Bagaimana Menjadi Mahasiswa Generasi Millenial Yang Pandai Memanfaatkan Teknologi Saat Ini

Mari menjadi siswa kreatif tanpa batas

Generasi Millenial itu adalah mereka yang sudah tidak lagi jadul akan ilmu teknologi. Mereka berpikir bahwa kemajuan dunia teknologi ini cenderung berdampak negatif di antaranya muncul sifat individualis dalam berinteraksi secara langsung (sibuk dengan hp masing-masing). Jadinya komunikasi tidak berjalan secara efektif. Seharusnya kita sebagai mahasiswa generasi milenial harus mampu menggunakan teknologi dengan sangat baik.

Contohnya :

Advertisement


  • Kita membaca ilmu pengetahuan yang sudah tersebar luas melalui internet, jangan hanya melihat tentang infotaiment.

  • Jika kamu berbakat dalam musik, kamu boleh membagikan karyamu melalui sosial media yang ada.

  • Jika kamu pandai membuat tulisan ilmiah, cobalah mengikuti lomba-lomba yang diadakan melalui online.

  • Jika kamu berbakat dalam menulis, merangkai kata-kata indah, kamu gunakan sosial media untuk promosi tulisan kamu. Mungkin saja, 1 like dari mereka akan berdampak positif bagi orang lain dan yang lainnya akan ikut membantu tulisan kamu menjadi semakin berkembang dan dikenal banyak orang.

  • Jika kamu mempunyai bisnis, kamu bisa mempromosikan bisnis kamu melalui sosial media agar banyak orang diluar sana yang membeli produk yang kamu jual. Dalam hal positifnya, ilmu teknologi sangat membantu untuk mempermudah urusan manusia, dalam hal apapun itu.

Tidak ada hal yang negatif dari canggihnya teknologi dijaman milennial sekarang. Tergantung kita yang pandai menyikapinya dan mewujudkan hal itu dalam aksi nyata. Mengontrol diri itu adalah hal sangat penting, karena perubahan zaman ke depannya pasti berubah-ubah dan bisa saja semakin canggih. 

Sebagai mahasiswa generasi milenial harus berhati-hati dalam menggunakan/memanfaatkan teknologi peralatan elektronik yang canggih. Semakin berkembangnya teknologi, maka semua informasi akan dengan sangat mudah didapat entah itu informasi yang ektual/sekedar berita bohong yang belum terbukti kebenarannya. Maka dari itu, kita sebagai mahasiswa generasi milenial harus bijak dan berhati-hati menggunakannya. 

Advertisement

Jaman sekarang, Mahasiswa lebih banyak memikirkan diri sendiri agar bisa mencapai IPK yang tinggi. IPK yang tinggi dari seorang mahasiswa tidak ada apa-apanya jika suatu Negara yang ditinggali tersebut, masih tidak peduli akan rasa sosial, lingkungan bahkan nilai toleransi. Peran mahasiswa dalam sejarah perjalanan Indonesia sangatlah besar, terbukti dengan tercatatnya beberapa pergerakan mahasiswa yang telah mampu membawa perubahan yang sangat signifikan.

Mahasiswa sebagai agent of change sudah sewajarnya selalu berupaya untuk mengaktualisasi diri demi masa depan yang cerah. Sebagai kaum cendikiawan dan intelektual muda seorang mahasiswa harus sadar akan gelar maha yang sedang disandang. Kesadaran akan posisi sebagai mahasiswa haruslah bertanggungjawab akan persoalan-persoalan social masyarakat yang terjadi di sekitar kita.

Kecenderungan berfikir tugas mahasiswa hanya untuk belajar demi mendapatkan nilai yang bagus harus dikikis secara integral. Sebagai kaum yang tercerahkan, seorang mahasiswa harus berfikir secara visioner demi kemajuan yang dicita-citakan bangsa dan negara. Mahasiswa harus kritis dalam menanggapi isu-isu sosial politik, sosial ekonomi dan sosial masyarakat yang tidak memihak kepada rakyat. Dan mahasiswa harus berperan aktif dalam membela tindakan-tindakan pemerintah yang memandang rendah kepada rakyat. Sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, sudah menjadi tanggungjawab mahasiwa untuk peka dalam menyuarakan keadilan terhadap penindasan yang dilakukan pemerintah  terhadap masyarakat. Mahasiswa sekarang merupakan pemimpin dimasa yang akan datang.


Jadi sebagai Mahasiswa Generasi Milenial, kita harus buktikan bahwa mahasiswa generasi milenial bisa membuat sebuah peradaban yang luar biasa akan masa-masa kejayaan Indonesia dikemudian hari.


 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Julita Widya Sari Manurung atau biasa disapa Julita lahir di Medan, 12 Juli 1998. Aktif menulis sejak tahun 2017 dan sudah berhasil menerbitkan buku.

CLOSE