Selama ini kita selalu mendengar bahwa jurusan kedokteran adalah jurusan yang paling favorit. Alasannya pun jelas, karena sepanjang zaman manusia pasti mengalami sakit dan dokter adalah profesi yang bisa menolong seseorang mengobati sakit. Apalagi ditambah image yang ada saat ini mengenai dokter terutama di sinetron-sinetron.

Mulai dari pakaiannya yang rapih, wajah cantik atau tampan hingga menjadi panutan warga desa karena menyembuhkan anak kepala desa yang cantik jelita lalu dijodohkan sama pak kepala desa (yang ini mah sinetron banget) menjadi impian ibu-ibu rumah tangga yang sering melihat TV yang anaknya sudah masuk kelas 3 SMA. Lalu pertanyaannya, apakah anak IPS, apakah ibu-ibu yang anaknya saat ini di jurusan IPS, bisa meraih jurusan kedokteran di Perguruan Tinggi Negeri?

Advertisement

Seperti yang kita ketahui, kedokteran adalah jurusan yang “IPA banget” atau kalau kata anak zaman sekarang kedokteran itu “IPA bingits”. Bagaimana tidak, dalam ilmu kedokteran, dibutuhkan ilmu biologi untuk mempelajari anatomi dan fisiologi tubuh manusia. Belajar tentang kuman, pathogen, virus, sel, toksin, dan lainnya yang menjadi agen penyebab sakitnya manusia.

Belum lagi harus belajar kimia untuk mengetahui reaksi enzim, reaksi hidrolisis (sampai penulis sendiri pusing menulisnya), dan reaksi-reaksi lainnya yang dibutuhkan untuk memahami sebab akibat manusia bisa sakit dan cara mengobatinya. Ada juga ilmu matematika untuk menghitung racikan obat yang ditulis dalam resep hingga ilmu fisika untuk menghitung ukuran radiasi yang tepat bila pasien membutuhkan penanganan pengobatan yang berhubungan dengan X-ray dan masih banyak lainnya.


Lalu, buat aku yang anak IPS bagaimana donk? Aku lihat angka saja langsung bentol-bentol alergi, lihat lambang-lambang unsur kimia saja langsung bersin-bersin dan lihat rumus fisika langsung kejang-kejang. Bagaimana bisa masuk kedokteran?


Advertisement

Sebenarnya anak IPS bisa masuk kedokteran. Caranya? Anak-anak IPS memang sulit (saya tidak mengatakan tidak bisa) untuk masuk kedokteran di PTN lewat jalur undangan atau SNMPTN atau istilah lainnya nanti di tahun ini yang selalu berubah-ubah. Kenapa sulit? Karena jalur masuk PTN tanpa tes menilai siswa dari rapotnya. Bila rapot kalian tidak ada nilai-nilai mata pelajaran IPA, lalu bagaimana kalian bisa dipertimbangkan untuk diterima di jurusan kedokteran? Simple nya begitu. Jadi lupakan saja masuk kedokteran di PTN lewat jalur undangan atau SNMPTN.

Jalur yang bisa kalian tempuh adalah jalur ujian tulis. Kalian akan bertarung, berkompetisi secara jantan nan macho lewat seleksi SBMPTN. Yo yo semangat yo. Kalian orang-orang pilihan yang siap bertarung secara jantan. Jangan berkecil hati ya. Ingat! Ujian tulis tidak pernah memasang syarat untuk masuk jurusan kuliah IPA harus anak IPA jurusan IPS harus anak IPS. Kita lihat betapa banyaknya anak IPA yang masuk jurusan IPS alias murtad jurusan.


Tapi, saya kan jarang belajar IPA, lalu bagaimana bisa bersaing dengan mereka anak-anak IPA yang selalu belajar IPA tiap harinya?


Nah di sini penulis mau sedikit memberi tips buat kalian anak IPS bisa masuk kedokteran di PTN. Ini dia tips-tipsnya:

Tips 1: Fokuskan kegiatan untuk belajar menghadapi SBMPTN.

Mungkin buat kalian anak IPS, kalian merasa suasana kelas anak IPS jauh lebih berisik, ribut dan ramai seperti di medan perang armagedon dibandingkan anak IPA yang sunyi senyap seperti di dalam Gua Hira. Hal itu wajar karena anak IPS memiliki jiwa sosial yang ingin memahami antar manusia dengan bergaul. Sementara anak IPA ingin memahami alam dari keteraturan yang dimilikinya yang tergambar dalam rumus-rumus.

Walaupun kelas kalian ramai, banyak godaan yang mengajak kalian untuk bermain, jalan-jalan bahkan tidur di belakang kelas. Cobalah untuk berkorban untuk menolak semua ajakan tersebut dan yakinlah kalian bisa bermain, jalan-jalan, dan tidur sepuasnya (kalau perlu tidurnya main-main sambil jalan-jalan) setelah kalian lulus SBMPTN masuk kedokteran di PTN.

