Langkah-Langkah Membuat Paspor TERUPDATE

Kamu mau membuat paspor? Benar gak sih kamu cukup datang pagi-pagi buta terus ngantri di depan kantor imigrasi terus yang penting udah bawa semua persyaratan, ambil nomor antrian, nunggu giliran kamu, bayar, tunggu 3-4 hari paspor jadi.

Kalau kamu masih mikir buat paspor kayak gitu caranya, sayangnya yang kamu dapat nanti bukan paspor tapi diomelin satpam yang jaga di depan kantor imigrasi. So, what should we do? Okey, kali ini gue akan berbagi pengalaman yang mungkin bakal membantu kalian semua ketika mau membuat paspor.

Senin, 2 oktober 2017 gue bersama kedua temen gue pergi ke kantor imigran Bogor, dengan berbekal petuah-petuah dari temen-temen kalau buat paspor ya blablabla kayak yang tadi gue udah sampein di awal. Dengan membawa bekal berupa dokumen asli dan fotokopi nya KTP, KK, dan kartu keluarga, gue berangkat jam setengah 6 dari kosan salah satu temen gue karena kita nginep di kosan temen gue itu, khawatir gak bangun paginya. Jam 4 kita udah mandi, terus shubuh, dandan yang cantik biar nanti di foto keliatan cantik. Malamnya temen gue sempet baca sih tentang daftar via WhatsApp, dan disitu pesannya kita baru bisa buat paspor tanggal 24 Oktober. Waduhhh lama kaliiiii, posisinya kita bertiga harus segera mengumpulkan paspor untuk memenuhi persyaratan salah satu sesuatu yang deadline-nya tanggal 20an gitu. Alhasil bermodal nekat dan petuah dari yang sudah berpengalaman dalam perpasporan kita berangkat ke kantor imigrasi Bogor. Sayangnya yang kita lakuin bisa dibilang sia-sia sih, karena pak satpam disana menyampaikan kalau untuk mendaftar paspor harus via WhatsApp. Beberapa kantor bahkan hampir semua kantor untuk mendaftarkan diri untuk membuat paspor harus melalui “antrian paspor” yang bisa kalian unduh di playstore, dan ada juga yang mendaftarkan via WhatsApp seperti di kantor imigrasi Bogor dan aturan itu sudah berlaku mulai bulan agustus kemarin. Akhirnya karena kita harus buru-buru mengumpulkan paspor, kita langsung download aplikasi “Antrian Paspor” itu dan dapatlah tanggal terdekat di Semarang, yaitu tanggal 5 Oktober. Okey akhirnya kita tag nomor antrian untuk tanggal 6 Oktober di Semarang. Dengan yakinnya kita pesan tiket kereta ke Semarang tanggal 5 Oktober dan langsung bayar tiket ke Semarang.

Siang harinya, temen gue iseng-iseng buka aplikasi itu lagi dan ternyata di Jakarta Barat masih ada tanggal 9, DAMN!!! Udah pesen tiket ke Semarang eee di Jakarta masih ada ternyata. Akhirnya pertimbangan uang saku yang menjerit tak sanggup keluar dalam jumlah besar, akhirnya kita memutuskan untuk cancel booking di Semarang berikut kereta api kesana. Karena kalau di Semarang lu juga mesti mikir ongkos balik Bogor, biaya ngegembel disana dan kemungkinan kalau ada dokumen tertinggal lu jauh ngurusnya. Akhirnya kita bertiga pesen tanggal 9 Oktober, tapi sepertinya Allah mau lihat usaha kita lagi, sisa kuota tanggal 9 tinggal 2 lagi, padahal kita kan bertiga, yakaliii yang satu ditinggal. Yaudah akhirnya pesen lah kita tanggal 10 oktober di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, tepatnya di Angke.

Singkat cerita, kita nekat ngegembel melancong ngebolang ke Angke, dan proses pembuatan paspor pun usai sudah. Diambil setelah 4 hari pembuatan (Rabu, kamis, Jumat, Sabtu). Oooowww sabtu kan tutup, so? Gimana dong? Yauda kamu harus mengambilnya hari Senin, sesuai hari kerja soalnya. Jadi dari apa yang gue alami tadi, gue ada tips dan langkah tentang apa yang harus dipersiapkan dalam pembuatan paspor.


  1. Siapkan dokumen asli dan fc : KTP, KK, Akta Kelahiran. KTP di FC seukuran A4 ya. Kalau kamu buatnya enggak di daerah kamu tinggal atau kamu lahir, kayak gue lahir di Boyolali, tinggal dan kuliah di Bogor tapi buat paspor di Jakarta Barat, mending lu jaga-jaga buat surat domisili. Caranya datang aja ke RT buat minta rekomendasi surat domisili, kalau RT lu baik lu bakal dikasih surat pengantar buat lu urus ke kantor kelurahan, tapi kalau RT lu rada-rada, ntar lu diurusin sampai ke kantor kelurahan, diminta foto 3×4 dan fotokopi KTP tapi ada selipan Rp 25.000 (dan gue dapat RT yang kedua wkwk)

  2. Download aplikasi “Antrian Paspor” di Playstore. Daftarkan diri kamu, terus pilih-pilih aja kantor imigrasi, cari yang tanggalnya sesuai sama kepentingan kalian aja, dan pilih jamnya. Karena gue butuh cepet ya memang rada susah carinya, kalau kalian gak buru-buru cari aja yang deket tempat tinggal kalian aja.

  3. Datang ke kantor imigrasi bawa SEMUA BERKAS ASLI DAN FC, sesuai jadwal aja datangnya ya, terus tunjukin bukti pendaftaran kalian yang udah kalian urus di aplikasi sama pak satpam, nanti kalian bakal disuruh isi form dan antri deh abis itu. Foto cekrek cekrek dan jawab pertanyaan bapak disana, jawab ajalah. Kalau ditanya buat apa, kata temen gue yang pernah bikin paspor sih jawabnya liburan aja, karena kalau sepengalaman gue waktu itu yang buat paspor untuk urusan akademik, diminta surat keterangan dari kampus tentang urusan akademik kita itu tadi. Misal stuba nih, kamu harus ada keterangan mengikuti stuba dan berkas itu harus kalian bawa pas kalian buat paspor di kantor imigrasi. Tapi kalau kalian gak bawa, nanti disuruh bawa pas ambil paspor, ujung-ujungnya sih gak diminta pas gue ambil paspor.

  4. Bayar aja sesuai nomor di kertas yang nanti kalian dapat abis foto, transfernya kalau bisa di hari yang sama ya. Adapun biaya pembuatan paspor Rp 355.000 yang berisi 48 halaman paspor. Bayarnya cukup transfer Via ATM.

  5. Tunggu 4 hari, ambil, udah deh.

Jadi gitu gaisss langkah-langkah pembuatan paspor sekarang, rada ribet ya? Ya gapapa, biar kalian rada ada kerjaan, gak gabut gabut amat, ya kan? HAHAHA

Thanks for reading J , don’t forget to share this article into all of your account 😀 gak ada salahnya kan berbagi, kali aja ada teman kalian yang butuh referensi pas buat paspor. :)

Semoga postingan ini bermanfaat :)

Tunggu postingan selanjutnya ya :)

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya