Sama halnya dengan pemanasan global yang mempengaruhi sistem iklim di atmosfer. Kedua hal ini menyebabkan perubahan pada iklim.

Perubahan iklim lebih banyak berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Cuaca semakin sulit ditebak sehingga merusak sistem tanam yang biasanya dilakukan petani. Ditambah lagi cuaca ekstrim yang serin terjadi menyebabkan gagal panen di mana-mana. Bayangkan, kalau gagal panen terus- menerus terjadi, ketahanan pangan kita akan terganggu.

Disadari atau tidak, aktivitas manusia adalah penyebab utama perubahan iklim. Manusia melakukan kegiatan-kegiatan yang menghasilkan emisi gas rumah kaca sementara itu hutan pun dibabat sampai habis.

Kalau kita menilik sejarah pengelolaan sumber daya alam, manusia semakin hari hidup semakin rakus dan tidak memperdulikan keberlangsungan linkgungan dan hak generasi yang akan datang untuk hidup dengan kondisi lingkungan yang baik.

Lalu apa yang dapat kita lakukan?

Hal pertama yang perlu kita pahami adalah kepadatan gas rumah kaca merupakan penyebab utama perubahan iklim. Jadi, langkah yang perlu kita lakukan adalah hal-hal yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.

Ubah gaya hidup

1. Mari Hidup Efektif

Ubah cara hidup kita yang konsumtif. Mari mulai perhitungkan apakah perlu untuk kita menggunakan dan membeli sesuatu. Hidup konsumtif hanya akan menambah buruk pengelolaan sumber daya alam. Hal ini disebabkan hukum supply and demand dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Semakin banyak pemrintaan maka produksi akan semakin ditingkatkan. Itu berarti semkain banyak sumber daya alam dieksplorasi.

2. Biasakan hidup tanpa memproduksi sampah

Pada prinsipnya, setiap kegiatan yang melakukan pemanasan dan pembakaran pasti menghasilkan gas rumah kaca. Umumnya, sampah-sampah non-organik yang tidak dapat diurai secara alami oleh mikoorganisme dalam tanah mengandung unsur plastik. Butuh ratusan tahun sampai sebuah plastik terurai di alam. Oleh karena itu, manusia mengambil inisiatif untuk membakar sampah plastik. Pembakaran satu plastik menyumbang banyak sekali gas rumah kaca. Apalagi jutaan ton sampah plastik yang dihasilkan oleh penduduk dunia. Tidak hanya itu, ternyata dalam proses produksinya pun melibatkan pembakaran bahan baku plastik hingga unsur tersebut mengembang dan menjadi plastik.

3. Jangan Langsung Buang Barang yang Tidak Terpakai

Memperpanjang usia suatu barang akan menurunkan jumlah sampah. Itu berarti pengelolaan sampah yang umumnya dilakukan dengan cara dibakar akan berkurang. Misalnya saja, baju yang kelihatannya sudah tidak up to date bisa kamu recycle mejadi barang lain. Atau design baju model lain dengan baju yang tidak terpakai itu. Bisa juga hibahkan barang-barang tidak terpakai mu kepada orang-orang yang membutuhkan. Selain bisa berbuat baik untuk orang lain, kamu juga sudah bertindak untuk mengurangi sampah.

4. Habiskan makananmu, jangan bersisa

Tahu kah kalian bahwa sektor pertanian adalah sektor yang paling banyak mengemisi gas rumah kaca, mulai dari peralihan lahan dari hutan menjadi lahan pertanian dan peternakan, proses pertanian, produksi dan distribusi pangan. Ternyata tidak hanya proses pertanian yang menghasilkan gas rumah kaca, tapi juga sisa makanan yang dibuang. Tiap tahunnya masyarakat dunia menyisakan jutaan ton makanan. Sisa makanan yang membusuk tersebut mengeluarkan gas rumah kaca. Menurut data yang dikeluarkan oleh Food Agricultur Organization (FAO), jumlah gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembusukan makanan sisa adalah 4,4 megaton. Jadi, mulai sekarang habiskan makananmu ya!

5. Ayo gunakan transportasi publik!

Jumlah mobil yang sangat banyak tanpa diikuti dengan pertambahan luas jalan menyebabkan kemacetan. Disadari atau tidak, kemacetan juga menyumbang sangat banyak emisi gas rumah kaca.

6. Ikut gerakan hijau dengan menanam pohon di pekarangan rumah

Selagi pemerintah mengupayakan pemulihan hutan, mari kita juga ikut membantu penurunan gas rumah kaca dengan menanam pohon. Satu pohon yang kamu tanam akan berdampak luas bagi kehidupan dan lingkunganmu.

Mari Jaga Bumi karena Bumi Kita Hanya satu. Ayo jadi bagian dari generasi cool yang peduli lingkungan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya