Sulit memang melupakan orang yang pernah dengan sangat kita sayang, bahkan rela kita perjuangkan mati-matian namun memilih berhenti mencintai kita. Sungguh sesuatu mimpi buruk yang sangat mengerikan dan itu menjadi kenyataan dalam kisah ini. Di mana apa yang aku lakukan tak pernah sedikitpun berarti lagi olehnya, sebab dia tak lagi mencintaiku.

Hatinya telah tertutup dan cintanya telah buta. Dia bukan lagi mengejar kenyataan yang ada di depan mata, tapi memburu bayang-bayang cinta yang hanya ada di dalam benaknya saja. Bagaimanapun itu adalah hak dia dan aku bukanlah siapa-siapa untuk melarang apa yang dia mau untuk hidup dan cintanya. Karena baginya, aku hanya seseorang yang sangat mencintainya dan apapun yang akan dia lakukan pasti akan aku terima.

Advertisement

Awalnya memang benar adanya. Rasa cintaku padanya membuat aku rela terluka begitu lama, hanya karena aku sangat mencintainya.Semua yang dia suka pasti aku selalu mendukungnya seperti seorang ajudan kepada sang komandan. Namun lagi-lagi baginya semua itu bukanlah pengorbanan, tapi hanya perjuangan tanpa kemerdekaan.

Hampir setahun kisah ini terjalin, dililit dengan kasih sayang tulus dariku namun dibalas dengan balutan cinta palsu penuh kecurangan dalam dirinya, yang pada akhirnya aku tahu apa sebenarnya yang dia mau. Aku pernah pergi saat dia menduakanku dengan cinta lamanya yang sangat dia banggakan tapi tak pernah bisa dia andalkan.

Aku tahu, aku salah waktu pertama masuk ke dalam hidupnya, karena aku di posisi orang ketiga. Namun, kalau bukan dia yang menenggelamkan aku lebih dalam ke dalam lautan asmaranya, mungkin aku sudah berhenti berjuang memilih kata-kata mesra untuk mendapatkannya di saat aku tahu dia sudah mempunyai orang yang mencintainya. Dan kata-kata dan perjuanganku waktu itu membuatnya berpaling dan meninggalkan kekasihnya.

Advertisement

Waktu berjalan begitu cepat saat cintanya aku dapat namun ternyata hanya setengah dan setengahnya lagi untuk dia mantan kekasihnya yang selalu dia damba. Aku tak pernah menyerah untuk mendapatkannya seutuhnya, namun waktu tak pernah rela memberikannya untukku. Mungkin karena aku yang salah karena merebut dia dari kekasihnya. Aku kira semua baik-baik saja saat dia jatuh kepelukanku dan setelah dia tak lagi berhubungan dengan kekasihnya. Ternyata itu tidak berlangsung lama. Tiba-tiba dia membuka luka di atas semua cinta yang kurasa telah sampai di puncak bahagia.

Seakan tak pernah ada rasa di antara kami berdua, dia melupakan semua yang pernah tercipta di antara kita. Pada akhirnya aku sadar, dia memang tak pernah benar-benar mencintaiku setulus hatinya. Aku tahu, jika dibandingkan dengan mantannya itu, aku tak ada apa-apanya tapi soal cinta? Aku punya segalanya. Namun baginya, bukan cinta yang membuat dia bahagia tapi harta.


Benar mungkin yang dia katakan, tapi harta bukanlah ukuran untuk sebuah kebahagian bagi cinta. Karena harta adalah penunjang untuk keberlangsungan cinta, selebihnya harus dibutuhkan kasih sayang dan ketulusan yang sejati.


Pada akhir cerita yang sangat menyesakkan dada dan meyempitkan pikiran warasku. Aku memberanikan keluar dari zona nyamanku di pelataran kisahnya. Karena memang tak pernah senyaman di dalam pelukan kekasih sejati aku berada di dalamnya. Akhirnya aku memberanikan diri bertanya padanya tentang apa yang terjadi di antara kita dan bagaimana perasaannya padaku sebenarnya.

Dan jawaban darinya yang semula aku kira bisa menenangkan keraguanku, ternyata adalah mimpi buruk yang selalu datang di setiap tidur pendekku di setiap malam. Dia membuat mimpi buruk itu benar-benar menjadi kenyataan. Pada senja yang temaram dan mendung tak kuat lagi menahan hujan, di kala itu dia mengucapkan kalimat sakti yang sangat dahsyat yang pernah menghantam telinga dan mata bathinku. Kata darinya adalah ''aku tak bisa lagi cinta padamu''.

Sungguh aku tak pernah menyangka kalimat itu bisa merobohkan semua benteng pertahanan cintaku yang aku bangun untuk tetap memperjuangkan kisah ini bersamanya. Mungkin benar cinta memang tak bisa kita paksakan, tapi setidaknya kita bisa perjuangkan bersama sampai pada akhirnya jodoh yang tak mempertemukan kita bukan kalimat ''aku tak lagi bisa cinta".

Sejak malam itu langit pun ikut tersedu bersama gerimis yang menetes beraduk dengan air mataku. Karena cinta yang aku banggakan telah berbalik menumbangkanku seketika di depan semesta yang ku puja. Namun dia tak pernah melihat keberatan di balik semua kelukaanku atas sikap yang di ambilnya. Akhirnya ku putuskan untuk pergi dari cintanya mulai malam itu membawa semua harapan yang belum satupun jadi kenyataan sebagai kado sebuah kebahagian, namun menjadi bingkisan perpisahan yang memilukan.

Dia tetap pada keputasannya yang ingin bebas dari cintaku dan aku yang memang harus pergi meninggalkan dia yang tak bisa lagi mencintaiku.Semoga dia menemukan apa yang dia cari untuk cintanya dan pesanku untuk dia, ''hiduplah dengan dunia yang kau suka dan biarkan aku bahagia denga dunia yang aku cinta".

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya