Bercermin dan Menyadari Bahwa Diri Sendiri Juga Perlu Dicintai

Suatu keharusan untuk mencintai diri sendiri

Mungkin ada banyak hal yang telah kamu lakukan untuk membuat hidupmu bahagia. Namun tetap saja kamu masih sering merasa bahwa hidupmu kurang menyenangkan. Selalu ada yang membuatmu kecewa, sedih dan merasa kurang. Seringkali penyebab dari itu semua justru berasal dari diri sendiri tanpa disadari. Misalnya, dari kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki, tetapi ujungnya malah menyiksa dan akhirnya membuat mental menjadi terganggu.

Advertisement

Sebenarnya tidak semua kebiasaan layak untuk dipertahankan. Adakalanya kebiasaan itu perlu dikurangi atau bahkan dihilangkan. Karena tidak semua kebiasaan dapat membuatmu merasa nyaman. Oleh karenanya, penting untuk mengambil keputusan yang tepat. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menentukan pilihan, akankah terus mempertahankan atau justru meninggalkan kebiasaan buruk tersebut.

Misalnya, kamu memiliki kebiasaan yang selalu ingin membahagiakan semua orang, tetapi diri sendiri justru sering mempertanyakan dimana letak kebahagiaan. Atau mungkin kebiasaan untuk terus membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Tetapi bukan motivasi yang akhirnya diperoleh, justru yang terjadi malah semakin merasa rendah diri dan semakin menyalahkan diri sendiri.

Ketika sering muncul pertanyaan mengapa ada banyak hal yang membuat perasaan tidak bahagia. Sangat mengganggu hingga membuat kamu sering mengeluh dengan keadaan dan kamu sama sekali belum menyadari alasannya. Maka akan kutunjukkan sesuatu yang menarik. 

Advertisement

Berdirilah di depan cermin! tak perlu membaca mantra layaknya Ravenna pada cermin ajaib. Kamu hanya perlu memperhatikan baik-baik dan cermin itu akan menunjukkan seseorang yang sebenarnya kamu kenal, seseorang yang menjadi alasan mengapa hidupmu kurang menyenangkan, seseorang yang selalu ingin bahagia, namun ternyata miskin cinta untuk dirinya sendiri. Seseorang yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang lain. Tetapi lupa untuk memberikan yang terbaik untuk dirinya sendiri.

Memiliki keinginan yang besar untuk membahagiakan semua orang, tetapi justru kepentingannya sendirilah yang harus dikorbankan. Sering mengatakan 'ya' hanya karena enggan mengatakan 'tidak' dan melukai perasaan orang lain. Namun faktanya,  dengan melakukannya hanya mengubah jalan lain yang berujung mencederai diri sendiri. Tidak ada perasaan nyaman sama sekali ketika melakukanya. Namun parahnya lagi seperti seseorang yang sudah profesional, hal tersebut justru dilakukan berulang-ulang. Menyiksa diri itu lama-lama telah menjadi hal yang biasa. Namun sayangnya diri sendiri pun ditakdirkan tidak pernah benar-benar terbiasa.

Advertisement

Boleh-boleh saja jika ingin mencoba membuat semua orang bahagia, tetapi selalu mengorbankan kepentingan diri sendiri juga bukan hal yang baik. Perlu disadari bahwa setiap orang juga memiliki pemikirannya masing-masing.

Apa yang telah dilakukan untuk membahagiakan orang lain belum tentu memberikan hasil yang sesuai dengan harapan. Terlebih lagi tidak ada keharusan bagimu untuk bertanggung jawab atas kebahagiaan setiap orang. Karena setiap orang memiliki tanggung jawab atas kebahagiaan dirinya masing-masing.

Akan selalu ada hal istimewa yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang. Kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki merupakan ciri khas atau keunikan yang nantinya bisa untuk saling melengkapi. Setiap orang memiliki standarnya masing-masing untuk menjalani kehidupannya. Daripada fokus membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang akan semakin memperburuk keadaan lebih baik fokus mengejar segala impian.

Tidak ada yang sempurna didunia, tetapi manusia adalah makhluk paling mulia. Tidak perlu merasa rendah diri karena yang sebenarnya diperlukan adalah rendah hati. Jika menginginkan kehidupan yang bahagia maka kita harus mulai mencintai diri sendiri. Mulai memahami apa yang sebenarnya kita inginkan, berani menghadapi rasa takut dan mengambil keputusan. Bukan malah sering menyakiti.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Terkadang menyukai pilihan yang sangat beresiko.

CLOSE