Hai, Pak? Apa kabarmu? Ini aku anak perempuanmu. Masihkah Bapak ingat? Aku rindu, Pak.

Banyak hal yang sudah aku jalani sampai dewasa ini tanpa Bapak. Rasanya sulit sekali untuk menjadi anak perempuan yang tumbuh tanpa seorang Bapak. Ada banyak cerita menyenangkan yang ingin aku sampaikan, ada banyak keluh kesah yang ingin aku bagikan. Ada juga hal-hal kecil yang bagiku membanggakan untukku pamerkan kepada Bapak. Tapi itu semuanya hanya sebatas angan.

Bapak tahu? Seringkali aku iri dengan teman-teman perempuanku ketika diantar jemput sekolah. Ketika mereka dipeluk dan dibanggakan oleh bapaknya. Tapi aku adalah salah satu dari beberapa anak perempuan di dunia ini yang tidak beruntung seperti itu.

Pak, ini aku anak perempuanmu. Maaf masa kecilku merepotkanmu, maaf aku menghiraukan perintah baikmu. Maaf aku senang membantahmu, maaf aku tidak menghargai keringatmu. Maaf pula aku masih sering menangis untuk laki-laki selain Bapak.

Pak, ini aku anak perempuanmu. Terima kasih untuk cintamu, terima kasih untuk doa-doamu. Terima kasih sudah menemaniku sampai 12 tahun dan terimakasih untuk segalanya, Bapak.

Advertisement

Anak perempuanmu ini hanya bisa menitipkan rindu kepada Tuhan untuk disampaikan kepadamu. Aku harap Bapak juga punya rindu untuk aku. Aku sayang Bapak.