Pekan ini Sea Games ke 19 dengan Malaysia sebagai tuan rumah resmi dimulai, tepat pada tanggal 15 Agustus 2017 menjadi laga pertama timnas sepakbola Indonesia asuhan Luis Milla melawan tim dari negeri gajah putih (thailand). Sedangkan dua hari berselang bertepatan dengan Hari kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 2017 timnas akan berhadapan dengan Filipina.

Berbicara sepakbola dibulan Agustus, ada kompetisi sepak bola tarkam atau antarkampung atau tarung kampung, turnamen yang cukup rutin digelar di penjuru wilayah Indonesia. Turnamen tarkam sendiri bisa dibilang sebagai awal dari persepakbolaan di Indonesia tumbuh. Karena, turnamen tersebut menegaskan bahwa sesuatu harus bermula dari bawah. Dan bagi saya, sejatinya tarkam adalah nyawa dari sepak bola Indonesia.

Advertisement

Beberapa waktu lalu di kampung saya digelar turnamen tarkam tersebut, banyak hal yang menarik didalamnya seperti format nama tim yang hampir sama dengan menggunkan tambahan istilah "FC" football club dan "Persatuan" pada nama tim mereka. Salah dua contoh dari penggunaan nama dengan 'konsep sama' tersebut adalah TFC(Trowono Football Club) dengan BFC(Bulurejo Football Club) dan PSP(Persatuan Sepakbola Pedhotan) dengan PSH(Persatuan Sakit Hati).

Selain hal unik dalam "konsep nama", tak sedikit pula tim yang berebut pemain dengan tim rival. Hingga, munculnya aturan yang "berbeda" dari turnamen resmi biasanya, yakni semua tim boleh mendaftarkan pemain sama. Hingga pada akhirnya pada hari pertandingan tiba sang pemain sendiri yang memutuskan untuk memutuskan tim mana yang akan ia bela.

Diluar hal unik yang tercipta, turnamen yang berlangsung selama 3 pekan tersebut tak pernah sepi penonton. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani terhibur dengan adanya turnamen tarkam ini. Keseharian mereka yang dari pagi hingga sore diladang sekarang agak berubah, mereka pulang sebelum sore tiba untuk menonton pertandingan sepakbola.

Advertisement

Selain mebawa manfaat hiburan bagi warga sekitar untuk menikmati jalannya tiap laga, turnamen tarkam ini juga membawa manfaat kepada pemain itu sendiri, sebagai pemain kampung yang masih berlabel pemain amatir dan minim jam terbang, tiap pertandingan yang ia jalani menjadi pembelajaran utamanya terhadap MENTAL BERTANDING.

Sebagaimana saya yakini bahwa tarkam adalah nyawa dari sepakbola Indonesia, dengan lapangan, dana dan persiapan yang seadanya bukan menjadi halangan untuk membuat turnamen ini menjadi sangat berwarna dan menyisakan banyak cerita menarik setelahnya.


Dari Sepakbola bisa belajar banyak hal.

Dari Tarkam memang tidak ada kemewahan, namun banyak Kemeriahan.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya