Apakah dengan menjadi kaya kita pasti akan bahagia?

Apakah dengan berpasangan kita pasti akan bahagia?

Advertisement

Apakah dengan menjadi terkenal dan disegani banyak orang kita pasti akan bahagia?


Semua orang di dunia ini ingin bahagia. Bahagia adalah perasaan yang dicari semua orang. Perasaan itulah yang menjadi alasan banyak orang melakukan hal yang dilakukannya. Entah bersekolah, bekerja, menikah, berlibur, dan lain sebagainya. Hampir semua melakukannya agar mereka bisa bahagia.

Tapi, kenapa masih banyak orang yang setelah mencapai semua itu, mereka masih tetap menganggap dirinya tidak bahagia? Kenapa mereka yang kaya raya, menikah, terkenal, masih banyak yang mengeluh tidak bahagia? Lalu kenapa mereka yang hidup sangat sederhana dan serba kekurangan mampu menganggap diri mereka sudah bahagia?

Advertisement

Beberapa waktu lalu, aku sempat berada di titik di mana aku sangat pesimis dengan kehidupanku. Berbagai keinginan dan usahaku untuk mencapai apa yang banyak orang persepsikan sebagai "sumber kebahagiaan", rasanya aku tidak akan pernah mampu mencapainya. Tapi aku juga tidak mau jika harus merasa tidak bahagia sepanjang hidupku karena gagal mencapai semua itu.


Lalu aku bertanya-tanya, apakah ada cara lain bagiku untuk tetap merasa bahagia, meskipun mungkin aku tak akan pernah mampu mencapai apa yang masyarakat anggap sebagai kesuksesan yang bermuara pada kebahagiaan ?


Lalu aku mulai aktif mencari di berbagai sumber untuk mencari jawaban tentang "kebahagiaan" seperti artikel online dan Youtube. Aku ingin tahu pendapat orang tentang apa itu kebahagiaan. Serta bagaimana aku yang saat itu merasa tidak bahagia, bisa menjadi bahagia meskipun aku belum mencapai titik kesuksesan besarku. Lalu aku menemukan TedxTalk dari Gen Kelsang Nyema yang berjudul Happiness is all in your mind yang menjadi sebuah pencerahan besar bagiku.

Dalam TedxTalk-nya, beliau menjelaskan bahwa suatu hal menjadi hal baik atau buruk, semua tergantung bagaimana kita mempersepsikannya. Kebanyakan dari kita, menganggap suatu hal adalah hal baik, jika hal itu terjadi sesuai harapan kita. Kita pun akan merasa bahagia dengan hal itu. Begitupun sebaliknya, ketika suatu hal terjadi tidak sesuai harapan kita, kita akan menganggapnya hal buruk dan kita akan merasa kesal dan tidak bahagia.

Selain itu, pada dasarnya setiap orang punya pendapat yang berbeda-beda tentang apa yang disebut hal baik atau buruk. Sebagai contoh, ketika tiba-tiba hari ini hujan. Ada orang yang merasa sangat kesal dan marah karena tidak bisa pulang atau harus basah kuyup karena hujan. Ya, dengan kata lain, hujan adalah hal buruk menurut dia.

Namun, ada juga orang yang sangat bersyukur dengan datangnya hujan. Orang-orang itu mungkin adalah seorang petani yang menantikan hujan untuk mengairi tanamannya, atau seorang penjual payung, atau seorang ojek payung. Hujan adalah berkah bagi mereka. Mereka akan menganggap hujan adalah hal baik bagi mereka dan merasa bahagia dengan hal itu.

Contoh lainnya adalah tentang berlibur. Kita selalu menganggap bahwa berlibur adalah sumber kebahagiaan kita. Kita bersedia merogoh kocek lebih dalam atau lembur kerja, hanya agar kita bisa punya waktu liburan ke tempat yang menyenangkan. Tapi, sadarkan kita, bahwa di masa liburan pun, ada saja hal yang membuat kita bad mood dan tidak bahagia.

