Kata mereka, aku adalah yang paling kamu harapkan kehadirannya. Bahkan kedatangan pertamaku disambut begitu indah dengan lantunan adzan yang kau bisikan melalui telinga kananku. Menjadi perempuan yang dicintai olehmu sama dengan sempurna telah hadir dalam kehidupanku. Tanganku yang selalu kau genggam, isyarat bahwa bersamamu dunia akan indah untuk dilalui.

Dalam banyak hal aku terlalu bergantung padamu bahkan segalanya, hingga aku lupa bagaimana menggerakan kakiku sendiri tapi kamu tetap menemaniku tanpa menganggapku lemah. Kamu yang pada hari itu bercerita tentang keluh kesah sulitnya menjalani pekerjaanmu dengan wajah lemas tapi lucunya yang aku dengar hanyalah satu yaitu bagaimana indahnya caramu membangun masa depanku.

Advertisement

Aku rasa, terima kasih dariku bukan hal yang cukup besar untuk membalas dalamnya rasa cintamu. Kau yang mengajariku bagaimana menari ketika terik, bagaimana menikmati pelangi setelah hujan badai dan pada akhirnya kau juga yang mengajariku bagaimana menari serta menikmati pelangi tanpa kau.

Dan tepat 360 hari kebersamaan kita lalu kau pergi tanpa ada kata berpisah terlebih dahulu. Kata mereka, kamu pergi bersama dzat yang lebih mencintai dirimu tapi aku juga sangat mencintaimu. Kali ini aku sangat benci “kata mereka”, kenapa kamu pergi? Bukankah kita juga saling mencintai? Bagaimana aku melewati 360 hari yang lain?

Kepergianmu kini tak seperti biasanya, untuk menunggumu pulang kerja saja aku sudah sangat bosan dan kali ini kamu harus pergi untuk selamanya bersama dzat yang benar-benar paling mencintaimu. Banyak hal yang aku sesali kini, pada saat itu aku terlalu merasa bangga menjadi orang yang paling kau cintai hingga aku menyepelekan dan lupa tak menjagamu dengan baik, kini Tuhan memintamu untuk kembali.

Advertisement

Mungkin kebersamaanmu dengan Tuhan sekarang adalah jalan yang terbaik untuk kebahagianmu dan cintamu.

Bertemu denganmu merupakan kewajiban yang sudah ditulis juga oleh Tuhan dalam ketetapannya. Aku tak pantas menyangkal jika aku tak bahagia ketika berada didekatmu walau hanya sebentar, Kau merubah yang gugur menjadi bangkit kembali, merubah yang hitam menjadi pelangi. RencanaNya yang maha baik bisa dipertemukan dengan ciptaan seperti dirimu.

Ayah, kini aku sudah menjadi remaja, mengarungi masa kanak-kanakku tanpa sosok ayah adalah hal yang sulit, tetapi aku akan tetap mencintai apapun yang terjadi sekarang seperti dulu tanpa ada yang berkurang sedikitpun.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya