Bukan maksud hati untuk terus merindu, hanya saja dia bergerak maju mundur sesuka hatinya. Berharap apa yang dirindukan merasakan pesan yang telah disampaikan. Siapa sangka bahwa kita sebenarnya tak ada yang sanggup untuk memendam. Sebuah rasa dan asa juga lara yang menumpuk menggunung ingin ditebas dan diredakan kembali.

Apakah hanya aku yang tak mampu menggenggam? Apakah cuma aku yang tak mampu menggapai? Bukankah rindu itu sebuah penyakit yang mempunyai obatnya sendiri untuk menyembuhkan? Ah, hanya saja obat yang tepat kadang sangat sulit dan tidak mudah didapatkan.

Advertisement

Karena sebuah genggaman maupun pelukan erat adalah hal yang luar biasa yang akan selalu dinanti bagi mereka yang sukit menggapai. Jauh didalam hati, ombak beriak-riak menandakan kekesalan dan kekecewaan akan rindu yang tak dapat dilampiaskan. Menunggu waktu yang kadang tak jelas kapan datangnya.

Berbahagialah kamu pemilik sang pereda yang dekat. Pemilik obat dan vitamin yang mudah direkat dan digenggam. Apalah daya ini yang tak sampai dengan cepat. Paling tidak, angin telah membawa rasa ini jauh melambung ke tempat kamu melabuhkan dirimu, untuk kau genggam, peluk erat, dan bawalah tidur. Salamku, sang penunggu pelukan eratmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya