#BeraniWujudkanMimpi-Merajut Mimpi Demi Sejumput Asa

Tentang hidup yang penuh perjuangan dan memang harus diperjuangkan

Assalamualaikum Wr, Wb.

Advertisement

25 desember 2020, tepat ulang tahunku yang ke 22 tahun. Perkenalkan nama saya A. Tenri Ayu saya adalah mahasiswa semester akhir jurusan farmasi,  disalah satu kampus swasta di Makassar. Saya lahir di Bone maka dari itu saya berdara bugis. Saya anak pertama dari 3 bersaudara.

Awalnya mimpi menurut saya adalah omong kosong, saya tidak pernah tau apa mimpi saya karena saya sudah bahagia dengan apa yang saya punya tanpa obsesi apapun dan berprilaku hedonisme. Semuanya berubah ketika usaha keluarga saya bangkrut, semuanya menjadi lebih rumit. Satu-satunya pengharapan terakhir keluarga saya adalah kesuksesan saya. Tidak ada planning, tidak ada mimpi, bagaimana saya bisa sukses?, Pikiran menghantui, stress tak terelakan, ini adalah masa terberat dalam hidup saya.

Mentari bersinar, sinar pengharapan mulai tampak, Allah mengirimkan sesosok guru yang mengubah cara pandangku tentang dunia. Namanya Dyayanti Puspita, saya lebih suka memanggilnya kak ita. Aku tidak pernah tertarik belajar namun entah kenapa dia seolah menyihirku dengan ilmu pengetahuan. Dia mengajarkan tentang ilmu dasar dan ilmu alam, awalnya kukira sulit, namun diluar dugaan belajar sekarang menjadi candu. 

Advertisement

Saat itu saya duduk di kelas 3 SMA, siswa yang dulunya tidak pernah masuk peringkat  top 10 besar tiba-tiba masuk kategori top 5. Bahkan saya mendapatkan nilai UN biologi tertinggi diantara teman-teman. Terlihat sangat terlambat untuk berubah tapi untuk pertama kalinya saya ingin mempercayai mimpi. Jadi saya lakukan.

Kisahku tidak berakhir disitu, aku sudah memutuskan akan menggeluti bidang ilmu alam I thing its my passion saya ingin menjadi Ilmuan. Saya berusaha mendaftar beasiswa, daftar di perguruan tinggi negeri jurusan biologi bahkan sampai ke kedinasan bagian BMKG namun semuanya ditolak.  Saya tidak berhenti saya masih berusaha mengikuti seleksi di 3 PTN di Makassar, namun ditolak. 

Advertisement

Akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di PTS. Namun disini tidak ada jurusan Biologi jadi saya memilih jurusan yang ada hubungannya dengan ilmu alam dan tentu jawabannya Farmasi. Waktu itu saya tidak terlalu tau tentang farmasi.

Ditahun pertama kuliah saya belajar lebih giat, lebih rajin, lebih banyak dan bangun lebih pagi. Saya dedikasikan waktu saya untuk belajar terkadang terasa sangat sulit tapi bukankah hidup itu memang tentang perjuangan dan butuh diperjuangkan. 

Di tahun keempat kuliah tepatnya semester 7 wabah korona menyerang seluruh dunia dan sampai sekarang belum ada Vaksin yang terbukti efektif sebagai penawar virus. Disini saya bulatkan tekad untuk menjadi ahli Biomedicin terdengar seperti omong kosong belaka but, its my dream.

Aku belajar siang dan malam tak lupa memohon pada sang pencipta akan mimpi yang sedang kurajut. Aku selalu ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, ingin menjadi manusia Wajib. Tapi untuk bisa menjadi seperti itu saya harus punya daya punya kekuatan untuk bisa membantu sesama maka dari itu kugantungkan mimpiku setinggi langit agar aku terpacu untuk menggapainya.

Merajut mimpi dimulai dari tangga-tangga loncatan yang harus kulalui untuk bisa menjadi ahli Biomedicin. Saya memang menyukai hal-hal tentang ilmu alam termasuk dunia Mikrobiologi dan yang paling penting saya ingin menjadi manusia yang berguna. saya sangat ingin melanjutkan S2 jurusan Mikrobiologi di Universitas Indonesia, dan melanjutkan S3 di jepang tentunya dengan Beasiswa.

Jepang menjadi pilihan karena  saya ingin belajar etos kerja dan etika dari orang jepang. Jepang memang bukan Negara industry seperti Jerman atau Amerika namun orang jepang memiliki semangat, kemauan, efisiensi, dan etos kerja terbaik didunia, dan saya berharap itu bisa diikuti  di Indonesia.  

Saya melihat dunia berkembang sebegitu cepatnya hari ini momok menakutkan bukan lagi tentang bom atom atau bom nuklir, hal yang paling berbahaya saat ini adalah senjata Biologis seperti virus dan penyakit menular. Setiap saat obat atau vaksin diperlukan. Namun Karena obat harus diekspor dari luar negeri harganya kian melonjak tak terelakan. Rakyat miskin jadi korban, tak bisa menikmati manisnya kesehatan. Kita bangsa Indonesia, dengan jumlah penduduk yang besar, suatu saat nanti kita pasti bisa membuat vaksin kita sendiri buatan anak negeri untuk Indonesia agar semua orang dapat menikmati kesehatan yang merata.

Memiliki planning dan mimpi membuatku bersemangat dan sangat terobsesi aku jadi lebih giat belajar hanya dengan membayangkan kesuksesan akan menyapaku kelak. 

Hari ini saya belum menjadi siapa-siapa, namun saya yakin ada sesuatu yang luar biasa sedang menunggu saya diluar sana. Menyerah tidak ada dalam kamus saya, lakukan saja yang terbaik yang bisa kita berikan  Allah yang akan mengurus sisanya. Bermimpi setinggi langit, memohon hal-hal besar dari Allah. Bukanka Allah maha kuasa, maha besar, jadi hal yang kita anggap luar biasa sangat mudah diberikan oleh Allah, maka dari itu dekati Allah dengan perbanyak sujud.

Sebagai penutup saya ingin mengutip kata-kata dari Jack Ma “Hidup  ini sulit mungkin esok jauh lebih sulit. Tapi hari setelah esok dunia dunia akan bersinar untukmu” semangat belajarnya, kalian pasti bisa.

#BeraniWujudkanMimpi

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Nama saya A. Tenri Ayu saya berasal dari Bone, namun kuliah di Makassar. Saya jurusan Farmasi di salah satu kampus islam diMakassar dan sekarang saya semester 7.

CLOSE