Bagaimanapun Zaman, Masa Kanak-Kanak Selalu Layak Dikenang

Masa kanak-kanak

Baru baru ini saya sering sekali mendengar lagu-lagu lawas opening kartun tahun millennial awal. Kartun yang tayangnya setiap hari minggu dari jam enam pagi sampai jam satu siang.

Advertisement

Berbagai kartun yang sekarang ternyata namanya adalah anime, silih berganti mengisi minggu ceria saya. Tak hanya anime, serial legendaris Power Ranger juga tak luput untuk di saksikan. Sebuah hari Minggu yang menyenangkan.

Kembali pada era hape di tangan dan streaming kapanpun, hari Minggu tak lagi di isi dengan jajaran line-up seperti dulu kala. Meskipun ada, namun jumlahnya sudah jarang bahkan terlampau punah.

Anak-anak sekarang sudah sangat mandiri untuk mencari tontonan mereka sendiri di situs streaming video. Mudah sekali mendapatkan episode per episode dari kartun yang ingin kamu rekam jejak kembali kehadirannya dalam benakmu.

Bahkan saya yang sudah termasuk golongan dewasa dapat kembali mengungkit masa lalu dengan menonton kembali kartun kesayangan. Tapi mungkin rasanya tak semenyenangkan dulu.

Era 4.0 juga membuat pemikiran anak-anak tak jauh dari yang namanya gawai. Mudahnya, mereka dapat menemukan tontonan yang menarik untuk mengisi waktu luang mereka. Mudahnya lagi, referensi tidak terbatas dengan segala sumber daya yang sudah tersedia. Kamu dapat menemukan kartun yang kamu cari baik cita rasa lokal maupun internasional.

Advertisement

Sayangnya, anak-anak 4.0 tidak semuanya menyukai kartun dewasa ini. Kesukaan dalam memacu adrenalin lewat rangakain permainan yang disediakan oleh gawai tak bisa diindahkan. Maka maklum, kadang para golongan dewasa dan sejenis saya sering menganggap begitu membahagiakannya masa kanak-kanak kami dulu.

Banyak sekali narasi tentang indahnya tahun 90an. Tahun dimana segala yang tayang di televisi tidak melulu soal serang sana serang sini. Anak-anak terfasilitasi di hari liburnya. Tidak kemana-mana, duduk manis menunggu dragon ball di depan tv. Menghafal lagu-lagu pembuka kartunnya setiap mulai waktunya. Sambil mengikuti suara vokalis yang sampai kini masih misteri siapa saja orangnya.

Aku ingin begini aku ingin begitu aku ingin biji bunga matahari dengan mendaki gunung lewati lembah dengan seorang anak yang tangkas dan juga pemberani, aku sibuk sekali.

Jika nanti kamu atau mungkin kamu ternyata memiliki perasaan yang sama, itu semua namanya hanya nostalgia. Siapa yang tidak teralihkan fokusknya jika dihadapkan oleh masa lalu yang begitu indahnya.

 Anggapan bahwa hidup kami (para orang tua penikmat zaman 90an, yaitu anda) begitu indah memang tak bisa dipungkiri. Saya tak akan bicara kualitas ini itu seperti kebanyakan para netizen lainnya. Setidaknya kita sepakat bahwa tidak ada yang lebih indah selain zaman yang pernah kita lalui.

Mau itu 90an saat masa kartun jaya-jayanya, mau itu 50an saat senangnya berlarian di persawahan bersama kerbau, mau itu tahun 800an masehi ketika sedang asyiknya mengitari candi Borobudur yang baru dibangun, terserah saja. Toh kita punya zamannya masing-masing.

Begitu pula para bibit-bibit youtuber dan selebgram dalam diri anak-anak sekarang. Mereka sedang menyibukkan diri dengan segala keceriaan yang begitu mudah didapatkan hanya dengan ketikan tangan. Setidaknya itu yang akan mereka ceritakan kelak 20 tahun yang akan datang kepada generasi selanjutnya.

Intinya adalah nostalgia. Kita semua merindukan segala sesuatu ketika masa kanak-kanak. Masa yang begitu menyenangkan tanpa beban duniawi mengurus sana sini. Masa yang dihabiskan dengan bermain dan bermain di setiap harinya.

Tentu saja setiap era dari 4.0 sampai nantinya akan dihiasi oleh kehadiran anak-anak. Mereka yang hidup dalam dunianya dan merasakan bagaimana mendapatkan kesenangan yang hakiki. Caranya jelas beda dengan generasi permen lidah biru seperti anda-anda ini (begitu pula saya). Tapi jelas dalam satu hal, masa anak-anak memang masa yang paling mengesankan.

Percaya saja, hal ini akan anda alami ketika mengetahui bahwa masa dewasa tak semudah yang dikira. Namun begitulah jalannya hidup. Kita hidup di masa sekarang dengan kenangan di masa lalu yang bisa saja terkenang. Tapi jangan sampai mengekang, tetap pandanglah masa depan. Jika dirasa lelah, nostalgia saja sesaat. Masa anak-anak memang sangat menyenangkan.

            Ayo yang pada tua segarkan sejenak diri anda.


“hal yang menyenangkan hati, banyak sekali bahkan kalau kita bermimpi

 sekarang ganti baju agar menarik hati, ayo kita mencari teman” – Chibi Maruko


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang yang menatap langit yang sama denganmu

CLOSE