#WorldPoetryDay2022 – Alasan Matahari dan Hujan Hari Ini, Ada Kamu di Dalamnya!

Indonesia

Matahari, Aku dan Kamu



Matahari sudah mulai terbangun dari tidurnya

Semesta mulai menyambutnya dengan meriah

Dan bulan kembali ketempat peristirahatannya

Menunggu kembali sampai waktunya tiba



Dari celah-celah kecil harapan kehangatannya terasa

Kali ini cahayanya menembus hingga tempat tak terjamah

Cahaya yang membuat mataku tersenyum

Karena bibirku sudah tidak mampu lagi



Bunga-bunga menyapa dan burung-burung bernyanyi

Meriah megah disegala sudut perasaan

Matahari menyinari dan semesta mengiringi

Penuh dengan suka citra yang menggema



Ternyata matahari jadi janji yang pernah kamu tawarkan

Terlalu luar biasa dipersembahkan untuk aku yang biasa

Ternyata kekuatan cinta adalah mahakarya semesta

Dan kamu adalah salah satunya

 

Ada Apa Dengan Gerimis dan Gemuruh?



Langit menjadi kelabu tanpa peringatan

Awan berubah menjadi sehitam arang

Aku segera menyelamatkan harapan

Berlari menuju relung hati yang paling dalam



Sinar matahari yang menyinari kini redup

Seolah-olah pengelihatanku terbatas pada percaya dan cinta

Kehangatan matahari yang menghangatkan kini menghilang

Seolah-olah tubuhku mati rasa dan kehilangan arah



Tetesan air yang jatuh entah dari langit atau dari mataku

Tak mampu dibendung

Tetesan air yang jatuh entah dari langit atau dari mataku

Tak mampu ku tahan



Janji yang terlupakan menciptakan rasa takut yang tak terelakkan

Gemuruh sudah mulai sahut-menyahut mencari kebenaran

Harapan yang rapuh mulai basah dan kamu hanya diam saja

Apa kisah kita hanya kisah singkat di waktu yang sesaat?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

This is me, with a random thought!