Bu, terima kasih sudah merawat dan membesarkanku sampai saat ini. Terima kasih sudah selalu ada untukku dikala senang dan sedihku. Bu, sekali lagi terima kasih untuk jasa-jasamu. Aku tau bahwa sampai kapan pun aku tak akan pernah bisa membalas jasa-jasa ibu. Aku pun sadar bahwa sampai saat ini, bahwa sampai detik ini, aku pun belum mampu untuk membahagiakanmu.

Selayaknya seorang anak, aku pun ingin bisa membahagiakanmu, Bu. Aku pun ingin bisa membuatmu bangga terhadapku. Aku juga ingin bisa mengabulkan dan menuruti apa yang engkau inginkan. Tapi aku tahu, Bu, engkau tak akan pernah banyak meminta. Engkau tak akan pernah menyampaikan apa yang engkau butuh dan sedang engkau inginkan. Bagimu, melihat anakmu bahagia dan tersenyum saja itu sudah cukup untukmu.

Advertisement

Bu, aku tahu umurmu tak lagi muda. Kian hari umurmu kian bertambah dan engkau pun semakin menua. Aku pun sadar bahwa dihari tuamu ini aku belum sepenuhnya mampu untuk bisa membahagiakanmu. Tapi saat ini aku pun tengah berusaha bu, agar kelak engkau pun bisa aku bahagiakan. Ya, meskipun katamu, melihat aku bahagia pun sudah membuatmu pun ikut bahagia.

Bu, saat ini aku memang masih bertumpu padamu. Tapi beri aku waktu untuk bisa membalas semua itu. Mungkin memang belum sekarang bu. Mungkin nanti. Yang jelas, saat ini pun aku tengah berusaha semampuku.

Bu, aku minta maaf jika selama ini aku sering berbuat salah kepadamu. Aku minta maaf jika selama ini aku sering mengabaikanmu. Aku minta maaf jika ditengah kesibukanku ini, aku sering lupa diri dan tak meluangkan waktu untuk sekedar bercengkrama sedikit kepadamu. Aku sadar, Bu, bahwa aktifitasku terkadang membuatku luput untuk sekedar memperhatikanmu.

Advertisement

Tapi meskipun begitu, engkau tak pernah memperlihatkan raut dan wajah kekecewaan atau pun kekesalan kepadaku. Seakan-akan engkau tak mempermasalahkan soal itu. Seakan-akan engkau sudah memaklumi akan hal itu. Tapi aku yakin bu, meskipun engkau terlihat tegar dihadapanku, jauh dilubuk hatimu paling dalam, engkau sebenarnya ingin anakmu ini punya banyak waktu untukmu dihari tuamu.

Bu, aku bukannya tak ingin berada disisimu setiap saat dan setiap waktu. Aku sangat-sangat ingin, Bu. Tapi kau pun tahu bahwa ada tanggung jawab yang juga harus aku kerjakan. Membahagiakanmu juga menjadi salah satu tanggung jawab yang dengan usaha keras tengah aku perjuangkan. Tapi yang harus engkau tahu, Bu, meskipun aku tak selalu ada disisimu, aku pasti akan selalu mengingatmu. Aku akan selalu mendoakanmu agar engkau selalu diberikan kesehatan dan dilindungi oleh-Nya.


Bu, selalulah jaga kesehatanmu. Sebab anakmu ini terkadang tak bisa selalu mengontrolmu. Jika aku marah kepadamu terkait kesehatanmu, ketahuilah bu, bahwa aku tak pernah benar-benar marah terhadapmu. Bahwa aku sesungguhnya sangat menyayangimu.


Itulah sebabnya aku pun tak ingin engkau pun kenapa-kenapa. Aku masih ingin melihat engkau berumur panjang bu. Aku masih ingin melihat engkau bisa menemaniku dan selalu ada disisiku. Aku masih ingin bisa memabahagiakanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya