Anggapanmu Berlebihan Tentang Orang Lain, Memangnya Benar?

Kamu terlihat cemas saat memikirkan apa pendapat orang lain. Kamu merasa bahwa orang lain berpikiran buruk. Kamu berpikiran mereka terlihat tidak senang dengan tindakanmu. Apakah pikiranmu sesuai dengan pikirannya?

Advertisement

Kehidupanmu sendiri jangan sampai terpengaruh oleh pandangan buruk orang lain. Kamu memiliki keyakinan yang utuh. Yang perlahan-lahan memudar karena seringkali kecewa pada harapan dan ekspektasi yang tak sesuai. Kamu semakin menjauh dari dirimu sendiri. Ditambah dengan pandangan orang-orang yang mulai menggores-gores keteguhanmu.

Kalau anggapan orang tentangmu buruk, dan kamu menerimanya saja. Hal itu tak akan mengubah apapun. Tapi kalau kamu ingin membetulkannya. Kamu harus mengorbankan tenaga dan waktumu. Kamu tahu bahwa apa yang kamu lakukan mengarah pada kebaikan, yang biasanya tak pernah diindahkan mereka.

Mereka tak butuh simpati. Mereka hanya butuh bahan-bahan untuk menjatuhkan semangatmu dan mencairkan mentalmu. Semangat dan mental yang setiap hari kau bangun. Kamu hanya perlu melangkah maju. Perlahan, berhenti, dan memikirkannya lagi. Lalu jatuh, dan bangkit. Jatuh dan bangkit. Jatuh dan bangkit. Hingga mereka melupakanmu.

Advertisement

Memang mudah dikatakan, tapi sulit dilaksanakan. Kamu mulai menyerah dengan nasib buruk ini. Tapi kamu pun mulai menyadari. Seiring berjalannya waktu. Bahwa ternyata kamu bisa melakukan perubahan. Terhadap dirimu sendiri.

Pada akhirnya kamu tetap sama. Tersenyum tanpa ada yang membebani. Kamu bernapas dengan indah. Kamu tak lagi berlebihan memikirkan anggapan orang yang berbeda-beda. Kamu mulai menyadari bahwa kilatan buruk itu hanya ada dalam pikiranmu. Benar bahwa waktu yang akan mengungkapkan sedikit banyak tentang hal itu.

Advertisement

Kehidupan ini milikkmu, bukan berarti kamu dapat bersikap seenaknya. Tapi kamu punya kendali penuh. Untuk kemudian kamu arahkan kemanapun sesuai dengan kepercayaanmu. Tentu Tuhan akan melindungimu. Kalau kamu melangkah pada ubin-ubin kebaikan. Yang telah lama dilakukan oleh orang-orang sebelumnya. Bahwa mereka menyadari hidup selalu berhubungan dengan orang lain. Hidup selalu memaknai setiap perjalanan. Dalam kenyataan yang terlihat pahit, ada maksud-maksud tersembunyi yang tak bisa dijangkau oleh pikiran yang serba terbatas.

Maka mulailah untuk melangkah. Maju ke depan tanpa berpikiran negatif yang berlebihan. Orang-orang yang akan menganggapmu, ketika kamu menarik perhatian. Dan untuk menarik perhatian, kamu membutuhkan kelebihan. Tentu setiap manusia mempunyai kelebihan. Tapi kalau kamu berhenti melangkah karena orang-orang disekitarmu, karena kamu menganggap bahwa kamu belum cukup bagus.

Karena kamu berpikir bahwa orang-orang tidak menganggap kemampuanmu. Maka lakukan hal itu dengan perlahan dan ketekunan. Bagaimana kemudian kamu dapat displin dan berubah, kalau kamu saja terus berlebihan memikirkan anggapan orang lain yang belum tentu benar. Apalagi anggapanmu itu hanya imajinasi yang selalu mengusik pikiranmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang pembaca yang tekun

CLOSE