Pernyataan "Tak Kenal Maka Tak Sayang" telah menjadi kata panutan yang senantiasa diutarakan orang saat pertama kali berkenalan dengan orang baru. Atau sebagai suatu pernyataan terhadap cemooh atau omongan orang belaka. Namun, benar adanya, tidak kenal maka tidak sayang, sayang di sini bukan berarti sayang dalam hal cinta, melainkan pernyataan yang mengisyaratkan bahwa "kenalilah orangnya, sebelum memberikan penilaian."

Cinta yang erat kaitannya dengan sayang memiliki jutaan arti yang dibedakan berdasarkan subjektifitas masing-masing orang berdasarkan perspektifnya. Dan, rasa. Syailendra Benara atau yang kerap disapa Ben memulai eksplorasi pencarian arti dari Cinta yang sebenarnya, dikaitkan dengan karakteristik dan sifat zodiak-zodiak yang ia akan jelajahi hubungannya melalui pengalaman aktual kepada 12 zodiak itu.

Sebenarnya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, Ben tidak begitu tertarik dan memerhatikan masalah karakteristik dan sifat-sifat orang berdasarkan zodiaknya, bahkan ia pun sama sekali tidak peduli akan zodiaknya sendiri. Namun, dinamika dan variasi kehidupan yang dijalaninya menjadi faktor utama petualangan cinta berdasarkan zodiaknya ini dilakukan.


Aku pun bingung, kenapa aku sulit untuk mencintai orang lain ya? Ok, ini saatnya aku mencari cinta.


Satu bulan masa perkuliahan berlangsung, Ben sudah memiliki teman-teman dan lingkungan baru di kampusnya. Pandainya ia dalam bergaul dan beradaptasi membuat dirinya selalu ada dan diharapkan di setiap perkumpulan dengan teman-temannya. Baik belajar kelompok maupun nongkrong setelah selesai kuliah.

Advertisement

Hari-hari berlalu kian cepat, tak terasa sudah sampai di penghujung tahun. Empat bulan sudah Ben menyandang profesi sebagai mahasiswa Teknik di salah satu Universitas di Jakarta.


“Ben, makan siang bareng yuk!” Sapa Laura saat berpapasan di depan perpustakaan kampusnya.



“Eh boleh yuk, gue bingung dan males makan sendirian” Jawab Ben antusias dengan ajakan Laura.


Laura, bisa dibilang adalah teman paling pertama yang ia kenal di dunia perkuliahannya. Perempuan paruh baya dengan latar belakang sebagai anak lulusan SMA Negeri 70 dan menyandang prestasi akselerasi semasa sekolah, memiliki paras menarik dan terlihat pintar dengan apa adanya. Wajahnya bulat dengan kulit putih kekuningan yang dengan mahkota oleh rambut ikalnya itu mewarnai hidup Ben setiap hari. Mulai dari teman kelas, belanjut menjadi teman sepermainan, dan akhirnya menjadi teman bercerita. Ben pun berpikir, Laura cocok untuk menjadi objek eksplorasi dan pengamatannya akan cinta.


“Kita makan siang di mana ya Ben enaknya?”



“Terserah Lau enaknya di mana ya?” Jawab Ben seadanya karena terenyah pikiran.


Beberapa menit kemudian, tanpa berpikir panjang sampailah pada sebuah restaurant sushi dekat kampus. Perbincangan pun berjalan seru di siang itu, bahkan mereka pun sampai-sampai lupa akan teriknya panas di luar. Lalu, salah satu teman SMA Laura menghampiri. Namanya Berra. gadis kecil berparas lembut dan cantik muncul dengan segan dan malu-malu. Di dapati Ben terkesima akan Berra.


“Hai Ben, kenalin ini Bera..” Kata Laura seraya menjulurkan tangan Berra ke hadapan Ben untuk berkenalan.



“Hai Berra.. :)” Ben pun merasakan apa yang disebut dengan “Butterfly flies in my stomach when I see the one they like at the first sight”.


Libra. Salah satu zodiak dengan karakteristik dan sifat terunik dibandingkan dengan ke-11 zodiak lainnya. Dilansir oleh pengalaman dan analisis rasi bintang dalam runut astrologi, Libra tergolong zodiak yang mudah berteman dan beradaptasi dengan siapapun, dimanapun, dan dalam lingkungan apapun.

Sifat Libra yang ditampilkan Ben berikutnya bersinggungan dengan hal loyalitas. Hampir kebanyakan Libra mudah sekali bosan dan mood-drop, walaupun di awal, mereka akan berusaha dengan maksimal dalam mendapatkan apa yang mereka inginkan karena Libra adalah tipe orang yang ambisius.

Libra dikenal dengan sifat mereka yang indecisive. Terkadang mereka sangat senang berkumpul dengan orang banyak dan berkenalan dengan orang-orang baru yang asik juga berbincang dengan mereka. Berkaitan dengan kecenderungan mereka yang bersifat attention whore. Mereka senang menjadi sorotan publik. Namun, adakalanya Libra tidak suka akan keramaian. Tidak mau berbicara dan bertemu dengan orang banyak. Hanya orang-orang yang menurutnya dekat dan nyaman untuk dilakoni peran asli dari karakter dan sifatnya.

Sesuai dengan cerita di atas. Konfirmasi Ben untuk ajakan Laura mengartikan bahwa Ben senang berteman dengannya. Terbukti dari antusiasme yang diperlihatkan oleh Ben sebagai respon dari ajakan Laura. Tidak hanya indecisive, sosok seorang Libra juga picky. Bahkan, dapat dikatakan sosok Libra memang benar-benar sangat amat picky. Tidak semua hal diterima oleh mereka. Kendati demikian, sifat bawaan mendasar seorang Libra yang tidak enakan terhadap semua orang membuat dirinya berkesan fake atau palsu. Padahal tujuan dan maksud mereka bukan berpura-pura, melainkan usaha mereka untuk menjalin hubungan baik dengan siapapun.

Mereka terkenal sebagai pemikir keras. Apapun halnya, baik yang ringan maupun berat, seorang Libra akan bersikeras untuk berfikit kompleks. It’s like they were born to be a professional thinker. Apa yang disampaikan Ben di atas bukan bermaksud “Terserah” dalam arti sesungguhnya, melainkan ia memikirkan beberapa hal yang diantaranya: “Gimana kalo tempat yang aku pilih dia nggak suka ya, apalagi baru kenal”, “Duh kalo makanannya nanti ga enak gimana ya soalnya kan gue belom pernah makan di situ” “Jauh juga sih kalo mau ke Union, panas pula dan masih ada kuliah jam 4. Kharafiahnya orang akan cepat mengambil keputusan tanpa berfikir lima langkah. Namun, untuk seorang Libra, mereka akan berfikir 20 langkah di setiap apa yang ingin dilakukan.