Hampir setiap hari kita menggunakan minyak goreng yang merupakan salah satu contoh hasil dari olahan buah yang digadang – gadang dapat menjadi “prospek emas” invetasi negara yaitu kelapa sawit. Mayoritas dari kita pasti tahu mengenai buah istimewa tersebut, tetapi apakah kita mengetahui tentang cerita dibalik berdirinya lahan kelapa sawit tersebut? Siapakah pihak – pihak yang mendukung pembukaan lahan tersebut ? Dan jika setelah terbuka, apakah akankah membawa kemakmuran bagi masyarakatnya?

 

Advertisement

Film ASIMETRIS membahas bagaimana buah yang katanya bisa menjadi “Prospek Emas” Negara dengan cara membuka lahan seluas – luasnya hingga kemakmuran masyarakat yang terlebih dahulu memiliki lahan di sana. Selain itu film tersebut juga dapat menggambarkan bagaimana masyarakat yang kurang mengetahui bagaimana perawatan kelapa sawit yang sesuai dengan standar lingkungan yang telah disepakati oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).  

Hingar – bingar yang kita dengar dari kendaraan besar selama ini di jalanan merupakan salah satu pengaplikasian dari olahan kelapa sawit yaitu biodiesel yang berharap dapat menggantikan peran atau pasokan diesel yaitu bahan bakar fosil yang didapat dari minyak bumi. Dengan semakin banyaknya bahan bakar terbarukan yang bisa didapat dengan mengolah kelapa sawit, maka semakin luas juga lahan yang diperlukan untuk menanam pohon sawit tersebut. Salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar adalah Kalimantan dengan luas lahan kelapa sawit hingga 4.126.900 Hektar (Bps, 2017).

 Pada saat pembukaan lahan dapat dilakukan secara manual tanpa bakar, yaitu dengan cara menebang pohon dan memindahkannya. Tetapi, jika dilihat dari sudut pandang industri, cara tebang pindah tersebut lebih menghabiskan biaya dari pada langsung membakar hutan. Tetapi para warga pedalaman yang sudah lama menetap dapat mengetahui penggunakan api dengan memperhitungkan berbagai hal contohnya seperti arah angin yang berhembus sehingga tidak pernah terjadi kebakaran hutan. Namun pada saat terdapat oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab, terdapat harga yang harus dibayarkan dan itu tidaklah murah dengan adanya pembukaan lahan yang menggunakan kobaran api ini contohnya bencana pada tahun 2015 yang pernah terjadi saat pembukaan lahan yaitu kebakaran dengan korban masyarakat sekitar dengan polusi mencapai 1300% dari ambang batas kesehatan bagi manusia.

Advertisement

Pada tahun yang sama, pulau Sumatera juga terdapat kejadian yang serupa dengan kejadian di Kalimantan. Kejadian tersebut sama – sama dikarenakan adanya pembukaan lahan dan musim kemarau yang panjang. Akibatnya Negara Malaysia dan Singapura terkena dampak berupa kepulan asap yang mengganggu penerbangan.

 

Kejadian seperti ini mungkin dapat terjadi pada saat pemerintahan siapapun, sehingga pada saat mau mengganti para pemimpin pun juga masih belum tentu bisa jadi lebih baik dikarena kebutuhan kelapa sawit yang akan selalu meningkat dan pembukaan lahan yang selalu ditingkatkan, mustahil juga untuk menghentikan kejadian seperti ini. Ternyata, di balik “Prospek Emasnya” terdapat kenyataan yang tidak diharapkan sesuai dengan prospek keberhasilannya. Hal yang dapat dilakukan untuk tetap mencapai prospeknya adalah meminimalisir dapak terjadinya kebakaran hutan yang tidak hanya disebabkan oleh musim kemarau saja namun ada beberapa oknum yang sengaja untuk membakarnya.

Pemerintah pun juga harus memperketat aturan – aturan mengenai pembukaan lahan yang telah ada dan menerapkannya, seperti yang ada dicuplikan film ASIMETRIS tersebut. Ada beberapa orang yang tidak tahu – menahu mengenai peraturan sehingga pada saat dilakukan sidak oleh pemerintah akan terjadi 1001 alasan yang dikeluarkan untuk menutupi hal tersebut.

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya