Tuntutan Hidup yang Tinggi Bisa Mempengaruhi Kesehatan Mentalmu loh!

Biar ibukota yang kejam, kamu jangan

Kehidupan di kota besar identik dengan kehidupan yang sibuk dan cepat, namun juga identik dengan kemewahan. Kebanyakan orang melihat kehidupan di kota sangatlah membahagiakan, namun banyak orang juga mengerti bahwa hidup di kota besar sangatlah berat. Stres dan kecemasan yang tinggi seringkali terjadi pada masyarakat kota dan memicu terjadinya mental illness.

Advertisement

Pada dasarnya, mental illness merupakan gangguan yang terjadi pada kesehatan pikiran dan jiwa seseorang. Hal ini dapat mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku seseorang. Mental illness menjadi topik yang sering dibicarakan oleh masyarakat akhir-akhir ini karena maraknya kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri yang disebabkan oleh terganggunya kejiwaan pelaku.

Kehidupan kota yang bergerak dengan cepat, memaksa penduduknya untuk terus berkembang. 10,5 juta penduduk Jakarta yang terbagi menjadi kelompok-kelompok lebih kecil pastinya memiliki standar dan ketentuan mereka sendiri terhadap bagaimana mereka menilai seseorang. 

Pada tahun 2018, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan bahwa 20% warga Jakarta dilaporkan mengalami gangguan mental. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti faktor genetik, faktor biologis, perubahan hormon, trauma masa lalu, sampai faktor lingkungan sekitar.

Advertisement

Namun, tidak dapat terbantahkan bahwa tekanan dan tuntutan dari masyarakat menjadi penyebab utama seseorang mengalami gangguan mental.

Sejak masih remaja, mereka dituntut untuk mendapatkan nilai akademis yang bagus atau sekadar untuk berpenampilan menarik. Ketika dewasa, mereka dituntut untuk bekerja semaksimal mungkin atau mereka ditekankan untuk mengikuti stigma masyarakat tidak sesuai dengan kemauan mereka.

Hal ini akan terus berulang jika tidak adanya perubahan dari masyarakat, terutama para remaja sebagai generasi penerus yang memiliki dampak yang besar bagi sekitarnya. 

Berikut beberapa cara untuk mulai menjadi seseorang yang lebih baik untuk lingkungannya.


  1. Kenali diri sendiri. Untuk mulai menjadi pribadi yang lebih peduli pada sekitar, alangkah baiknya jika kita mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Karena untuk mengerti dan peduli dengan orang lain, kita harus mengerti dengan keadaan pikiran kita sendiri.

  2. Menumbuhkan pengertian. Sesering mungkin memposisikan diri sendiri sebagai orang lain. Hal ini membuat kita mengerti tentang alasan dibalik mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Selain itu, kita bisa memfokuskan diri terhadap perasaan, masalah, dan kepentingan yang mereka punya.

  3. Jauhkan diri dari pikiran negatif. Dalam menjalani hidup tentunya kita tidak selalu dihadapkan dengan hal-hal yang baik, ada kalanya banyak kejadian yang membuat kita merasakan perasaan  marah dan kecewa. Jika kita menyadari bahwa perasaan negatif tersebut memenuhi pikiran kita, akan lebih baik jika kita menjauhi situasi yang menjadi pemicunya.

  4. Dengarkan dengan saksama. Dalam sebuah pembicaraan, untuk menjadi pendengar yang baik tidaklah selalu harus mengkhawatirkan tentang apa yang harus kita katakan selanjutnya. Menjadi pendengar yang baik adalah bagaimana kita mendengarkan dengan rasa penasaran yang dikarenakan kita peduli dengan apa yang terjadi.

  5. Tidak memaksakan diri. Terkadang kita mengkhawatirkan banyak hal, bahkan merasa tidak cukup karena tidak dapat menangani situasi tertentu. Dengan tidak memaksakan diri untuk mengerti, menyukai, atau memahami satu hal kita akan tidak berkontribusi dalam kerumitan permasalahan yang ada.

Perlu kita ingat bahwa kesehatan mental dimulai dari diri sendiri dan diikuti oleh lingkungan yang positif. Mari kita bersama-sama membiasakan diri untuk sebarkan kebaikan dan kepedulian terhadap sesama dengan tujuan untuk kualitas hidup yang lebih baik, baik untuk diri sendiri dan juga orang-orang sekitar. Sehingga tidak ada lagi tekanan dan tuntutan yang berlebihan dan tak masuk akal bagi setiap orang dalam menjalani hidupnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE