Saya ingin sedikit share tentang beberapa kejadian di lingkungan kerja saya.

Case 1 :

Sebut saja "Anggrek" salah satu rekan kerja saya di kantor. Seorang wanita kepala tiga, memiliki suami dan beranak satu. Kehidupan rumah tangganya terlihat bahagia. Kemudian, Anggrek memiliki atasan bernama (sebut saja) "Pak Igo". Laki-laki yang seumuran dengan Anggrek. Memiliki istri, namun belum dikaruniai anak.

Di kantor, hubungan Anggrek dan Pak Igo, jarang terlihat seperti layaknya hubungan atasan dan bawahan. Namun, lebih terlihat seperti teman akrab, mereka sering terlihat curhat. Mereka tau masalah satu sama lain. Setiap sore, Anggrek selalu membuatkan kopi untuk Pak Igo. Mereka duduk berdua berdekatan di depan kami, para staff lainnya, tanpa rasa sungkan. Tak jarang Anggrek terlihat merajuk ke Pak Igo. Mereka juga sering membelikan satu sama lain makanan.

Bahkan terkadang, Anggrek menjelek-jelekan istri Pak Igo, di depan Pak Igo sendiri. Dia mengatakan, "Istrinya nggak bisa nyenengin suaminya sih," Dan Pak Igo, tidak melakukan pembelaan apapun untuk istrinya. Terakhir, beberapa teman bergosip ke saya, "Si Anggrek di bawah lagi lendot-lendotan sama Pak Igo". Pernah juga, suatu ketika, teman baik saya, diajak ngopi dengan "Geng" nya si Anggrek sepulang kerja.

Anggrek juga mengajak Pak Igo ikut serta. Namun kata teman baik saya, Pak Igo tidak ijin ke istrinya, sehingga tidak bisa lama-lama ikut ngopinya. Pak Igo pun harus berbohong ke istrinya, kalau dia mampir pergi ke supermarket sebelum pulang ke rumah. Padahal menurut saya dan teman saya, hal yang wajar ngopi bareng rekan kerja. Kenapa harus sembunyi-sembunyi? Tak hanya itu, ketika ngopi, saat memilih menu, Anggrek dan Pak Igo pun terlihat "mesra".

Mereka saling memilihkan makanan dan minuman untuk masing-masing. Kadang kami secara halus membicarakan kedekatan mereka, langsung kepada Anggrek. Namun, Anggrek menjawab, "Kan temen, harus perhatian dong".

Case 2 :

Masih satu geng dengan Anggrek. Sebut saja "Rindu", usia di akhir kepala dua. Belum lama menikah, belum punya momongan. Suaminya lebih tua 15 tahun dari dia. Rindu memiliki "teman" dekat bernama "Padi". Padi lebih muda setahun dari Rindu. Belum menikah. Cerita lama, Padi sebenarnya sudah menyukai Rindu sejak lama, namun Rindu akhirnya menikah dengan suaminya yang sekarang.

Namun di kantor, hubungan Rindu dan Padi, terkadang lebih dari sekedar teman dekat, lebih dari sekedar hubungan kakak kepada adiknya. Ke mana-mana mereka selalu berdua. Makan siang berdua. Malah kadang Rindu menunggu suaminya pulang kerja, ditemani oleh Padi. Is that normal? I don't think so. Kejadian terakhir yang saya tau, yaitu saat Rindu sedang mengambil cuti. Padi meminta tolong Anggrek (mereka satu lingkup pertemanan) untuk video call dengan Rindu. Ketika Rindu angkat video callnya, Anggrek bilang, "Rindu, Padi mau video call nih katanya," Rindu menjawab, "Aku lagi sama suamiku nih," Tak lama akhirnya video call mereka berakhir.

Menurut kalian, wajar nggak sih ngajak video call bini orang di saat dia cuti, kalau memang hubungan mereka hanya sebatas pertemanan biasa?

Fiuhhh… terlalu banyak hal lain yang mungkin semuanya tak bisa saya ceritakan di sini. Namun dari sedikit contoh yang saya berikan tadi. Apakah mereka bisa dikatakan "hanya bersahabat" atau mereka melakukan selingkuh yang terselubung? Mereka memang tidak melakukan kontak fisik (mungkin kami tidak tahu) tapi apakah yang mereka lakukan bisa dibenarkan?

Mungkin mereka belum bisa dikatakan selingkuh sepenuhnya. Mereka toh tetap "melayani" pasangan masing-masing dengan baik. Apakah zaman sekarang normal melakukan hal itu? Apakah mereka tidak memikirkan perasaan pasangan masing-masing? Dari yang saya tangkap, mereka menganggap hal ini adalah hal yang biasa dilakukan sesama teman.

Mereka tidak terlihat merasa bersalah melakukannya. Mereka tidak risih dengan pandangan orang lain. Tapi buat kami, hal ini sangat tidak wajar dilakukan di dalam hubungan pertemanan pria dan wanita. Cobalah kalian melihat di posisi pasangan kalian. Apakah kalian akan terima, jika pasangan kalian melakukan tindakan-tindakan seperti contoh tadi?

Saya dan teman-teman saya sudah terlalu jengah melihat pemandangan ini sehari-hari. Tak jarang, kami mendiskusikan hal ini dengan pasangan kami masing-masing. Dan ternyata, mereka sependapat dengan kami, kalau hal ini tidak wajar dan tidak bisa dibenarkan. Bahkan, saya pribadi terkadang jadi punya pikiran negatif ke pasangan saya. Apakah dia melakukan hal seperti ini di kantornya? Who knows? (AMIT-AMIT)

So, apakah anda setuju jika posisinya demikian, masih bisa dikatakan mereka hanya bersahabat?

Selingkuh adalah istilah yang umum digunakan terkait perbuatan atau aktivitas yang tidak jujur dan menyeleweng terhadap pasangannya, baik pacar atau suami isteri. Istilah ini umumnya digunakan sebagai sesuatu yang melanggar kesepakatan atas kesetiaan hubungan seseorang. https://id.wikipedia.org/wiki/Selingkuh

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya