Belajar Berani Bersikap dari Kisah Hubungan Tidak Sehat Kesha Ratuliu di Masa Lalu

Belajar dari hubungan Kesha Ratuliu

Saya sempat menonton wawancara salah seorang artis muda, Kesha Ratuliu, tentang kekerasan yang dia alami dari mantan pacarnya. Kekerasan yang terjadi pada Kesha dimulai dari kasar secara verbal dan juga sampai fisik. Saya merinding waktu Kesha cerita kalau dia pernah diinjak bagian leher dari mantan pacar. Meskipun sudah diperlakukan kasar, Kesha juga ternyata tidak mudah meninggalkan orang itu, namun dengan usaha pada akhirnya dia berhasil meninggalkan. Kejadian Kesha ini juga banyak terjadi pada perempuan muda di luar sana. Ada beberapa yang memutuskan tetap bertahan, tapi ada juga yang memutuskan untuk meninggalkan.

Advertisement


Hal ini menjadi pertanyaan beberapa orang kepada saya tentang bagaimana mengetahui itu orang yang bersangkutan baik atau tidak sebelum memulai relasi berpacaran?


Sejak awal biasanya kita sudah menemukan beberapa tanda tentang orang tersebut. Tanda ini juga sudah diajarkan dari orangtua saya dan beberapa mentor saya. Sifat egois, tempramen yang buruk, gengsi minta maaf, tidak konsisten (perkataan dengan berbuatan berbeda), dan tidak pernah menyelesaikan masalah (menganggap hal biasa, atau meminta orang lain menyelesaikan). Ini tanda-tanda yang saya temukan di beberapa orang yang pernah dekat dengan saya. Puji Tuhan mereka tidak menjadi kekasih saya  Itu hal yang SANGAT SAYA SYUKURI.

Mungkin ada orang yang berpendapat tapi manusia tidak ada yang sempurna. Saya setuju, itu benar. Tapi tidak sempurna bukan berarti harus berlaku kasar pada anak orang lain. Itu salah! Atau ada yang berpendapat ini unconditional love, jadi menerima kelebihan dan kekurangan. Jangan buta please! Unconditional love tidak berarti kita mendapat perlakuan tidak adil. Kekerasan baik verbal atau fisik itu bukan kekuarangan yang bisa di tolerir. Jangan mau diperdaya oleh perasaan, gunakan logika. Kadang juga kita tanpa sadar berpikir bahwa orang yang menyakiti bisa berubah.

Advertisement

Mungkin bisa, tapi tidak semudah itu. Tidak ada orang yang bisa berubah demi orang lain. Hanya Tuhan yang bisa mengubahnya. Kalau bisa menemukan yang tepat kenapa harus menunggu orang yang bersangkutan berubah? Waktu habis hanya untuk menunggu perubahan seseorang bukan membuat bahagia. Nah, kalau yang bersangkutan bisa berubah syukur tapi kalau tidak bisa. Masa iya kita mau menyakiti hati kita terus.

Biasanya juga untuk menutupi sifat asli mereka selalu tampil bagaikan pahlawan, menujukan sifat menolong atau membuat pencitraan tentang kebaikan. Sama halnya yang terjadi pada Kesha di mana mantan pacarnya kelihatan pria penyayang sebab cinta sekali sama Ibunya dan memiliki sikap hormat terhadap orang-orang lebih tua. Beberapa bulan kemudian muncul sifat aslinya.

Saya berdoa semoga semua perempuan muda di luar sana di jaga oleh Tuhan dan dijauhkan dari orang yang salah.  Supaya kita bahagia serta bisa menikmati hidup dengan damai. Tuhan baik dan sayang pada kita pasti dijauhkan kalau kita meminta untuk diproteksi. Tuhan sudah ada di masa depan sebelum kita. Sehingga semua Dia tahu kalau kita bertanya apa yang baik untuk kita jalani. Pasti Dia akan memberi tahu di saat yang tepat.

Akhir tulisan ini saya ingin katakan jika seseorang mencintai kita, dia tidak akan membuat kita terluka. Kalaupun dia tidak sengaja pasti dia mengakui kesalahan dan meminta maaf secara langsung (tidak melalui perantara orang & media sosial), tapi jika tidak sudah pasti dia bukan yang terbaik. Pergilah! Dan temukan dia yang terbaik yang bisa menghargai, menjaga, dan mencintai dengan tulus.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An ordinary girl with extraordinary life

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE