Pernah merasakan patah hati? Yang teramat dalam hingga kamu mengutuknya yang memberikan luka. Patah hati yang kamu percaya hadir karena ia tidak setia, karena ia yang jahat, pokoknya di matamu dia yang salah. Tapi pernahkah terlintas di pikiranmu, mungkin bukan dia yang salah. Mungkin bukan dia yang tidak setia. Mungkin kamulah yang terlalu percaya.


Kalian memang pernah jatuh cinta, tapi cuma kamu yang terus-terusan terkurung dalam perasaan itu.


Advertisement

Ketika kamu jatuh cinta dengannya, kamu begitu yakin ialah yang utama. Yang dikirimkan Tuhan untukmu, seseorang yang menjadi pilihanmu. Waktu berlalu dan kamu masih dalam keyakinanmu tentang hubungan kalian. Berbagai masalah yang hadir dengan mudah kamu hadang bahkan kamu hilangkan. Tanpa kamu sadari, pengorbananmu untuk hubungan kalian semakin banyak. Tanpa kamu sadari, dirinya mulai berbalik arah.

Dirinya mulai berubah. Menjaga jarak, mengacuhkanmu hingga akhirnya berjalan menjauh. Bisa dipastikan kamu patah hati, kehilangannya merubah duniamu, mengubah hatimu. Lalu kamu memulai perjalanan untuk melupakannya. Berusaha menaruhnya di masa lalu, memaksa diri untuk melupakannya hingga sampai di waktu kamu mampu melepaskannya. Tapi hati kecilmu ingin sekali mempercayai bahwa dia akan kembali, bahwa dia akan menyesali kepergianmu.

Padahal tidak. Dia tidak akan pernah kembali, dia tidak akan menyesali perpisahan kalian. Ketika kisah kalian selesai, selesai juga semua perasaanya terhadapmu. Iya, semudah itu untuknya, karena dia tidak hadir untuk jadi akhir dari pencarianmu. Dia tidak akan diam-diam mengingatmu di kala malam tiba, dia tidak akan menyimpan kenangan tentang kalian di handphonenya, dia tidak akan melihat social mediamu lagi, dia tidak akan ada di sana.

Advertisement

Tapi itu bukan kesalahannya. Dia memang menjanjikan masa depan untukmu, tapi kamu yang mempercayainya. Dia memang menjadikan kamu satu-satunya waktu itu, tapi kamu yang mempercayainya. Dia memang jadi kepunyaanmu saat itu, tapi dia tidak pernah benar-benar berhenti untukmu. Buatnya, kamu hanya pemberhentian sejenak sembari dia mencari tau apa yang akan di lakukannya untuk masa depannya. Dan ketika dia sudah tau, dia akan pergi, tidak peduli akan janjinya atau semua yang telah kalian lewati. Semua itu kesalahanmu, karena mempercayainya.


Kadar cintamu dan dia berbeda. Kamu mencintainya selamanya , dia mencintaimu seadanya.


Memang sulit mengakui bahwa kamu bukanlah yang dia cari, tapi lebih mudah untuk kamu pergi dari perasaan ini. Apa yang sebenarnya kamu harapkan? Dia tidak akan kembali, dia tidak akan menyesal , dia tidak akan peduli. Semua yang pernah dia janjikan, hanyalah janji belaka yang dia utarakan saat tidak yakin dengan dirinya. Dia butuh kamu untuk meyakinkannya bahwa dia akan baik-baik saja, meskipun akhirnya bukan kamu yang dia yakinkan untuk berakhir dengannya. Semua yang telah kalian lalui, hanyalah sepenggal kisah yang tidak akan menyentuh hatinya untuk yang kedua kali.

Dia bisa pergi ke tempat kenangan kalian tanpa merasa sesak, tidak seperti kamu yang hanya mendengar lagu kesukannya langsung mendadak hilang arah. Dia bisa memeluk kekasih barunya tanpa merindukan pelukanmu, tidak seperti kamu yang kadang masih merasa detak jantungnya di telingamu saat kamu bersandar di dadanya. Dia bisa menatap kekasih barunya, penuh cinta tanpa melihat wajahmu meski hanya sekilas, tidak seperti kamu yang semakin menunduk malu saat bertatapan dengan orang lain karena terus menemukan wajahnya di mana-mana.


Buatmu , dia selalu ada di sekitar. Buatnya , kamu bahkan sudah hilang sejak ia pergi darimu.


Mari kita akui, hanya kamu yang jatuh cinta sedalam ini saat dia bahkan tidak mau membasahkan kakinya untuk menggenggam tangamu. Hanya kamu yang dibutakan oleh janji saat dia bahkan tidak mau menurunkan egonya untuk mempertahankanmu. Hanya kamu yang patah hati saat dia tidak butuh waktu lama untuk menggantikanmu.

Berhentilah menunggunya kembali, karena dia tidak akan susah payah berlari kembali padamu. Berhentilah memaklumi kepergiannya, karena dia pergi adalah untuk meninggalkanmu dan janji-janjinya. Berhentilah mempercayainya, karena dia tidak pernah jujur padamu. Mengucapkan selamat tinggal pada seseorang yang kita yakini adalah terakhir untuk kita bukanlah hal yang mudah, tapi bukan berarti itu adalah hal yang mustahil. Percayalah, semakin cepat kamu menyadari bahwa tidak akan ada kesempatan kedua untuk kalian, semakin cepat pula kamu akan melupakannya.


Jadi , mau sampai kapan terus berharap dia akan kembali?


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya