#BelajarDiNegeriOrang-Ini Cerita Mahasiswa STAID yang Ikut Program KKN-PPL di Thailand

Ustadz Indo Ganteng yang mengajar kelas Bahasa Arab dan Tsaqofah

Ramadhan Azizi Kadir merupakan salah satu Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar (STAID) yang membagikan pengalaman  program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan program pengalaman Lapangan (PPL) di Thailand. Mahasiswa STAI Denpasar itu mengakui bahwa banyak pengalaman, ilmu baru yang didapat serta trik agar bisa sampai memijakkan kaki di negri seribu pagoda.     

Advertisement

KKN-PPL merupakan mata kuliah yang memadukan antara kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) dengan program pengalaman lapangan (PPL). Ini bertujuan  untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru yang professional dan memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran serta manajerial disekolah dalam rangka melatih dan mengembangkan kompetensi keguruannya.     

Namun bagaimana jika KKN-PPL di luar negri? Tentunya banyak rintangan dan pengalaman baru yang tidak terlupakan, pada tahun 2017 KKN-PPL Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar menyelenggarakannya tidak hanya di dalam negri melainkan di luar negri yaitu negara Thailand  salah satunya yang dialami oleh Ramadhan Azizi Kadir, Mahasiwa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) berhasil lolos dengan 4 teman lainnya. Tidak berangkat sendiri justru berangkat dengan 4 orang temannya untuk memijakkan kaki di negri pagoda itu.     

Dia mengakui bahwa untuk dapat berkesempatan mengikuti program  tersebur memerlukan beberapa persiapan seperti mengikuti beberapa test diantaranya microteaching, baca tulis Al-quran hingga bahasa. Meski demikian tidak meluluhkan untuk melunturkan semangat yang berkobar demi mengabdikan diri walaupun seleksinya yang cukup ketat. Meski harus jauh dari tanah air pemuda satu ini memperoleh segudang pengalaman. Dia mengatakan bahwa sangat terkesan bisa mengenal budaya warga setempat yang berbeda dengan budaya Thailand pada umumnya.     

Advertisement

Dalam mengajar Ramadhan mengaku bahwa beberapa kesulitan untuk menjalani program karena padatnya kegiatan sekolah yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Dia juga berkesempatan mengajar sebagai guru kelas VII-XII atau setara dengan jenjang SMP- SMA dengan mata pelajaran bahasa arab dan tsafoqah.  Sempat menyampaikan 1 trik agar lolos adalah meminta restu orang tua terutama ibu, ungkapnya pada saat aku mewawancarai dia disalah satu warung kopi. Selain itu dia juga menyampaikan bahwa segala sesuatu harus diawali dengan niat.

Niatkan karena mencari ridho Allah, niat mencari ilmu  dalam bentuk pengalaman atau pengamalan, lalu yang terakhir niatkan untuk pengabdian seperti halnya bahwa mengabdi  harus mempersiapkan segalanya mulai dari keilmuan yang dimilikipun tengah harus di upgrade agar pada saat penyampaian ilmu yang kita miliki lebih mengena. Terakhir pesan yang dia sampaikan adalah siap menanggung segala resiko.     

5 bulan lamanya untuk mengabdikan diri tentunya membuat Ramadhan rindu dengan keluarga di rumah, sesekali dia menyempatkan mengirimkan pesan Whatsapp atau menelfon, terkadang komunikasinya terputus karena sinyal yang cukup susah di daerahnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

hai, aku istri popeye. saat ini tengah kuliah di STAI Denpasar dan mengambil program S1 Ekonomi Syariah Salam kenal.

CLOSE