Rela Melepaskan si Dia, Belajar dari Lagu Rumah Singgah Milik Fabio Asher

Setelah sukses membuat galau berjamaah para pecinta musik Indonesia dengan single berjudul Bertahan Terluka, kali ini musisi Fabio Asher kembali merilis single terbaru yang diberi judul Rumah Singgah. Sejak pertama kali perilisannya pada tanggal 5 Mei 2022, lagu tersebut kembali menjadi trending di YouTube dan juga beberapa platform musik.

Advertisement

Masih mengusung tema patah hati, Fabio yang berasal dari Kotamobagu, Sulawesi Utara berhasil memanjakan telinga para penikmat lagu galau dan membuat orang-orang yang sedang berada di fase sakitnya berjuang sendiri merasakan nasib yang sama dengan lagu tersebut.

Secara garis besar, makna dari lagu Rumah Singgah yaitu seseorang yang mencintai sahabatnya sendiri. Berharap cintanya akan dibalas, pada kenyataannya sahabatnya lebih memilih orang lain untuk menjadi pasangan. Menjadi sosok pelindung dan penolong di kala sahabatnya merasakan sakit akan perihnya cinta hanya bisa dilakukannya saat ini karena membunuh cinta yang sudah lama singgah di hati ternyata bukanlah perkara mudah. Hal itu bisa dilihat dari penggalan lirik berikut ini,

Mengapa sulit untuk ku bisa miliki hatimu

Advertisement

Bahkan selama ini hadirku tak berharga untukmu

Yang terjadi kini ku hanya rumah persinggahanmu

Advertisement

Di saat kau terluka

Dan di saat semuanya reda

Kau menghilang begitu saja

Berulang kali mendengarkan lagu tersebut, saya teringat dengan kisah saya dulu yang sempat berada dalam situasi menyukai sahabat sendiri namun ternyata cinta saya bertepuk sebelah tangan. Sahabat saya ternyata menyukai orang lain dan tak lama berselang mereka menjalin hubungan. Memang, pada saat itu rasa yang murni muncul di dalam hati belum sempat tercurahkan lewat kata-kata. Namun, pedihnya luka ternyata muncul tanpa mampu dihindari dan berhasil menggores hati.

Sucinya kata persahabatan luruh begitu saja. Ingin menghindar ternyata tak semudah itu. Kebersamaan yang sudah terjalin lama menjadi memori manis dalam sebuah perjalanan melewati masa remaja. Ribuan hari yang diwarnai suka dan duka tak bisa melebihkan rasa sayangnya seseorang kepada sahabatnya. Iya, pada akhirnya saya harus berdamai dengan keadaan. Pedang yang menusuk hati perlahan terlepas hingga tak ada lubang yang menimbulkan perih.

Melepaskan dia yang hanya menganggap teman belaka menjadi pilihan yang tepat bagi kita yang ingin semuanya baik-baik saja. Bukan berarti tidak menghargai persahabatan yang sudah lama terjalin. Namun, banyak yang tidak bisa bertahan lama dengan status sahabat.

Senang melihat orang lain bahagia sudah pasti menjadi poin utama dalam menjalin sebuah persahabatan. Jika yang terjadi adalah kita harus merelakan dia bergandengan tangan dengan pilihannya, maka itu merupakan tujuan utama untuk saling membahagiakan.

Yakinlah, masih ada kebahagiaan lain daripada hanya memikirkan sesuatu yang sudah ditakdirkan tidak kita miliki. Janganlah tidak berbuat apa-apa. Jika hari ini belum mampu, maka cobalah hari-hari berikutnya hingga sampai pada kata terbiasa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jangan Bosan Jadi Orang Baik".

Editor

Penikmat buku dan perjalanan

CLOSE