Apa kabar hati??? Masihkah kau tangisi kepergian seseorang yang pernah singgah di hati. Yang dengannya dulu senyum lepas dan tawa tak pernah lelah menghapiri wajah ayumu. Masihkah hatimu perih, masihkah sosok itu menghampiri, masihkah dia menjadi pemilik separuh hati?

Apa kabar senja?? Masihkah mengingat dia saat bersama melihat dan menatap kepergian matahari. Bergandeng tangan menggenggam harapan untuk hari esok menatap senja lagi, mengingat akan janji kecik di sore hari. Masihkah rona merahnya menyelimuti hati. mengingat dan mengenang secuil noktah pada diri.

Advertisement

Apa kabar rindu masihkah hatimu merasa kelu, merasakan sesak setiap kerinduan itu datang. Masihkah namanya kau rindukan, masihkah sosoknya membuatmu terbanting dari nyatanya kehidupan. Masihkah ingatan akan dirinya menghampirimu? Masihkah hatimu tak jemu-jemu merindu.

Apa kabar kamu?? Yang pernah menetap dihati, singgah sesaat lalu pergi. Masihkah kau disana, tersenyum bahagia, masihkah senyum dengan lesung pipit itu hadir, meski kini tak ada aku disana. Masihkah kau ingat aku orang yang dulu jadi persinggahan sesaatmu. Masihkah kau disana bahagia dengan duniamu.

Apa kabar cinta? Masihkah ia kan nengetuk hati , setelah hati ini hancur karena seseorang yang asing, masihkah ketegaran seperti batu karang itu tetap kokoh disana, atau telah rapuh, oleh sapuan ombak kebimbangan. Masihkah ada kesempatan untuk membuka hati kepada orang lain, yang akan menggantikan sosok yang lain.

Advertisement

Apa kabar cahaya mata?? Masihkah engkau menangisi kepergiannya? Kepergian dia yang tanpa kata, tanpa isyarat dan tanda, menyisakan kekosongan dalam dada. Masihkah air mata menetes , masihkah lafal namanya kelu dan bayangannya hadir di matamu.

Apa kabar dia?? Sosok yang kini berada disampingmu, yang menggantikan aku, mengambil alih kekuasaan hatimu atas ku, yang membuatmu berpaling dari janji suci. Masihkah kau disana setia dengan dia yang lain, atau telah berpaling ke dia yang lain lagi.

Apa kabar janji? Masihkah engkau pegang teguh meski kini engkau hanya sendiri menatapnya pun tak ada harap lagi. Masihkah engkau teguh berharapan hal kecil itu. Masihkah kau mengingat akan setiapa kata yang terucap. Masihkah engkau berharap sebuah keajaiban kecil itu.

Apa kabar ? Apa kabar? Untuk semua luka yang menghampiri, biar diri ini belajar melepaskan,melepaskan sesuatu yang sejak awal memang bukan menjadi milikmu. Dalam kalam Rabb tertulis sesuatu yang bukan menjadi milikmu tak akan pernah menjadi milikmu, sekuat apapun engkau paksakan itu. Jadi biarkan diri ini belajar melepaskan dia yang pernah sekali waktu singgah mengisi hati. Biarkan luka ini menjadi pelajaran dalam separuh hidupmu, hingga kelak akan jadi pengalaman untuk berbagi ataupun kau simpan sendiri.

Ya apa kabar diri ini?? Yang masih setia sendiri hingga takdir menunjukkan jalan siapa pemilik rindu ini. Mencintai seseorang yang kelak akan menjadi imam nanti. Masihkah kau belajar mengikhlaskan, belajar melepaskan dan belajar sabar akan setiap takdir dariNYA. Belajar menempa diri untuk menjadi semakin kuat lagi melewati hiruk pikuk kehidupan. Tiada diri mengenal yang lebih baik.

Apa kabar Jiwa?

Jiwa yang tak tahu siapa dan apa yang akan terjadi kelak, Jiwa yang terkadang masih mangkir dari perintah Tuhannya, Jiwa yang terkadang jemu, masih enggan berpindah, masih bergelimang dosa, dan berebut dengan semua kotor dunia.

Apa kabar hari ini? Esok lusa dan masa depan nanti, semoga kelak akan menghampri, hari yang baru membawa mimpi baru.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya