Banyak orang keliru dan mengira UK adalah Inggris, padahal UK itu lebih luas dari sekadar Inggris. Apa itu UK sebenarnya? Nama resminya adalah The United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland, biasa disingkat dengan sebutan “UK”. UK adalah negara kesatuan yang terdiri dari empat negara berdaulat, yaitu: Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara. Inggris, Skotlandia dan Wales merupakan Britania Raya, tidak demikian dengan Irlandia Utara.

Pada tahun 2015 saya memutuskan untuk melanjutkan studi postgraduate selama satu tahun di Cardiff, Wales. Mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang karena mereka tidak begitu mengenal Wales.

Advertisement

Ada beberapa alasan mengapa saya memilih Cardiff, Wales. Pertama, karena tidak banyak orang yang familiar dengan Wales, oleh karena itu saya merasa unik. Saya selalu ingin tampil berbeda dan anti dengan hal-hal mainstream, apalagi sebagian besar orang Indonesia yang ingin melanjutkan studi ataupun berlibur ke UK memilih tujuan yang sama, yaitu London, Inggris. Kedua, karena Cardiff adalah kampung halaman pesepakbola favorit saya, Gareth Bale. Ketiga, karena Cardiff adalah ibukota Wales yang ukurannya lebih kecil dibandingkan London dan Edinburgh, serta biaya hidupnya relatif lebih terjangkau dibandingkan kota-kota lain di UK. Hal-hal tersebut menjadikan Cardiff sebagai kota yang sangat baik bagi pelajar dan turis dengan low budget. Keempat, karena menurut informasi yang saya dapat, Cardiff adalah kota yang memiliki kehidupan malam terbaik di UK. Alasan terakhir dan terpenting adalah karena Final UEFA Champions League 2017 diadakan di Cardiff. Walapun pada akhirnya saya tidak menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung, tetapi paling tidak saya pernah merasakan suasana pesta bola yang sebenarnya karena saya berada di Cardiff pada saat pertandingan itu digelar.

Banyak sekali hal-hal baru yang saya alami ketika berada di UK, baik suka maupun duka. Saya amat bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk belajar di Cardiff, berkenalan dengan teman-teman dari berbagai latar belakang budaya, bahasa, dan negara.

Pada awalnya saya merasa kesulitan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris karena kemampuan Bahasa Inggris saya yang masih kurang baik dibandingkan teman-teman saya. Pernah ketika melakukan registrasi untuk membuka rekening bank, staff bank menanyakan kapan saya tiba di UK dan saya menjawab pertanyaan tersebut dengan tanggal dan tahun lahir saya. Staff bank tersebut terkejut, saya malu sekali rasanya bila mengingat hal itu. Saat itu saya masih belum terbiasa dengan Bahasa Inggirs, apalagi dengan aksen British. Selain itu, orang Wales cenderung berbicara lebih cepat dibandingkan dengan orang Inggris ataupun Skotlandia, dan Wales memiliki bahasa sendiri, yaitu Bahasa Wales. Bagi saya bahasa ini cukup menarik namun sangat sulit untuk dipelajari karena terlalu banyak menggunakan huruf mati.

Advertisement

Satu hal yang amat saya sesali karena tidak saya lakukan secara maksimal ketika berada di UK, yaitu berkeliling UK. Akhir pekan saya banyak dihabiskan dengan mengulang dan mencicil materi kuliah karena sadar akan kurangnya kemampuan Bahasa Inggris saya. Hal inilah yang membuat saya lebih giat belajar dan kurang memanfaatkan waktu dengan baik untuk mengeksplor UK.

