Berbagai Pelajaran Dari Etos Kerja Para CEO Yang Sukses

Suatu saat di dalam hidup setiap manusia, pasti seseorang dihadapi dengan kesulitan dalam hal pembelajaran. Dan di sini, kita ditempatkan ekspektasi untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut sendiri.Namun, solusi untuk masalah ini sangat sulit untuk ditemukan. Oleh karena itu, saya ingin menceritakantentang cara belajarnya Bill Gates. 

Bill Gates belakangan ini sudah menjadi sebuah sosokyang cukup kontroversial di media sosial, tetapi cara belajarnya tetap ada aspek yang bisa kita tiru. Ketika Gates ingin belajar dan mengingatnya, dia akan membaca secara luas, tidak hanya pada topik yang dibahas, tetapi juga pada topik yang terkait. Misalnya, jika kita ingin belajar tentang sains, ada baiknya membaca tentang sejarah sains, para ilmuwan, serta proses perjuangan mereka. Dengan adanya informasi ini, kita bisa membuat sebuah kerangka di mana kita bisa meletakkan segala informasi lainnya pada kerangka tersebut. Ibarat kita sudah memiliki sketsayang baik. 

Semakin banyak kita membaca, semakin banyak kesamaan dan korelasi yang dapat kita temui antara hal-hal yang kita pelajari. Dan ini adalah kunci untuk mempermudah proses pembelajaran kita. Jika kita sedang mempelajari sesuatu yang asing untuk otak kitadan kerangka ini sama sekali tidak ada, maka proses pembelajaran kita akan menjadi lebih sulit.

Otak kita diciptakan dan diprogram untuk mendeteksi pola dan kesamaan dalam data yang kita serap. Atau, seperti pada kasusnya Gates, kita mencari hal-hal yang mirip dengan hal-hal lain. Otak kita akan pada dasarnya memprioritaskan melihat pola-pola besar itu daripada memperhatikan detail-detail kecil. Secara biologis, keterampilan untuk mengenal pola adalah suatu hal yang esensial untuk pertahanan hidup, karena pola tersebut ada di berbagai bidang kehidupan.

Tantangan lain yang dihadapi seorang ahli dan pemimpin adalah cara mengkomunikasikan ide-ide mereka dengan jelas. Nyatanya, keahlian dan semangat yang keterlaluan terkadang menghalangi komunikasi yang jelas dan sederhana. Saya pun juga memiliki beberapa tips yang biasanya diterapkan oleh para CEO yang sukses.

1. Persiapan dan latihan

Pemimpin bisa terbawa oleh antusiasmenya sehingga kehilangan fokus pesannya. Alih-alih berbicara langsung, lebih baik kita kumpulkan pikiran terlebih dahulu. Tuliskan poin-poin penting yang ingin dikomunikasikan bukan naskah lengkap dan juga presentasikannya kepada kolega terpercaya yang dapat memberikan umpan balik yang jujur. Proses ini dapat membantu kita untuk menyempurnakan pesan dan memfokuskan antusiasme kita. Tanyakan pada diri sendiri, bisakah saya mengatakan ini dalam 30 detik, bukan tiga menit? Apakah pendengar mendapatkangagasan yang jelas tentang pesan utama?

Untuk mencegah penjelasan yang bertele-tele, pakai lahpanduan numerik. Misalnya, "Saya memiliki tiga rekomendasi", atau "kami memiliki dua opsi ". Tiang-tiang panduan ini memberi landasan bagi diri sendiri dan pendengar kita. Selain itu, sebuah kesimpulan bisa membantu pendengar kita untuk lebih mendapati inti dari ucapan kita, ibarat menutupi botol dengan tutupnya.

2. Kenali pendengar Anda

Terkadang kita memberikan terlalu banyak konteks, memberikan detail yang mungkin penting kita, tetapi tidak relevan bagi pendengarnya. Atau mungkin kita menggunakan jargon teknis yang membingungkan dan mengasingkan pendengarnya.

Sebelum bersiap untuk berbicara, jelaskan kebutuhan mereka, pengetahuan mereka saat ini, dan poin referensi mereka. Eksekutif tingkat tinggi sering kali tidak memerlukan perincian kecil untuk membuat keputusan, dan mereka mungkin tidak terbiasa dengan jargon teknis.

Ada juga baiknya kita memperhatikan bahasa tubuh pendengar kita Apakah mereka tertarik dan fokus pada kita? Apakah mereka bingung, terganggu, atau kehilangan minat? Sesuaikan dengan momennya, klarifikasikan apa pun yang mungkin membingungkan, atau memotong inti pesan Anda.

3. Berikan lebih banyak cerita daripada data

Angka dan data dapat mengaburkan poin penting, sementara cerita sederhana dapat memberikan "mengapa" yang jelas. Temukan cerita yang dapat memikat pendengar, dan hanya sertakan data yang mendukung "mengapa" tersebut.

Setelah kita menguasai komunikasi yang jelas, orang lain akan memperhatikan. Mereka percaya bahwa ketika kita berbicara, kita akan menyampaikan pesan dengan tujuan yang jelas. Persiapkan dan latih lah penyampaiankita, kenali pendengar kita, dan bantu mereka mengertipesan kita dengan cerita, bukan hanya data. Ketiga strategi ini akan membantu memastikan pesan kitasampai dengan jelas dan berdampak. Kemampuan ini pastinya lebih mudah diperoleh saat kita latihan dan mungkin menerapkan tips dari Bill Gates.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini