Perbincangan antara manusia, malaikat dan iblis.

Manusia : "Iblis, menurutmu si A, si B, si C, si D, si F, ato si G yang egois?

Advertisement

Iblis : "Nggak ada yang egois sih, mereka seperti itu karena aku yang berusaha membisikkan hati mereka agar mereka bisa menciptakan kekacauan akibat keinginan yang berlebih yang terbalu dalam kata EGOIS"

Manusia : "Kalau menurutmu malaikat, bagaimana keegoisan mereka? Salah mereka (manusia) yang egois, salah iblis atau salah siapa?"

Malaikat: " Sebenarnya, iblis gak salah sih. Mereka hanya menepati janji mereka saat berada di surga, saat tak mau bersujud pada adam. Mereka berjanji untuk selalu menggoda manusia dari segala arah. Gitu aja sih."

Advertisement

Manusia :"Benarkah demikian wahai iblis? 

Iblis : "Bener banget coy."

Iblis sambil tertawa bahagia penuh keangkuhan dan keegoisan bahwa dirinya yang seakan paling perkasa dan hebat diantara manusia dan malaikat.

Manusia : "Berarti ini semacam permusuhan abadi antara iblis dan manusia. Betul begitu wahai malaikat?"

Malaikat : "Betul sekali wahai manusia."

Manusia : "Apakah ada cara agar mereka tak lagi bermusuhan, menjadi satu kesatuan demi kebaikan kedua belah pihak?"

Malaikat : "Pertanyaan begitu naif kenapa harus muncul sih?" Meremehkan manusia karena dianggap manusia tak lebih hebat dari malaikat.

Iblis : "Betul sekali malaikat. Pertanyaan goblok semacam itu diajukan. Padahal semua sudah menjadi bagian dari takdirnya kalau manusia dan iblis bermusuhan hingga kiamat tiba. Apa dia tidak baca atau belajar ya? presenter goblok macam gini kok dipakai dalam talkshow berkelas seperti ini."

Sang presenter merasa dilecehkan, direndahkan bahkan merasa teraniaya. Dalam doa yang tersemat dalam hati, sang presenter berharap bisa memiliki kekuatan melebihi iblis dan malaikat. Seketika setelah doanya selesai, tangan sang presenter mengibaskan pedang pembasmi kehidupan kepada kedau makhluk Tuhan lainnya, malaikat dan iblis. Keduanya pun mati, melebur dengan udara tak tersisa.

Manusia (presenter) : 'Tuhan, maafkan aku karena kedua makhlukmu habis di jagad raya ini."

Suara terompet berbunyi. Manusia pun panik, disangka sangkakala sang terompet kiamat telah ditiup oleh malaikat. tiba itba suara hentakan terdengar mengagetkan "cuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut", teriak sang sutradara. Sambil lalu meniup toa yang dipegangnya, kiamat pun tiba.

Tak perlu merasa gundah jika tak bisa menyatukan banyak hal dalam satu bingkai kebaikan. Karena sebaik baiknya kita adalah yang memberi manfaat bagi umat manusia lainnya. Jadi, jangan kedepankan egoisme pribadi dan golongan untuk kebaikan. Karena kebaikan yang sebaik baiknya untuk kepentingan bersama.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya