Bahagia itu Biasa Saja. Begitu Pula dengan Air Mata, Tidak Ada yang Istimewa

bahagia secukupnya

Terlalu banyak hal yang tidak menyenangkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Entah kenapa, selalu ada saja beban yang menganggu pikiran. Hari-hari terkadang terasa asing, sunyi, dan seperti tidak ada sesuatu yang menarik lagi. Suara-suara bising yang keluar dari orang sekitar, seringkali membuat sakit hati, dan memaksa kita untuk menghadapi.

Advertisement

Desahan napas panjang yang panas, hampir setiap hari kita rasakan. Ada sesuatu yang diam-diam menusuk dengan arogan dan tajam. Kita mengeluh dan bercerita kepada orang-orang terdekat untuk sekedar melepaskan beban pikiran. Kadang cara ini sedikit mengurangi kegelisahan. Namun, hal itu hanya berlangsung sementara. 

Ketakutan dengan semua hal yang bisa membahayakan diri sendiri, keluarga, atau orang terdekat, sering mengundang kekhawatiran secara berlebihan. Kemudian kita harus menyendiri, melamun, dan melakukan hal-hal yang sekiranya bisa melupakan semuanya.

Tanpa kita sadari, waktu terus berjalan dan kehidupan terus berubah. Seringkali  kita tak menyangka hal-hal buruk kembali terjadi. Tiba-tiba, semangat yang sudah kita bangun itu runtuh seketika.

Advertisement

Tidak jarang kita harus memilih diam tanpa cerita kepada orang terdekat. Jika cerita kepada mereka, bukannya menghilangkan beban atau menghibur, justru membuat masalah semakin membesar dan memperkeruh suasana.

Kadang kita juga merasa sangat bosan melakukan segala rutinitas sehari hari. Bosan belajar, bosan bermain, bosan menonton televisi, dan malas melakukan apa saja. Semua itu sering kita rasakan, sungguh menyebalkan.

Advertisement

Sering kita merasa bingung sama diri sendiri, ingin melakukan sesuatu, tetapi tidak bisa. Ingin berfikir kreatif tetapi pikiran macet. Setelah semua masalah itu menimpa, orang mulai menganggap aneh tingkah laku kita dan dianggap tidak wajar. Semakin linglung, seperti orang gila dan akhirnya tidak diterima oleh lingkungan.

Kemudian kita menyalahkan diri sendiri, menyalahkan hidup, dan bahkan sering bergumam sendiri menyalahkan orang yang sebenarnya tidak bersalah. Masalah satu belum selesai, muncul kembali masalah yang lain. Kapan ini akan berakhir?

Setelah saya bercerita seperti ini. Kita akan menyadari, sesungguhnya semua orang akan mengalami hal yang sama di kehidupan ini. Jadi, apa yang istimewa dari kehidupan ini? Setiap orang memiliki beban hidupnya masing-masing. Memiliki masalahnya sendiri-sendiri.

Masalah silih berganti dan terus siap mengancam tak kenal waktu. Membuat hidup kita menjadi berantakan. Namun, apa pun keadaan yang sekarang kita rasakan, betapa pun beratnya beban yang kita pikul, seberapa pun besar masalah yang kita simpan ini, kita harus tetap berani menghadapi.

Kita harus tetap berdiri tegak, menantang segala ancaman, dan berpasrah diri dengan sungguh-sungguh. Mari ikhlaskan segala hal yang hilang. Roda-roda kehidupan akan terus berputar ke atas dan ke bawah. Terus berputar tanpa henti. Yang bawah akan ke atas, yang atas akan ke bawah.

Kita adalah petarung, kita harus berani mengambil risiko yang paling besar. Kita boleh bersedih, masalah boleh datang sesuka hati. Tapi, kita akan berdiri kembali, bangkit lagi setelah jatuh, dan menghantam kerasnya dunia.



Betapa pun hancurnya kau sekarang. Seberantakan apa pun hidupmu. Sesakit apa pun yang kau rasa. Seberapa takut dan cemas akan masa depanmu. Tetaplah berdiri gagah, ikhlaskan semuanya. Kerjakan apa saja yang ada di depanmu, meski hanya hal-hal kecil. Siang dan malam silih berganti, dan kau harus tetap hidup.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE