#BeraniWujudkanMimpi–Aku Bertekad Mewujudkan Mimpi di Tengah Pandemi COVID-19. Semoga Semesta Merestui~

Dare To Dream Big

Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia sejak bulan Maret lalu membawa dampak yang begitu besar bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sektor pendidikan, perekonomian, dan pariwisata di Indonesia juga turut merasakan dampak pandemi. Mulai dari banyak terjadinya PHK, anak-anak sekolah yang harus belajar dari rumah, tempat-tempat pariwisata yang tutup, dan terseraknya rencana-rencana di tahun 2020. Tahun 2020 memang memiliki tantangan yang besar untuk itu terima kasih untuk kita semua yang sudah bertahan meskipun tidak mudah.

Advertisement

Saya juga ikut merasakan tantangan yang ada di tahun 2020. Terlebih saya adalah seorang fresh graduate. Puluhan lamaran kerja yang saya kirim baik langsung maupun via e-mail semuanya ditolak. Hampir menyerah karena merasa putus asa tentu saya rasakan. Saat mendengar kabar teman-teman yang resign dari pekerjaanya, ngilu rasanya. “Temanku sudah merasakan resign dari pekerjaan, sedangkan aku diterima kerja aja belum”, kalimat ini sering saya ucapkan dalam hati.

Sampai akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan. Meskipun saat melihat besaran UKT yang harus dibayarkan tiap semester lambung terasa nyeri, apalagi sekarang kondisinya sedang sulit. Ingin nggak jadi saja, tetapi motivasi dari Ibu mampu membuat saya mantap untuk tetap melangkah. “Apapun yang terjadi kamu harus #BeraniWujudkanMimpi demi masa depan kamu, mungkin memang ini jalan yang harus kamu lewati”, pesan Ibu kepada saya saat itu.

Tetapi gelisah saya tidak berhenti di situ. Jeda setelah pengumuman PMB ke hari efektif kuliah cukup lama, kurang lebih dua bulan. Saya pun mencari-cari kegiatan untuk mengisi jeda tersebut. Sampai pada suatu hari saya membaca artikel di sebuah media online dan saya tertarik untuk menjadi kontributornya. Karena menulis artikel di media juga menjadi impian saya, jadi saya rasa ini waktunya untuk #BeraniWujudkanMimpi.

Advertisement

Langkah pertama yang saya ambil saat itu ialah browsing bagaimana cara menjadi kontributor di media tersebut. Saya pahami dan ikuti satu per satu langkah yang sudah dituliskan pada laman media itu dan membaca artikel-artikel yang sudah published sebagai bahan belajar. Kemudian saya mulai menulis dan memberanikan diri untuk mensubmitnya. Sebenarnya saya kurang percaya diri dengan tulisan saya saat itu, padahal ya tulisan sendiri tetapi atas izin Tuhan artikel pertama saya itu bisa terbit. Senang sekali rasanya saat itu dan seperti mendapat motivasi untuk melanjutkan menulis dan terus belajar. Sejak saat itu, dua hari sekali saya menulis satu artikel untuk diterbitkan di media online. Dan setelah mulai kuliah saya biasanya menulis itu saat jeda kuliah atau setelah selesai mengerjakan tugas, tetapi submitnya bisa beberapa hari kemudian menyesuaikan waktu senggang. (Hehe)

Hal yang saya dapatkan dari kejadian ini adalah mewujudkan mimpi itu tidak hanya saat semesta bergembira, saat sulit pun kita harus tetap melangkah dan berusaha menggapai mimpi kita. Karena kesulitan yang kita hadapi ini akan membentuk kita menjadi pribadi yang jauh lebih kuat dari sebelumnya dan tidak mudah menyerah. Kita harus bisa melawan rasa ragu dan memberi afirmasi positif untuk diri sendiri, “Aku Pasti Bisa!, Aku mampu melewati dan menaklukkan rintangan yang ada.” Yakin bahwa di setiap kemauan ada kemampuan dan selalu libatkan Tuhan dalam setiap langkah kita. Terus #BeraniWujudkanMimpi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pemimpi yang sedang belajar mengubah rasa menjadi kata~

CLOSE