Beberapa Aktivitas Perayaan Idul Fitri di Sumatra Barat, Ada yang mirip dengan Pesta 17-an !

Agenda Untuk Memeriahkan Idul Fitri di Sumatra Barat

Lebaran merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh umat islam di Indonesia. Pasalnya beberapa sanak saudara akan memutuskan mudik, sehingga yang bisanya atau sudah tidak bertemu dalam waktu yang lama akan berkumpul lagi ketika lebaran. Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga mendukung momen liburan dengan hadirnya kebijakan atas cuti bersama di berbagai instansi bagik pemerintah maupun swasta. Nah, bagi kamu yang berkesempatan mudik ke ranah minang atau Sumatara Barat. Terdapat beberapa aktivitas yang biasanya rutin dilakukan oleh masyarakat untuk mengisi libur lebaran sebagai berikut.

Advertisement

Berkumpul Bersama Keluarga Besar

Yup. Berkumpul keluarga di hari lebaran pertama merupakan agenda wajib. Biasanya yang didatangi adalah rumah tuo atau pusako yaitu rumah para tetua dari keluaga ayah atau ibu. Seperti rumah nenek dan kakek jika masih hidup dan biasanya digantikan dengan rumah adik nenek paling besar atau kecil jika nenek buyut telah meninggal. Namun apabila yang telah meninggal adalah kakek nenek maka rumah yang akan dikunjungi adalah rumah anak tertua atau terkecil yang mendiami rumahtuo. Aktivitas yang dilakukan sangat sederhana dan beragam seperti makan bersama, pembagian thr dan bercengkrema dengan sanak saudara yang sudah lama tidak bertemu.

Mengunjungi Tempat Wisata

Advertisement

Ranah minang juga terkenal akan keindahan alamnya. Jadi tak jarang ketika lebaran beberapa jalanan Sumatra Barat akan macet. Pasalnya di setiap kabupaten atau kota madya pasti memiliki wisata unggulannya tersendiri. Di samping itu, berwisata ketika libur idul fitir bersama keluarga besar tentu bisa menjadi quality time mengingat tidak semuanya bisa berkumpul di hari-hari biasa.

Membuat Pesta Rakyat

Advertisement

Nah di beberapa daerah di Sumatra Barat supaya perayaan idul fitrinya menjadi semarak. Beberapa daerah malah membuat pesta rakyat seperi panjat pinang dan lomba balap karung yang biasanya dilakukan saat perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Acara tersebut tentunya bisa menjadi hiburan yang bermakna bagi masyarakat dan perantauan yang sedang mudik.

Menangkap Ikan Larangan

FYI,  Sumatra Barat merupakan wilayah atau daerah yang memiliki banyak sungai yang biasanya disebut dengan batang aia. Untuk itu, terdapat beberapa tradisi yang berkaitan dengan sungai di Sumatra Barat seperti aktivitas menangkap  ikan larangan.  Di Sumatra Barat ikan larangan biasanya terdiri dari dua jenis. Pertama, yang tidak boleh ditangkap dan dikonsumsi artinya ikan larangan tersebut diyakini telah berada disungai tersebut selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Kedua, ikan larangan yang boleh ditangkap dan dikonsumsi. Artinya, ikan tersebut biasanya dengan sengaja di pelihara oleh masyarakat disungai. Dimana pada hari-hari biasa tidak boleh ditangkap dan dikonsumsi. Melainkan bisa ditangkap dan dikonsumsi pada waktu-waktu yang telah disepakati seperti pada waktu lebaran. Oh iya tradisi ikan larangan yang termasuk kedalam kearifan lokal ini ternyata juga memiliki banyak manfaat lho. Tidak hanya untuk masyarakat tetapi juga lingkungan. Diharapkan dengan adanya tradisi ikan larangan masyarakat bisa lebih menjaga sungai karena ada ikan-ikan yang juga hidup di sungai tersebut sehingga tidak membuang sampah ke sungai. Sementara itu, untuk pemerintah setempat jika aktivitas ini dikelola dengan baik tentunya bisa menjadi agenda tahunan yang mengundang pariwisata domestik dan internasional.

Nah itulah dia beberapa aktivitas yang sering dilakukan masyarakat Sumatra Barat untuk mengisi waktu liburan. Kalau di daerahmu, biasanya seperti apa aktivitas masyarakatnya dalam merayakan idul fitir atau lebaran. Jangan lupa bagikan ceritamu di Hipwee juga ya !!!.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

si chubby semenjak lahir yang bercita-cita jadi penulis

CLOSE