Dan pernahkah kalian tetap merasa sedih dan hampa, meskipun kalian sudah liburan mewah? Ya, karena kebahagiaan bukan berasal dari hal-hal di luar kita. Tapi berasal dari apa yang kita pikirkan, kita persepsikan. Dengan kata lain, tergantung mindset kita terhadap suatu hal yang terjadi pada kita.


Hidup sebenarnya berjalan seperti apa adanya, kitalah yang mempersepsikan bahwa apa yang terjadi dalam hidup adalah hal baik atau buruk.


Itulah mengapa orang-orang yang kita anggap memiliki segala sumber kebahagian, seperti kecantikan, kecerdasan, kekayaan, jabatan tinggi, kehormatan dan penghargaan dunia, bisa saja tetap menganggap diri mereka tidak bahagia. Karena memang bukan semua itu sumber dari kebahagiaan, tapi bergantung bagaimana mindset kita. Kita akan tetap tidak akan pernah merasa bahagia, meskipun kita memiliki semua yang ada di dunia ini atau semua orang di dunia ini berusaha membuat kita bahagia. Jika kita tidak memilih bahagia dalam pikiran kita.

Sebaliknya, kita akan tetap bahagia, meskipun kita adalah orang termiskin di dunia dan semua orang berusaha membuat kita menderita. Karena kita memilih bahagia dalam pikiran kita.


Happiness and unhappiness are states of mind and therefore their real causes cannot be found outside the mind (Gen Kelsang Nyema).


Mengetahui bahwa kebahagiaan berasal dari hasil pemikiran kita, persepsi kita terhadap apa yang terjadi di dunia, merupakan sebuah pencerahan yang luar biasa. Pengetahuan itu membuat kita merasa memiliki kekuatan dan kontrol untuk selalu hidup penuh kebahagiaan, tidak peduli kemanapun hidup membawa kita. Tidak peduli dimana posisi kita saat ini, entah kita berada di puncak tertinggi dunia atau di dasar bumi. Jika pikiran kita diarahkan untuk merasa positif dan bahagia, kita akan tetap bisa bahagia.

Aku tahu bahwa sangat sulit untuk tetap tersenyum bahagia dan bersyukur di tengah kejadian yang tidak kita harapkan. Merubah mindset bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Tidak bisa berubah dengan sekejap. Perlu usaha, waktu, dan persistensi untuk bisa benar-benar mengubahnya. Kita memang perlu bersabar untuk itu.

Meskipun sulit, hal itu bukan berarti tidak layak untuk dicoba. Lagipula kita sudah tahu bahwa cara kita sebelumnya sama sekali tidak menyenangkan dan membuat hidup kita menyakitkan dan menyedihkan. Kenapa kita tidak mencoba alternatif yang lain, mungkin saja berhasil?

Selain itu, cara bahagia yang satu ini adalah cara yang sangat sederhana. Kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk bahagia. Kita hanya perlu mengubah apa yang kita pikirkan. Kita bahkan bisa bahagia hari ini, di detik ini. Tanpa perlu menunggu semua yang kita impikan tercapai. Lagipula, jika kita menyimpan perasaan bahagia dan hanya mengeluarkannya saat semua hal yang kita impikan berhasil kita dapatkan,


Lalu apakah kita rela hidup dalam kesedihan sepanjang perjalanan mencapai impian kita?

Atau apakah kita benar-benar yakin, Tuhan akan memanjangkan usia kita untuk mencapai impian itu?

Apakah kita yakin, setelah impian tersebut terwujud, kita akan merasa bahagia dengan hal itu?


Tidak perlu menunggu apapun hanya untuk merasa bahagia. Kamu bisa merasakannya sekarang juga. Karena apa yang kita tunggu, belum tentu akan datang. Dan meski yang ditunggu sudah datang, belum tentu dia membuat kita bahagia. Ya, kan ? :p

Mari kita mulai memilih bahagia, melihat hidup kita sebagai anugrah luar biasa yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, dan mulai bersyukur karena kita punya hidup yang luar biasa ini.

Life is only as good as your mindset. Selamat berbahagia ! :)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya