Tentang Kamu, Setitik Harapan yang Tak Pernah Memberi Kepastian. Semoga Aku Tidak Salah Tujuan

setitik harapan yang tak memberi kepastian


Kucoba untuk bertahan, namun aku tak sanggup – Glenn Fredly


Advertisement

Penggalan lagu itu mewakili perasaanku saat ini. Entah apa yang terjadi. Kita bertemu lagi. Bercengkrama lagi. Yang dulu kita sudah mengakhirinya, sekarang kita berhubungan kembali. Tapi, sekarang aku jadi bertanya-tanya. Sebenarnya kita ini apa?

Sekarang hubungan ini menjadi tersamar. Buram. Tak jelas. Kau tahu sendiri, aku tak mau terbawa perasaan lagi. Tapi, apa yang kau rasakan sekarang? Apakah hubungan ini menjadi seperti dulu? Atau ini hanya pelampiasanmu saja? Aku tak tahu.

Ketika dulu aku sangat berharap sekali kau menjadi akhirku. Tapi, ternyata itu salah. Lalu, sekarang kau kembali dengan keceriaanmu dulu, dengan perhatian yang sama. Terus, tanpa kejelasan apapun, kita berhubungan layaknya kita dulu. Tapi, apakah kau pernah sedikit saja berpikir apa yang aku rasakan?

Advertisement

Kalau boleh jujur, aku sangat senang kau kembali. Tapi, aku tak mau terjatuh dan tersakiti untuk kedua kalinya dengan orang yang sama. Aku ingin berubah. Tapi, kau membuatku berhenti. Membuatku berhenti di sini. Di kamu. Hatiku yang tadinya tak tahu arah. Tak tahu mau ke mana, sekarang hatiku seperti berhenti tujuan. Tujuanku menjadi kembali lagi ke kamu.

Tapi, apakah pantas semua ini? Apakah pantas yang telah semua kamu lakukan kepadaku dan sekarang maumu apa? Menyakitiku lagi kah? Atau menjadikanku tujuan hidupmu?

Advertisement

Aku selalu berharap yang kedua. Tapi, semua itu tak akan berubah jika kamu tak tahu perasaanmu sendiri. Hubungan tanpa kejelasan ini mulai menghantuiku lagi. Mulai menjebakku lagi. Semoga kejelasan cepat datang, dan kita menjadi jelas. Tidak buram lagi.

Sederhana saja, air mataku masih menetes karena satu orang. Satu orang yang telah menghantuiku dengan harapan-harapan. Yang berarti kau masih segalanya. Kita hanyalah 2 hati yang rusak, tetapi memaksa bersatu. Terkadang yang tersisa akhirnya adalah, patahmu dan patahku. Aku tak mau begitu.


Aku bukan sudah tak peduli lagi

Tapi, aku sadar diri..


Aku berlagak bahwa semua masalah ini tidak serius, padahal hatiku benar-benar remuk dibuatnya. Kamu itu adalah setitik harapan yang tak pernah memberi kepastian. Aku harap kamu sadar, akan kehadiran hatiku yang selalu menunggumu. Aku juga bingung, kenapa aku takut sekali kehilanganmu. Padahal kamu sendiri saja bukan milikku.

Jika sebuah hubungan semuanya memiliki status, lalu kamu menganggap kita ini sebagai apa?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya lebih dikenal dengan panggilan fina. Saya mempunyai hobi melukis dengan media cat air dan menulis beberapa jenis tulisan. Dan kesibukan saya sekarang ada sebagai mahasiswa.

Editor

une femme libre

CLOSE