Suatu hubungan tanpa pertengkaran adalah bagaikan makan arsik tanpa andaliman. Nggak getar wkwk (FYI, arsik itu makanan khas suku batak). Lebih jelasnya silahkan jelajahi internet. Back to laptop, pertengkaran yang terjadi di antara dua manusia yang saling jatuh cinta memang ya harus terjadi.

Untuk mengukur seberapa besar rasa cinta mampu menundukkan ego sepasang manusia itu. Karena setiap orang punya pendapat yang berbeda menanggapi suatu hal, begitu pula orang yang sedang jatuh cinta.

Advertisement

Ada yang mampu menepis rasa ingin menang sendiri demi mempertahankan hubungannya. Dan tak sedikit pula yang memilih berpisah karena katanya nggak cocok (termasuk mereka yang sudah menikah).

In relationship yang sesungguhnya bukanlah bertahan karena pasangan itu memiliki banyak kesamaan. Nggak juga karena memilik genre musik favorit, atau film atau hal lain yang sama, lantas tak pernah bertengkar. Namun di mana masih sama-sama nyaman ditengah perbedaan, nggak menuntut dia menjadi seperti apa yang dimaui.

Malah menerima kekurangan satu sama lain. Menjadi dewasalah hubungan yang demikian beserta dengan mereka yang menjalankan. Nggak hanya berbicara kepada mereka yang sedang dalam masa berpacaran demikian juga ketika sudah ke jenjang berkeluarga. Mungkin akan lebih besar masalahnya dari sekedar chat yang lama dibalas, atau doi sibuk dengan game online miliknya.

Advertisement

Kamu perlu menyeimbangkan mana yang harus kamu ubah dan yang pasanganmu harus ubah juga. Terlepas dari antara siapa yang benar. Mengalah menjadi solusi terampuh hingga sekarang untuk mencegah hal-hal buruk dihubungan.

Ketika kamu berusaha mengalah, kamu mencegah emosi merenggut kebahagiaanmu. Mengalah juga membuatmu menjadi orang yang dewasa. Berani meminta maaf dan nggak mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu. Ini poin pentingnya, kalian harus saling mengalah. Boleh dikatakan bergantian, intinya jangan hanya satu pihak saja.

Saling menghargai dan nggak menyalahkan, tapi sadar diri bahwa hubungan yang sudah dibina dari hal baik, jangan sampai dirusak hanya karena masalah nggak cocok. Apalagi ketika keduanya sudah dijalur pernikahan. Masalah nggak cocok hanyalah masalah kurang komunikasi di antara keduanya.

Tentunya ketika berpacaran sudah tau sedikitnya kekurangan pasangannya. Lalu ketika masalah kecil menyapa malah lebih memilih berpisah. Menyakiti satu pihak dan meninggalkan luka bagi keduanya. Cukup ketika berpacaran saja gagal, menikah jangan.

Untuk itu mulai dari sekarang, masih single ataupun sudah taken belajar untuk menghargai pendapat orang lain. Mengalah jika memang harus dan memilih diam ketika ditolak. Mengalah bukan berarti kamu lemah, sebaliknya kamu menunjukkan orang dewasa yang terbiasa nggak memaksa keinginanmu untuk diwujudkan.

Karena keras kepala pun hanya menambah kericuhan dan tak menyelesaikan masalah, sudah sepantasnya mengalah untuk kebaikan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya