Baru–baru ini para pemuda pemudi di Desa Plaosan, Dusun Pendem, Kabupaten Sidoarjo ini berhasil membangkitkan semangat literasi di daerah mereka. Bernaung di dalam organisasi karang taruna, Tunggal Nusa membuat event literasi yaitu event edukasi teknologi komputer di era digital. Tidak di sangka–sangka mereka yang kadang dipandang sebelah mata oleh masyarakat ternyata mempunyai jiwa membangun gerenari bangsa yang cerdas.


Walaupun banyak dari mereka adalah pasukan geng motor yang berbeda pula jenis motornya. Ada dari mereka yang masuk geng motor perkumpulan sepeda matic, sepeda CB, bahkan ada pula yang pecinta motor tua seperti sepeda Honda c70, dan masih banyak lagi. Lalu ada beberapa yang hanya lulusan SMP–SMA namun hal tersebut tidak menyurutkan niat mereka untuk indonesia berkemajuan.


Advertisement

Melihat kondisi masyarakat yang kurang tertarik dengan dunia membaca dan menulis seorang anggota karang taruna dari divisi keagamaan yang bernama Eva Purwita Sari mencetuskan ide "Bagaimana jika kita membuat perpustakaan mini agar mempermudah pembelajaran kita juga membimbing mereka untuk belajar," cetus perempuan berkacamata tersebut. Awalnya ide itu disambut dengan baik oleh anggota karang taruna dan perangkat desa yang lain namun, karena sulitnya mendapatkan donasi buku maka Fausal Nastai selaku ketua umum karang taruna Tunggal Nusa pun memutuskan untuk mengubah konsep belajar dengan simpel.

Dengan memberika bimbingan belajar kepada warga sekitar tanpa memungut biaya sepeser pun. Hal tersebut tidak hanya bimbingan belajar untuk mata pelajaran exact. Namun ketua karang taruna juga menginginkan adanya kursus komputer untuk warga sekitar agar tidak buta akan teknologi. Karena nyatanya sekolah–sekolah di Desa Plaosan mereka hanya belajar ilmu komputer tanpa pernah praktek langsung menggunakan komputer. Jika pernah pun itu satu hal yang jarang.

Dan pada akhirnya terpilihlah Iga Aulia Sari dari Divisi Pendidikan sebagai ketua pelaksana dalam kegiatan belajar mengajar ini. Ide inipun tak lantas berjalan dengan mulus. Banyak pro kontra dari para anggota. Karena kebanyakan dari mereka tidak memiliki basic pendidikan dan juga mereka tidak pernah tau caranya mengajar tidak hanya itu mereka risau karena pengetahuan yang mereka miliki pun tidak sempurna. Mereka hanya paham jika di tanya perihal otomotif.

Advertisement


Namun seiring berjalannya waktu dengan niat yang kuat, akhirnya pro kontra diantara mereka pun berakhir dengan semangat yang menggebu untuk mencerdaskan bangsa. Melalui langkah kecil yang dibuat oleh Tunggl Nusa untuk Indonesia.


Mereka yang kebanyakan anggota geng motor di training dengan para anggota yang sudah berstatus sarjana pendidikan. Dan dalam proses pembelajaran pun kami saling membantu dan membagi tugas sesuai passion yang di miliki. Dan tidak di sangka antusias warga sangat membludak dalam acara tersebut. Karena terkejut melihat apresiasi yang diberikan warga dalam acara tersebut ketua pelaksana memutuskan jika setiap minggu akan diadakan pembelajaran secara rutin.

Dari hal yang berbeda pula mereka dipertemukan untuk menjadi bermanfaat bagi nusa bangsa dan agamanya. Jadi jangan pernah menganggap sebelah mata orang–orang di sekitar kita.


Kadang yang kita anggap sebagai sampah masyarakat nantinya mereka yang dapat mengubah butiran debu menjadi butir emas yang akan diburu oleh orang di penjuru dunia.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya