Life is the art of drawing without an eraser

-John W. Gardner-


Advertisement

Sering kali kita merasa menyesal atas suatu keadaan/kejadian yang kita alami. Kita sering menyesal ketika salah mengambil keputusan, bahkan sering kali kita menyalahkan diri kita atas keputusan salah yang telah kita ambil. Tapi sebenarnya kalau kita renungkan lagi kita menyesal bukan karena keputusan salah itu, tapi lebih karena waktu sudah berlalu dan kita tahu bahwa kita tidak dapat mengulanginya lagi.

Waktu atau masa menurut KBBI (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berbeda atau berlangsung. Dalam hal ini skala waktu merupakan interval antara 2 buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian (sumber: Wikipedia).

Yap, menurut pendapat saya, waktu adalah pemberian Tuhan yang sangat berharga, karena Ia hanya memberikannya 1 kali dan kita tidak bisa memaksa-Nya untuk mengulang kembali waktu. Tapi tunggu dulu, apakah kalian percaya akan adanya kesempatan kedua? Hmmm semacam restart button mungkin.

Advertisement


Terdengar menyenangkan, akan ada banyak hal yang bisa kita ulang, atau mungkin kita skip di beberapa bagian demi mendapatkan kisah hidup yang terbaik. Tapi seandainya benar restart button itu ada dalam hidup kita, berapa kali kita akan menekannya untuk mengulang hidup kita demi memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi?


Sebelum menekan restart button itu, coba pikirkan sekali lagi, karena bukankah kesalahan-kesalahan itulah yang justru membuat kita sekuat sekarang?

Nilai biologi jelek membuatku gagal masuk Fakultas Kedokteran, menyedihkan memang, tapi nyatanya aku justru masuk ke Fakultas Design dan ternyata aku sangat menikmatinya. Bahkan sekarang aku sangat menikmati pekerjaanku sebagai seorang designer. Gagal dalam percintaan, malam-malam yang penuh drama dan air mata patah hati membantu membuat ku menjadi seorang pribadi yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya.


Setidaknya melalui hal itu aku belajar bahwa kita tidak bisa meletakan kebahagiaan kita ditangan orang lain.


Seandainya aku bisa menekan restart button itu sekarang dan mengulang semuanya serta memperbaiki semua keputusan-keputusan salahku dimasa lalu, apakah hidup ku akan lebih sempurna dari hidup ku yang sekarang? Hmmm, kurasa tidak. Karena justru dari semua hal yang ku anggap sebagai kesalahan itulah yang menguatkan serta mengajarkanku banyak hal.

Sekarang saatnya berhenti berandai-andai kembali ke kenyataan, hidup kita tidak memiliki restart button, tapi kita bisa mengganti avatar dalam hidup kita kapan saja kita mau. So, pastikan kita memilih avatar terbaik dalam diri kita dan nikmati setiap kisah perjalanan hidup yang menunggu kita didepan sana. Just enjoy every single step in your lifetime!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya