Hai apa kabar kamu?

Hey, kamu yang bukan milikku lagi, apa kabar?

Hai apa kabar kamu?

Advertisement

Bahagiakah kamu di sana?

Ingatkah kamu dengan ku?

Aku yang pernah berlalu di hidupmu, aku yang selalu memintamu untuk selalu tersenyum, aku yang pernah bahagia karenamu, aku yang pernah menjadi orang pertama segala keluh kesahmu. Aku yang pernah selalu di hari harimu. Aku yang menemanimu sedari kamu di angka nol. Aku yang pernah mendukungmu di kala kamu terpuruk. Aku yang pernah mengajakmu untuk bangkit. Aku yang menjadi penyemangatmu meskipun kamu lelah. Aku yang pernah mencintaimu dan menyayangimu. Aku lah rumahmu, yang akan kau singgahi dalam suka maupun duka.

Advertisement

Kamu sedang apa? Dapat tersenumkah kamu dengan orang yag baru? Kamu yang dulu menjadi pelindungku, kamu yang dulu selalu memperhatikanku. Kamu yang dulu selalu membuat hatiku berdegub kencang. Kamu yang selalu menumbuhkan tawa dan bahagia. Kamu yang dulu memperjuangkan aku dengan segala caramu.

Kamu yang dulu menjadi tempatku menabung segala rindu. Kamu yang dulu pernah mencuri hatiku. Kamu yang mampu mengalihkan duniaku. Kamu yang pernah mengukir luka, mendatangkan kecewa, membuat hatiku mendung, air mata yang menguras emosi yang tak terbendung. Kamulah masa remajaku.

Ya, begitulah kamu, kamu yang pernah singgah di hatiku, dan sekarang bukan kamu-ku lagi.

Aku sadar aku yang sekarang asalah sekeping masa lalumu. Mungkin saja, sekrang kamu sudah memiliki mozaik cinta yang baru setelah aku. Aku ikut bahagia untuk itu. Aku ingin bilang, terima kasih untuk sudah pernah menetap di hatiku, darimu aku belajar banyak hal. Mulai dari jatuh cinta yang sebenarnya hingga terluka yang sebenarnya juga.

Terima kasih kamu yang pernah berjuang bersamaku melawan jarak, meskipun akhirnya perjuanganmu tak seindah pada awalnya. Terima kasih kamu yang sudah mengajarkan banyak hal. Jatuh bangun cinta yang ku lalui bersamamu mengundang banyak arti. Maafkan aku yang kurang sempurna, aku yang terlalu mencintaimu. Mengenalmu adalah hal yang paling indah dalam hidupku, berkali kali aku jatuh cinta padamu meskipun aku tak akan menjadi penghuni hatimu lagi.

Bahagialah kamu untuk saat ini dan selamanya. Jangan pernah ragu untuk datang dan bercerita tentang kisah kasihmu. Kita masih teman bukan? Aku tidak mau kamu terluka seperti aku dulu. Karena bagiku, kebahagiaanmu masih prioritasku. Selamat tinggal. Jaga dirimu tanpa aku.

Tuhan tidak akan pernah tidur, Tuhan akan menyembuhkan luka di hati dengan kebahagiaan yang lebih indah dari kemarin. Aku yakin itu. Mungkin ini cara Tuhan untuk memperingatkanku supaya aku tidak terlalu mencintaimu, karena Tuhan cemburu. Mungkin ini cara Tuhan tidak mengizinkan hambanya yang tulus hidup bersama dengan orang yang berpaling dari ketulusan itu. Mungkin ini cara Tuhan akan mempertemukanku dengan seseorang yang lebih baik, yang tertulis di lauhul mahfudzku.

Semoga ketika aku belajar mengikhlaskanmu, Tuhan akan mentiapkan skenarionya yang lebih indah, hingga aku jatuh hati pada cinta yang tulus dan setia. Terima kasih Tuhan telah membuka mata hatiku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya