#CerpenHipwee: Aku, Kamu, dan Rindu

Sore ini senja izin untuk hadir dan tergantikan oleh gumpalan awan hitam. Rintik hujan mewakili perasaan rindunya. Termenung dibalik jendela sambil menatap tiap tetes air yang jatuh. Tiba-tiba dia teringat masa lalunya. Dia jauh dimata namun akan tetap dihati dan didalam doa bisiknya.



Dia adalah Chelinsa Putri Meydina, panggil aja Chelinsa. Dia hanya seorang anak biasa yang hidupnya sederhana. Awal pertemuannya dengan Alden, waktu sekolah di sekolah yang sama yaitu SMP Pertiwi 5. Dito adalah teman satu angkatannya dan satu ekstrakulikulernya.



Seiring berjalannya waktu mereka semakin dekat dan Chelinsa merasakan ada hal aneh dalam hatinya setiap kali berdekatan dengan Alden. Awalnya Chelinsa mengira hanya perasaan biasa yang dia rasakan kepada semua teman laki-lakinya. Namun, pada akhirnya dia menyadari jika perasaan ini bukan perasaan yang biasa, tetapi luar biasa.



Setiap kali Chelinsa berada di dekat Alden, tiap kali itu juga perasaanya semakin tidak karuan. Chelinsa ingin merasakan bagaimana rasanya berpacaran, tapi sayang dia tidak bisa merasakan hal itu bersama Alden. Dia tidak tau bagaimana perasaan Alden kepadanya. Sebagai teman atau lebih? Chelinsa tidak ingin berada di kawasan Friendzone, itu menyebalkan!



Hingga suatu ketika, Chelinsa mendapat kabar dari salah satu sahabatnya jika Alden memiliki kekasih. Perasaan Chelinsa saat itu kacau. Dia ingin menangis tapi tidak mampu, apalagi kalau dia melarang Alden untuk pacaran, apa hak dia! Dia hanya seorang teman bukan lebih! Perasaan dia waktu itu tidak begitu menyakitkan karena masih ada hal yang paling menyakitkan lagi.



Suatu ketika, Alden menghampiri Chelinsa untuk menceritakan sesuatu hal yang sedang dia rasakan. Chelinsa yang sedang patah hati karenanya tetap mencoba bersikap biasa saja ketika berada sangat dekat dengan Alden. Walaupun rasanya sakit disaat dia tau kekasih hatinya mempunyai kekasih, tapi bukan dirinya.



Chelinsa tau ga, kemarin ulang tahunnya Syafira kan? Tanya Alden.



Iya kemarin dia ulang tahun. Dia juga cerita sama aku katanya, dia dikasih kejutan sama pacarnya. Emangnya kenapa?



Ga kenapa-kenapa si, cuman nanya aja. Emangnya kamu gatau pacar dia siapa?



Ngga tau, emangnya siapa?



Pacarnya Syafira itu aku, Chel



Apa?! Kamu?



Iya aku, baru pacaran sekitar satu minggu si. Do'a-in semoga langgeng



I-iya pasti itu mah. Semoga kalian langgeng ya. Syafira hanya tersenyum, walaupun dibalik senyuman itu terdapat tangis yang disembunyikan.



Ucapan yang dulu dia katakan pada Alden adalah ucapan yang membuat hatinya terasa tertusuk beribu jarum. Saat itu juga Chelinsa ingin menangis, tapi dia tidak mungkin menangis didepan Alden. Apa yang akan di pikirkan Alden jika dia menangis?



Kenangan itu yang selalu dia ingat sampai sekarang. Kenangan disaat dia mencintai seseorang yang tidak pernah mencintainya. Semua perhatian yang dia berikan hanyalah perhatian biasa yang dia lakukan kepada semua teman-temannya. Hanya saja Chelinsa yang berpikir lebih sampai pada akhirnya dia memiliki perasaan yang lebih kepada Alden.



Benar apa kata pepatah, jika cinta akan datang kalau terbiasa. Iya terbiasa untuk bersama, terbiasa untuk saling perhatian, dan terbiasa untuk saling menyayangi. Namun, tidak untuknya. Semua yang dia lakukan kepada Alden tidak sedikitpun menggoyahkan perasaan Alden.



Tiga tahun berlalu, hingga datanglah hari kelulusan. Hari dimana Chelinsa akan berpisah dengan semua para guru, teman, dan terutama Alden. Alden orang yang dia cintai dari awal masuk sekolah sampai sekarang lulus sekolah. Chelinsa masih tetap menjaga perasaannya hanya untuk Alden. Chelinsa berharap semoga mereka bisa satu sekolah lagi. Walaupun dia tau belum tentu mereka satu sekolah yang sama dan mereka akan sedekat ini lagi.



Alden menghampiri Chelinsa yang baru selesai pemotretan bersama teman sekelasnya. Chelinsa kamu lanjut kemana?



Aku mau lanjut ke SMK Bunga Bangsa, kalau kamu mau lanjut kemana?



Aku mau lanjut ke SMA Nusa Indah. Kita pisah sekolah deh.



Heheh iya. Tapi masih tetep bisa temenan kan?

Advertisement

Iyalah. Semoga kamu bahagia nanti disana. Sekolah itukan, sekolah elit ya?



Iya, semoga aja aku bisa masuk kesana. Kamu juga semoga lolos di SMA nya



Iya, Amin.



Percakapan singkat dan terakhir antara mereka berdua. Karena setelah lulus Alden tidak pernah lagi memberi kabar kepada Chelinsa, sekedar menyapa saat bertemu aja jarang. Seakan semua kenangan yang dulu mereka lalui se-masa SMP telah sirna.



Terkadang Chelinsa merasa rindu dengan semua kenangan bersama Alden. Alden yang selalu membuat dia tersenyum. Alden yang membuat hari-harinya lebih berwarna. Namun sekarang, semuanya telah berbeda. Terasa hampa dan tidak berwarna.



Banyak lelaki yang mencoba hadir didalam kehidupan Chelinsa, tapi tidak ada satu orang pun yang bisa menggantikan Alden di hatinya. Chelinsa lelah terus merasakan hal ini.



Satu tahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, dan bahkan lima tahun pun Alden yang masih tetap mengisi hatinya. Dan hari ini genap enam tahun Alden senantiasa mengisi hatinya. Apakah posisi Alden tidak bisa tergantikan?



Malam ini pukul 00.00 Chelinsa termenung memandang foto-fotonya bersama Alden waktu di SMP. Semua kenangan indah bersama Alden masih dia simpan rapi didalam hati dan juga ingatannya. Entah sampai kapan semua itu akan hilang? Saat ini yang bisa Chelinsa lakukan hanya berdoa semoga Alden menjadi Alden yang dulu dia kenal, bukan alden yang sekarang.



Chelinsa berjalan kenarah jendela, kemudian menatap langit. Dia tersenyum melihat bulan. Sekarang bulan sendirian tanpa kehadiran bintang yang menemani, sama seperti Chelinsa yang sendirian tanpa kehadiran Alden dalam hidupnya lagi. Dia memeluk erat boneka pemberian Alden sambil menangis. Menangis rindu yang selalu dia rasakan.



Bagaimana kabar kamu sekarang?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Assalamualaikum. Hy, aku Usnah Nurdiana, panggil aja Nana atau Dina. Aku bersekolah tingkat SMK jurusan MPLB.

CLOSE