Kalau kalian takut dikucilkan teman? Bilang baik-baik ke mereka “Bro, sist, kalian main aja dulu tapi jangan ngajak gue, gue mau masuk kedokteran, kalo lu ntar sakit gua yang rawat deh. GRATIS. Kalo lu mau buka bisnis rumah sakit ntar gua yang bantu deh” niscaya teman-teman kalian mentertawakan kalian dan dibalik tawa mereka ada satu dua cewek yang menaruh hati pada kalian (yaampun balik lagi jadi sinetron).

Kalau kalian masih sulit fokus, kalian bisa mencoba belajar di bimbel karantina persiapan SBMPTN karena di bimbel tersebut suasana akan dikondisikan sekondusif mungkin agar kalian konsentrasi belajar persiapan SBMPTN hingga kalian masuk kedokteran di PTN.

Tips 2: Mulailah untuk mencoba pelajaran-pelajaran yang bukan berbasis menghafal, tetapi menghitung dan memahami konsep.

Pelajaran yang membutuhkan kemampuan menghafal tetap ada, tetapi sedikit berbeda, Contoh: Biologi. Bila sulit beradaptasi, maka kalian bisa menggunakan bimbel karantina persiapan SBMPTN untuk membantu kalian beradaptasi.

Tips 3: Suka tidak suka harus mempelajari rumus-rumus dalam waktu singkat. Jangan dihafal, tapi pelajari konsepnya.

Karena menghafal rumus jauh lebih memusingkan dan bahkan pusing kalian lebih abadi daripada memahami konsep suatu rumus. Dengan memahami rumus, kalian masuk dalam golongan orang-orang yang beriman, eh salah, maksudnya orang-orang yang sudah siap lulus SBMPTN . Bila kalian kesulitan dalam mempelajari rumus-rumus maka kalian bisa menggunakan bimbel karantina persiapan SBMPTN.

Lalu, kenapa menghafal rumus membuat kalian pusing lebih abadi daripada memahami rumus? Karena bila kalian suatu saat menghadapi soal-soal yang mempermainkan rumus. Kalian pasti akan pusing memasukkan rumus yang kalian hafal ke soal tersebut. Beda dengan yang sudah memahami konsepnya karena dengan memahami konsep rumus, kalian bisa mengubah rumus tersebut atau bahkan menciptakan rumus baru selama masih dalam koridor konsep yang benar.

Tips 4: Curilah start, belajarlah untuk persiapan SBMPTN sedini mungkin. INILAH KEUNTUNGAN ANAK IPS dibandingkan anak IPA.

Karena rata-rata anak kelas 3 SMA IPA belajar persiapan SBMPTN hanya 1-2 bulan sebelum tes SBMPTN dimulai karena mereka baru belajar setelah mengetahui mereka tidak lolos SNMPTN. Mereka menunggu hasil SNMPTN dulu dengan wajah “mupeng” dan perasaan harap-harap cemas. Setelah itu kecewa, down dan patah arang karena tidak lulus SNMPTN.

Dapet tausiah dari pak ustad Golden Ways (Merk nya jangan disebut lebih jauh) lalu semangat lagi setelah itu siap-siap buat SBMPTN. Buat kalian yang anak IPS, kalian langsung belajar siap-siap SBMPT dari sekarang. Ngebut menyalip mereka anak IPA yang lemah galau karena cintanya ditolak oleh mbak SNMPTN.

Tips 5: Belajarlah dengan yang sudah ahli.

Bila tidak sempat mencuri start, belajarlah dengan mereka-mereka yang sudah lulus SBMPTN dan masuk kedokteran, atau belajarlah dengan mereka-mereka yang jago di masing-masing mata pelajaran SBMPTN. Misal, belajar Biologi sama anak jurusan Biologi. Kalian bisa menemui mereka-mereka yang jago di setiap bidang dan mereka yang sudah lulus SBMPTN masuk kedokteran di bimbel karantina SBMPTN.

Tips 6: Beranilah menghadapi Try Out IPA, kendalikan pikiran kalian agar kalian tidak alergi menghadapi soal IPA.

Jangan takut melihat hasilnya karena hasil apapun dari Try Out adalah gambaran evaluasi kalian dan dengan gambaran tersebut kalian bisa menentukan tindakan berikutnya. Kalau di Bimbel Karantina SBMPTN hasil try out kalian bisa menjadi acuan para guru-guru yang sudah berpengalaman untuk menyusun metode belajar special untuk kalian.

Tips 7: Selalu berdoa, jangan lupa di setiap keberhasilan ada izin dari Tuhan.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kalian semua wahai anak-anak IPS. Tetaplah semangat dan optimis menghadapi SBMPTN. Tetaplah percaya diri kalian bisa masuk jurusan kuliah manapun yang kalian inginkan. Walaupun kalian ingin sekali masuk kedokteran di PTN favorit, akan tetapi lebih baik bila kalian mencoba mengetahui kecerdasan terpendam kalian karena bila seseorang belajar dan berkarya sesuai dengan kecerdasan terpendam yang orang tersebut miliki maka orang tersebut bisa 100 kali lebih hebat daripada yang belajar dan berkarya tidak sesuai dengan kecerdasannya.

Sumber: Bimbel Masuk UI

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya