Ku tersadar saat kita bermain dengan waktu dan jarak, kau di sana dan aku tetap di sini, sebagaimana pun yang ku lakukan hanyalah sebatas menunggu dan apakah itu cukup membuktikan cinta masih tersimpan erat antara kita?

Aku paham kita bertemu di situasi yang sangat berbeda. Kau menganggapku lebih dari sebatas teman biasa di kala aku hanyalah menjadikan dirimu sebagai kakak angkatku sebab tak lain aku membutuhkan perhatian dari seorang yang lebih tua dariku. Kita berteman di dalam waktu yang singkat meskipun kau menyimpan rasa di balik resah matamu. Dari sana terpantul kata,'Aku mengkhawatirkanmu.' Mungkinkah benar yang ku artikan dari pandangan matamu itu?

Advertisement

Tak lama berselang, kau tiba-tiba menghilang dari depan mataku. Entah, ke mana kau pergi? Mengapa tiba-tiba perasaan ini berkata berbeda? Ingin rasanya kuhentikan waktu untuk membuatmu tetap di sini dengan alasan aku nyaman bersamamu. Nyaman? Apakah ada sesuatu yang mulai tercipta di balik itu semua? Ataukah ini cinta yang mulai bersemi di hati seorang gadis kecil yang lugu ini?

Aku berusaha menghilangkanmu dari pikiranku entah bagaimana caranya. Yah, hilang perlahan dari pikiranku hingga suatu hari kerap kali aku merasakan kamu semakin dekat denganku melalui pernyataan di mimpi. Kau mendatangiku seakan merindukan hari-hari bersama seperti dahulu. Ataukah kita dipertemukan kembali setelah sekian lama tidak bersua? Atau mungkin ini hanya sekedar bunga tidur yang tak mengartikan apa-apa?

Nada teleponku berbunyi. Kulihat ada seseorang yang mengajakku bercakap-cakap di ruang obrolan sosial media. Ku tak mengerti siapa. Tapi jantungku berdegup kencang saat orang asing tersebut menanyakan kabarku. Perlahan, aku tersipu malu dan tahu siapa orang itu sebenarnya. Ternyata…

Advertisement

Aku sangat menyukai caramu mendekatiku saat ini karena tidaklah seperti dahulu yang kulihat dirimu seperti malu menunjukkan perasaan sesungguhnya kepadaku. Yah, sudah. Mungkin kau masih terlalu kecil untuk mempelajarai tentang seorang gadis yang kau sukai.

Kita pun menjalin hubungan jarak jauh entah apa aku yakin atau tidak ini akan berjalan mulus. Tapi, kau seakan meyakiniku hubungan adalah sebuah komitmen. Meski sudah 12 tahun tak berjumpa dan hampir saja aku melupakan wajah imutmu yang dahulu, tapi itu bukanlah hal masalah untukmu. Bagimu, sekarang adalah sekarang dan kita sudah dewasa untuk menyadari bahwa hubungan adalah tahap menuju ke tingkat lebih lanjut, keseriusan dalam membangun keluarga. Ku bahagia karena kau telah berubah lebih memahami apa artinya jarak.


Kau tanyakan kepadaku, "Apa artinya sebuah jarak?"

Ku lanjutkan, "Jarak membuktikan seberapa kuat hubungan ini dan di sana tersimpan kesetiaan untuk menanti sebuah pertemuan yang indah itu."


Aku percaya meski berat rasanya menjalani hari sendiri tanpamu, tapi inilah sebuah rintangan. Meski ku hanya bisa menatap wajahmu yang sedih ataupun gembira, tapi kau tetap ingin aku tahu keadaanmu. Meski ku hanya bisa menikmati hari sendiri di kafe idamanku, tapi kuyakin suatu hari aku akan memesan dua gelas kopi untuk kita berdua.

Dan, ini hanyalah persoalan waktu yang terkesan lama. Padahal, ini bukanlah sebuah alasan untuk berhenti berharap tapi ini alasan kuat untuk percaya kau hadir di setiap saat ku menutup dan membuka mata. :)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya