"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim"

Tak pernah ada yang tau benar tentang sebuah masa depan yang akan kita lewati. Tak seorangpun yang ahli menerka apa yang akan kita hadapi di masa mendatang. Baik dan buruknya kehidupan akan selalu menjadi misteri. Bahagia serta duka akan selalu mendampingi kita ,baik yang telah lalu, kini hingga nanti. Semua itu akan selalu setia bersama sampai akhirnya kita tiada.

Maka dari itu, jangan pernah merasa jumawa dengan kebaikan yang melekat pada diri kita saat ini. Apalagi sampai merasa bahwa kita adalah sosok manusia sempurna tanpa cela, hingga menganggap yang lainnya bukanlah apa-apa. Karena bisa jadi, takdir di masa depan justru membuat kita terjebak dalam sebuah keburukan, atau malah kejahatan yang jauh bertolak belakang dari kebaikan yang selama ini kita lakukan. Jika sudah seperti ini, maka apalah arti kita.

Begitu juga, bagi kita yang selama ini telah melakukan banyak keburukan atau malah kejahatan yang luar biasa. Jangan sampai kita merasa hina apalagi sampai berniat meniadakan diri kita di dunia ini dengan paksa. Karena belum tentu, takdir kita akan selalu di penuhi dengan keburukan dan kejahatan yang biasa kita lakukan. Karena jika takdir berbicara, maka siapapun dan sekelam apapun diri kita. Kita bisa berubah menjadi manusia yang berbeda dari sebelumnya.


Jika Tuhan mau,maka kita akan menjadi manusia yang baik atau buruk untuk selamanya.

Advertisement

Namun Tuhan Maha tahu,proses kehidupan yang berirama adalah cara Tuhan mengajarkan arti kehidupan kepada manusia.


Lantas, mungkin kita bertanya – tanya. Bagaimana seharusnya kita menyikapi kehidupan yang penuh dengan misteri ini?

Sederhana saja. Nikmati setiap proses takdir yang telah Tuhan tetapkan kepada kita tanpa harus kita merasa paling baik saat takdir kita berada pada jalur yang benar. Apalagi sampai mau membunuh jiwa kita sendiri karena kesalahan yang kita lakukan.

Jika hari ini kita ditakdirkan baik ,maka berysukurlah dan teruslah melakukan kebaikan sebanyak mungkin,tanpa di kotori dengan kesombongan,keangkuhan dan menjudge keburukan orang lain. Apalagi sampai kita merasa kebaikan yang kita lakukan adalah karena diri kita sendiri. Jangan sampai pemikiran atau sikap seperti ini melekat pada diri kita. Karena pada esensinya kebaikan yang kita lakukan bukanlah karena kekuatan dan usaha kita sendiri. Namun itu semua karena takdir yang telah Tuhan tetapkan.

Jika hari ini kita di takdirkan menjadi sosok manusia yang bejat dn penuh dengan kejahatan,maka maafkanlah diri kita sendiri dan bawalah pada pertaubatan kepada Sang Ilahi.