Beberapa kota dan tempat menarik yang sudah saya kunjungi yaitu: Aberytswyth, Bath, Birmingham, Bristol, Cotswold, Edinburgh, London, Newport, Swansea dan York. Sayang sekali saya tidak sempat mengunjungi lebih banyak tempat menarik lainnya, padahal melakukan perjalanan di UK bukanlah hal yang sulit karena sarana transportasi di UK sangat baik. Untuk berkeliling UK dapat menggunakan bus, kereta api dan pesawat terbang, semuanya mudah diakses dengan biaya yang relatif terjangkau. Ingin sekali kembali ke UK jika ada kesempatan.

Bagi saya, UK adalah negara yang sungguh menakjubkan dan harus dikunjungi paling tidak sekali seumur hidup karena apapun itu dapat ditemukan di UK.

Jika menyukai alam dan membutuhkan ketenangan, pergilah ke Wales untuk menenangkan diri sambil menikmati pemandangan alamnya yang sungguh indah. Pesona alam Wales lebih unggul dibandingkan dengan Inggris dan Skotlandia yang unggul dalam bidang budaya dan sejarah. Museum dan bangunan bersejarah, terutama benteng-benteng di Inggris dan Skotlandia sangat mengagumkan.

Jika menyukai berbelanja, pergilah ke Oxford Street, Regent Street dan Bond Street di London karena London merupakan salah satu kota terpopuler di dunia untuk berbelanja. Selain itu, pengalaman berbelanja di tempat-tempat tersebut akan terasa luar biasa menyenangkan, terutama bagi para perempuan.

Saya amat rindu dengan UK walaupun biaya hidup di sana sangat tinggi, cuacanya sangat buruk dan penuh ketidakpastian, serta makanannya yang terkenal kurang sedap.

Mengenai biaya hidup di UK yang sangat tinggi, hal ini dapat diminimalisir dengan cara tinggal di shared house atau shared flat bagi para pelajar, tinggal di hostel atau budget hotel bagi para pejalan, mengurangi frekuensi jajan di luar dengan cara rajin memasak di rumah, serta menggunakan sarana transportasi bus dan kereta bawah tanah.

Mengenai cuaca UK yang sangat buruk dan penuh ketidakpastian, bawalah payung dan jas hujan lipat dalam tas setiap hari saat akan melakukan perjalanan karena ramalan cuaca UK tidak dapat dipercaya. Hujan akan datang tiba-tiba walaupun cuaca diramalkan cerah pada hari itu. Angin yang beritup di UK pun sangat kuat. Saya pernah merasa terbang terbawa angin, terpaksa berlari kencang karena tiupan angin dari belakang saya yang begitu kuat dan anginlah yang mengakibatkan beberapa payung saya rusak berat.

Mengenai makanan UK yang kurang sedap, hal ini dirasakan oleh para pendatang yang berasal dari Asia dan Timur Tengah. Bagi mereka makanan UK terasa hambar karena mereka sudah terbiasa dengan berbagai variasi makanan yang gurih dengan berbagai bumbu masak. Jujur saja saya setuju dengan mereka, akan tetapi saya sangat menyukai full english breakfast dan fish and chips. Keduanya adalah makanan khas UK yang terasa lebih sedap jika dinikmati pada saat musim dingin. Perlu diingat bahwa UK merupakan negara multikultural, di UK terdapat banyak sekali restoran yang menyajikan makanan khas dari berbagai negara di dunia. Selain itu, solusi terbaik untuk masalah ini adalah dengan cara pergi berbelanja ke pasar swalayan Asia atau Timur Tengah untuk membeli bumbu masak dan memasak sendiri di rumah. Selain dapat meningkatkan kemampuan memasak, hal ini juga dapat menghemat pengeluaran selama berada di UK.

Hal terakhir yang paling membuat saya merindukan UK adalah kalimat sapaan dari penduduk lokal yang sangat khas dan setiap hari saya dengar ketika berada di sana, yaitu: “Hi there! You okay?”. Walaupun terkadang mereka hanya berbasa-basi, namun saat ini saya sungguh merindukan sapaan itu, sapaan yang hanya dapat didengar di UK. #AyoKeUK #WTGB #OMGB

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya