#BeraniWujudkanMimpi-Kenapa Harus Ada Babak Menyedihkan?

Terkadang, kita dipukul mundur oleh pemikiran 'luar biasa' dari alam pikiran sendiri. Kemudian, terjungkir balikkan dengan pernyataan realistis keadaan sebenarnya. Tenggelam bersama ketidakpercayaan akan kemampuan yang dimiliki.

Advertisement

Seperti itukah lika-liku bermimpi?

Mungkin iya.

Tapi hey, setidaknya mimpi mempunyai dua pilihan terkaitnya. Pertama, kita bisa bangun untuk mewujudkannya. Atau kembali tidur dan membiarkannya menjadi angan-angan belaka. Kita bisa memilih antara keduanya. 

Advertisement

Tapi bukan tentang itu yang akan kita bicarakan. Ini tentang 'kenapa'. 

Kenapa kita harus mengejar dan mewujudkannya, kemudian menggenggamnya? Bahkan yang nyatanya tak semua mimpi selalu berjalan baik sesuai alur kehidupan yang diinginkan. Dari itulah membuat kata 'menyerah' timbul tanpa diundang. Menyebabkan berbagai keputus asaan di belakangnya. 

Advertisement

Mengapa mimpi harus mengalami proses menyedihkan seperti itu? Namun, ada beberapa hal yang seharusnya menyadarkan kita tentang kewajiban mengejar apapun mimpi yang kita kejar itu, selama dalam artian baik tentunya.

Pertama, kedua orang tua. 

Mereka menjadi alasan mutlak untuk kita mewujudkan apa yang dicita-citakan. Keduanya telah berbuat banyak untukmu dan aku. Tidaklah mungkin seorang anak mengabaikan cinta dan kasihnya. Pasti ada, walau sedikit sekali, rasa ingin membuatnya berkata bangga pada buah hatinya.  Bisa jadi, awalnya mereka mengekang apa yang kita impikan. Tetapi janganlah pernah berpikiran itu sesuatu yang 'kolot' dan sebagainya. Setidaknya, kita mengetahui sisi kebenaran dari kacamata orang tua. Satukanlah itu agar menjadi sejalur dengan pandanganmu.

Kedua, diri sendiri. 

Remaja sekarang ini, banyak yang sedang berselimut dibalik kata insecure dan overthinking. Dua musuh hebat yang seharusnya tak diteruskan sampai kita sungguhan dewasa. Maka dari itu, kembangkanlah bakatmu dan wujudkanlah mimpimu. Satu kata kunci yang perlu dipegang, jangan menyerah. Sesederhana itu, bukan?

Hanya dua. 

Mungkin bisa menambah keyakinanmu akan ribuan mimpi yang hendak kamu raih. Jangan pernah marah dengan kegagalanmu. Sebab, di balik itu kamu membuka keberhasilan untuk yang lain. Teruslah #BeraniWujudkanMimpi, anggaplah kamu sedang berusaha membuat orang lain bahagia dengan sesuatu yang belum berhasil kamu capai. 

Tenang, giliranmu pasti ada. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE